alexametrics
30.1 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Digitalisasi Bisa Jadi Solusi Pengangguran, Ini Kata Dosen Fisip Unej

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SEJATINYA, pemerintah daerah memiliki banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi angka pengangguran. Meningkatnya sektor digitalisasi, misalnya, bisa menjadi salah satu solusi. Namun, pemerintah harus mampu mendorong masyarakat agar memanfaatkan pasar digital yang sedang berkembang pesat tersebut.

Kepala Program Doktoral Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej) Supranoto menyebut, meski nantinya pandemi sudah reda atau selesai, teknologi digital itu tetap akan besar peranannya bagi kehidupan masyarakat. Ketimbang cuma mengeluh tentang dampak pandemi terhadap ketenagakerjaan, dia menyarankan, lebih baik pemerintah fokus mencari solusi untuk menekan angka pengangguran.

Cara lain, dia menambahkan, pemkab bisa bekerja sama dengan sejumlah kampus di Jember. “Duduk bersama. Lalu, membuat aplikasi yang mudah dikerjakan oleh masyarakat dengan HP mereka,” kata warga yang tinggal di Perumahan Milenia, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia juga menilai, berdasarkan pengamatannya di beberapa desa, peluang digitalisasi itu sudah banyak ditangkap oleh masyarakat. Mereka telah melakukan jual beli berbagai macam produk dengan ponsel pintar. “Aplikasi yang tersedia juga banyak. Tinggal pemda bersama stakeholder memilih dan memilah mana yang cocok dikenalkan kepada masyarakat,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SEJATINYA, pemerintah daerah memiliki banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi angka pengangguran. Meningkatnya sektor digitalisasi, misalnya, bisa menjadi salah satu solusi. Namun, pemerintah harus mampu mendorong masyarakat agar memanfaatkan pasar digital yang sedang berkembang pesat tersebut.

Kepala Program Doktoral Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej) Supranoto menyebut, meski nantinya pandemi sudah reda atau selesai, teknologi digital itu tetap akan besar peranannya bagi kehidupan masyarakat. Ketimbang cuma mengeluh tentang dampak pandemi terhadap ketenagakerjaan, dia menyarankan, lebih baik pemerintah fokus mencari solusi untuk menekan angka pengangguran.

Cara lain, dia menambahkan, pemkab bisa bekerja sama dengan sejumlah kampus di Jember. “Duduk bersama. Lalu, membuat aplikasi yang mudah dikerjakan oleh masyarakat dengan HP mereka,” kata warga yang tinggal di Perumahan Milenia, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, tersebut.

Dia juga menilai, berdasarkan pengamatannya di beberapa desa, peluang digitalisasi itu sudah banyak ditangkap oleh masyarakat. Mereka telah melakukan jual beli berbagai macam produk dengan ponsel pintar. “Aplikasi yang tersedia juga banyak. Tinggal pemda bersama stakeholder memilih dan memilah mana yang cocok dikenalkan kepada masyarakat,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – SEJATINYA, pemerintah daerah memiliki banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mengurangi angka pengangguran. Meningkatnya sektor digitalisasi, misalnya, bisa menjadi salah satu solusi. Namun, pemerintah harus mampu mendorong masyarakat agar memanfaatkan pasar digital yang sedang berkembang pesat tersebut.

Kepala Program Doktoral Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej) Supranoto menyebut, meski nantinya pandemi sudah reda atau selesai, teknologi digital itu tetap akan besar peranannya bagi kehidupan masyarakat. Ketimbang cuma mengeluh tentang dampak pandemi terhadap ketenagakerjaan, dia menyarankan, lebih baik pemerintah fokus mencari solusi untuk menekan angka pengangguran.

Cara lain, dia menambahkan, pemkab bisa bekerja sama dengan sejumlah kampus di Jember. “Duduk bersama. Lalu, membuat aplikasi yang mudah dikerjakan oleh masyarakat dengan HP mereka,” kata warga yang tinggal di Perumahan Milenia, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, tersebut.

Dia juga menilai, berdasarkan pengamatannya di beberapa desa, peluang digitalisasi itu sudah banyak ditangkap oleh masyarakat. Mereka telah melakukan jual beli berbagai macam produk dengan ponsel pintar. “Aplikasi yang tersedia juga banyak. Tinggal pemda bersama stakeholder memilih dan memilah mana yang cocok dikenalkan kepada masyarakat,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/