Dibekali Aplikasi. Masalah Baru Muncul: Petani Bingung Aplikasi Pertanian

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hampir seluruh pelayanan masyarakat kini menggunakan aplikasi digital. Tak terkecuali pelayanan bagi para petani dalam berkonsultasi, hingga menjual hasil panennya. Begitu juga yang dilakukan untuk para petani di Kabupaten Jember. Kabupaten penghasil tembakau ini juga memberlakukan aplikasi bernama Retail Management System (RMS), sebuah aplikasi yang menginformasikan ketersediaan pupuk.

Namun, tak semua petani mampu memahami seluk-beluk aplikasi tersebut. Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia (ASPPI) Jawa Timur Jumantoro mengatakan, pihaknya kurang menyetujui penggunaan sistem digital tersebut. Sebab, hal itu justru mempersulit para petani dalam mendapatkan pupuk.

Menurut dia, tidak semua petani memahami sistem baru itu. Khususnya dalam penggunaan aplikasinya. Meski belum diberlakukan secara resmi, sejauh ini Dia mengakui, sudah banyak petani yang mengeluh kepadanya lantaran tidak mampu mengikuti sistem digital tersebut. “Tidak semua petani punya anak yang kuliah atau sekolah tinggi. Jadi, tidak semua petani paham bagaimana penggunaan aplikasi itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Imam Sudarmadji menyebut, pihaknya kini tengah mengampanyekan agar semua petani mampu menggunakan aplikasi tersebut. Alasannya bukan hanya mengejar ketertinggalan sistem. Namun, juga demi memudahkan penyampaian informasi kepada para petani. “Terkait penerapan aplikasi itu, semuanya bisa diakses. Gunanya juga untuk mengetahui apakah di kios-kios terpantau adanya stok pupuk,” ungkapnya.