alexametrics
24.5 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Keliling Indonesia di Usia Senja, Sebulan Bisa Tempuh 700 Km

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – TEPAT 11 tahun Dumehno pensiun dari pekerjaannya sebagai pegawai PLN di Jember. Dalam menikmati masa tuanya, pria 66 tahun ini justru menyibukkan diri dengan bersepeda dari satu kota ke kota lainnya. Bahkan di luar Jawa. Dia merupakan pehobi sepeda garis keras. Dumehno rela mengurangi waktu tidurnya di rumah demi berkeliling Indonesia.

Pada akhir tahun 2021, tepatnya sejak 25 hingga 29 Desember, ia bersepeda sendirian mengunjungi kabupaten tetangga. Banyuwangi, Situbondo, dan Probolinggo dengan jarak 400 kilometer. Alasannya sederhana. Ia hanya ingin menikmati keindahan di luar rumah dan mengetahui rute jalan yang belum pernah ia tempuh. “Ditanya nggak capek, ya capek. Namanya naik sepeda. Tapi, karena senang, tidak terasa capeknya,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Jalan Teuku Umar nomor 69, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.

Baginya, sepeda yang ia beli sejak 2011 itu telah menjadi teman perjalanan dan saksi pengalamannya. Meski pada dasarnya, sebelum pensiun dia juga sempat memiliki sepeda dan berjalan-jalan di daerah tempat tinggalnya. “Sebelum pensiun sepedahan dekat-dekat saja, karena waktunya terbatas. Paling jauh Bondowoso. Setelah pensiun ini tidak ada ikatan dinas. Jadi, bebas ke mana saja,” kata kakek yang memiliki delapan cucu tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sejak saat itulah, Dumehno mulai berpikir untuk konsisten bersepeda. Dia mengaku, dalam sebulan dirinya bisa menempuh 500 hingga 700 kilometer. Baik di dalam maupun di luar kota. “Kesibukan, ya, santai di rumah. Ke mana-mana naik sepeda. Kalau nggak keluar kota, ya, daerah sini saja. Bondowoso dan Lumajang saya anggap belum luar kota,” tuturnya.

Sampai saat ini ia telah sampai di hampir seluruh kota di Jawa Timur, kemudian di Bali, Lombok, Madura, dan Banjarmasin. Selain karena menyehatkan, menjelajahi perjalanan dengan sepeda menjadi salah satu alternatif untuk menghemat pengeluaran. Bagaimana tidak, jika dibandingkan dengan kendaraan bermotor, sepeda jelas tidak membutuhkan bahan bakar. Perawatannya juga mudah. Bahkan saat rusak, Dumehno bisa memperbaiki sepedanya sendiri.

Ya, ia selalu membawa peralatan seperti ban serep, satu set kunci L, juga obeng saat bepergian. Meski demikian, sebelum memulai perjalanan, ia mewajibkan dirinya untuk terlebih dahulu mengecek kondisi sepedanya. Khususnya kondisi ban. Sebab, ban merupakan bagian sepeda yang paling berisiko. Rentan bocor.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – TEPAT 11 tahun Dumehno pensiun dari pekerjaannya sebagai pegawai PLN di Jember. Dalam menikmati masa tuanya, pria 66 tahun ini justru menyibukkan diri dengan bersepeda dari satu kota ke kota lainnya. Bahkan di luar Jawa. Dia merupakan pehobi sepeda garis keras. Dumehno rela mengurangi waktu tidurnya di rumah demi berkeliling Indonesia.

Pada akhir tahun 2021, tepatnya sejak 25 hingga 29 Desember, ia bersepeda sendirian mengunjungi kabupaten tetangga. Banyuwangi, Situbondo, dan Probolinggo dengan jarak 400 kilometer. Alasannya sederhana. Ia hanya ingin menikmati keindahan di luar rumah dan mengetahui rute jalan yang belum pernah ia tempuh. “Ditanya nggak capek, ya capek. Namanya naik sepeda. Tapi, karena senang, tidak terasa capeknya,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Jalan Teuku Umar nomor 69, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.

Baginya, sepeda yang ia beli sejak 2011 itu telah menjadi teman perjalanan dan saksi pengalamannya. Meski pada dasarnya, sebelum pensiun dia juga sempat memiliki sepeda dan berjalan-jalan di daerah tempat tinggalnya. “Sebelum pensiun sepedahan dekat-dekat saja, karena waktunya terbatas. Paling jauh Bondowoso. Setelah pensiun ini tidak ada ikatan dinas. Jadi, bebas ke mana saja,” kata kakek yang memiliki delapan cucu tersebut.

Sejak saat itulah, Dumehno mulai berpikir untuk konsisten bersepeda. Dia mengaku, dalam sebulan dirinya bisa menempuh 500 hingga 700 kilometer. Baik di dalam maupun di luar kota. “Kesibukan, ya, santai di rumah. Ke mana-mana naik sepeda. Kalau nggak keluar kota, ya, daerah sini saja. Bondowoso dan Lumajang saya anggap belum luar kota,” tuturnya.

Sampai saat ini ia telah sampai di hampir seluruh kota di Jawa Timur, kemudian di Bali, Lombok, Madura, dan Banjarmasin. Selain karena menyehatkan, menjelajahi perjalanan dengan sepeda menjadi salah satu alternatif untuk menghemat pengeluaran. Bagaimana tidak, jika dibandingkan dengan kendaraan bermotor, sepeda jelas tidak membutuhkan bahan bakar. Perawatannya juga mudah. Bahkan saat rusak, Dumehno bisa memperbaiki sepedanya sendiri.

Ya, ia selalu membawa peralatan seperti ban serep, satu set kunci L, juga obeng saat bepergian. Meski demikian, sebelum memulai perjalanan, ia mewajibkan dirinya untuk terlebih dahulu mengecek kondisi sepedanya. Khususnya kondisi ban. Sebab, ban merupakan bagian sepeda yang paling berisiko. Rentan bocor.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – TEPAT 11 tahun Dumehno pensiun dari pekerjaannya sebagai pegawai PLN di Jember. Dalam menikmati masa tuanya, pria 66 tahun ini justru menyibukkan diri dengan bersepeda dari satu kota ke kota lainnya. Bahkan di luar Jawa. Dia merupakan pehobi sepeda garis keras. Dumehno rela mengurangi waktu tidurnya di rumah demi berkeliling Indonesia.

Pada akhir tahun 2021, tepatnya sejak 25 hingga 29 Desember, ia bersepeda sendirian mengunjungi kabupaten tetangga. Banyuwangi, Situbondo, dan Probolinggo dengan jarak 400 kilometer. Alasannya sederhana. Ia hanya ingin menikmati keindahan di luar rumah dan mengetahui rute jalan yang belum pernah ia tempuh. “Ditanya nggak capek, ya capek. Namanya naik sepeda. Tapi, karena senang, tidak terasa capeknya,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Jalan Teuku Umar nomor 69, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.

Baginya, sepeda yang ia beli sejak 2011 itu telah menjadi teman perjalanan dan saksi pengalamannya. Meski pada dasarnya, sebelum pensiun dia juga sempat memiliki sepeda dan berjalan-jalan di daerah tempat tinggalnya. “Sebelum pensiun sepedahan dekat-dekat saja, karena waktunya terbatas. Paling jauh Bondowoso. Setelah pensiun ini tidak ada ikatan dinas. Jadi, bebas ke mana saja,” kata kakek yang memiliki delapan cucu tersebut.

Sejak saat itulah, Dumehno mulai berpikir untuk konsisten bersepeda. Dia mengaku, dalam sebulan dirinya bisa menempuh 500 hingga 700 kilometer. Baik di dalam maupun di luar kota. “Kesibukan, ya, santai di rumah. Ke mana-mana naik sepeda. Kalau nggak keluar kota, ya, daerah sini saja. Bondowoso dan Lumajang saya anggap belum luar kota,” tuturnya.

Sampai saat ini ia telah sampai di hampir seluruh kota di Jawa Timur, kemudian di Bali, Lombok, Madura, dan Banjarmasin. Selain karena menyehatkan, menjelajahi perjalanan dengan sepeda menjadi salah satu alternatif untuk menghemat pengeluaran. Bagaimana tidak, jika dibandingkan dengan kendaraan bermotor, sepeda jelas tidak membutuhkan bahan bakar. Perawatannya juga mudah. Bahkan saat rusak, Dumehno bisa memperbaiki sepedanya sendiri.

Ya, ia selalu membawa peralatan seperti ban serep, satu set kunci L, juga obeng saat bepergian. Meski demikian, sebelum memulai perjalanan, ia mewajibkan dirinya untuk terlebih dahulu mengecek kondisi sepedanya. Khususnya kondisi ban. Sebab, ban merupakan bagian sepeda yang paling berisiko. Rentan bocor.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/