alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Benarkah Bupati Jember Lindungi Terpidana Korupsi ?

“Bukan maksudnya untuk melindungi koruptor. Kalau terbukti salah dan dieksekusi, ya, tidak akan kami lantik.” HENDY SISWANTO - Bupati Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dilantiknya seorang terpidana kasus korupsi, Bagus Wantoro, sebagai salah satu pejabat fungsional di Dispora Jember masih menjadi perbincangan publik. Ini menimbulkan opini di masyarakat bahwa Pemkab Jember melindungi koruptor. Bahkan Bupati Jember Hendy Siswanto sempat akan didemo, namun akhirnya batal tanpa sebab yang pasti.

Kendati desas-desus tentang Bagus Wantoro itu telah diketahui, namun pihak pemkab belum menyatakan sikapnya, apakah Bagus Wantoro diberhentikan atau tidak. “Kenapa Bagus Wantoro itu dinaikkan (dilantik, Red) lagi, karena sampai hari ini (kemarin, Red) kami belum terima salinan putusan itu,” kata Bupati Jember Hendy Siswanto saat dikonfirmasi, kemarin (6/1).

Menurut Hendy, dilantiknya Bagus Wantoro itu juga karena tidak ada kejelasan status hukum yang diterima Pemkab Jember dalam bentuk fisik. “Bukan maksudnya untuk melindungi koruptor. Kalau terbukti salah dan dieksekusi, ya, tidak akan kami lantik,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Orang nomor satu di Jember ini juga menyebut, dalam klausul surat pelantikan yang dibacanya, belum lama ini, Hendy menegaskan apabila sewaktu-waktu ada kesalahan atau kekeliruan pada surat keputusan itu, maka akan ditinjau kembali.

Dia juga mengaku sudah berkali-kali berkirim surat ke Kejaksaan Negeri (Kejari), Kejaksaan Tinggi (Kejati), hingga ke Pengadilan Tipikor. Namun, belum ada jawaban. “Kabarnya kejaksaan telah menerima salinan putusan (vonis Bagus Wantoro, Red). Insyaallah hari ini (kemarin, Red) atau besok (hari ini, Red) sudah dieksekusi,” harapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dilantiknya seorang terpidana kasus korupsi, Bagus Wantoro, sebagai salah satu pejabat fungsional di Dispora Jember masih menjadi perbincangan publik. Ini menimbulkan opini di masyarakat bahwa Pemkab Jember melindungi koruptor. Bahkan Bupati Jember Hendy Siswanto sempat akan didemo, namun akhirnya batal tanpa sebab yang pasti.

Kendati desas-desus tentang Bagus Wantoro itu telah diketahui, namun pihak pemkab belum menyatakan sikapnya, apakah Bagus Wantoro diberhentikan atau tidak. “Kenapa Bagus Wantoro itu dinaikkan (dilantik, Red) lagi, karena sampai hari ini (kemarin, Red) kami belum terima salinan putusan itu,” kata Bupati Jember Hendy Siswanto saat dikonfirmasi, kemarin (6/1).

Menurut Hendy, dilantiknya Bagus Wantoro itu juga karena tidak ada kejelasan status hukum yang diterima Pemkab Jember dalam bentuk fisik. “Bukan maksudnya untuk melindungi koruptor. Kalau terbukti salah dan dieksekusi, ya, tidak akan kami lantik,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Jember ini juga menyebut, dalam klausul surat pelantikan yang dibacanya, belum lama ini, Hendy menegaskan apabila sewaktu-waktu ada kesalahan atau kekeliruan pada surat keputusan itu, maka akan ditinjau kembali.

Dia juga mengaku sudah berkali-kali berkirim surat ke Kejaksaan Negeri (Kejari), Kejaksaan Tinggi (Kejati), hingga ke Pengadilan Tipikor. Namun, belum ada jawaban. “Kabarnya kejaksaan telah menerima salinan putusan (vonis Bagus Wantoro, Red). Insyaallah hari ini (kemarin, Red) atau besok (hari ini, Red) sudah dieksekusi,” harapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dilantiknya seorang terpidana kasus korupsi, Bagus Wantoro, sebagai salah satu pejabat fungsional di Dispora Jember masih menjadi perbincangan publik. Ini menimbulkan opini di masyarakat bahwa Pemkab Jember melindungi koruptor. Bahkan Bupati Jember Hendy Siswanto sempat akan didemo, namun akhirnya batal tanpa sebab yang pasti.

Kendati desas-desus tentang Bagus Wantoro itu telah diketahui, namun pihak pemkab belum menyatakan sikapnya, apakah Bagus Wantoro diberhentikan atau tidak. “Kenapa Bagus Wantoro itu dinaikkan (dilantik, Red) lagi, karena sampai hari ini (kemarin, Red) kami belum terima salinan putusan itu,” kata Bupati Jember Hendy Siswanto saat dikonfirmasi, kemarin (6/1).

Menurut Hendy, dilantiknya Bagus Wantoro itu juga karena tidak ada kejelasan status hukum yang diterima Pemkab Jember dalam bentuk fisik. “Bukan maksudnya untuk melindungi koruptor. Kalau terbukti salah dan dieksekusi, ya, tidak akan kami lantik,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Jember ini juga menyebut, dalam klausul surat pelantikan yang dibacanya, belum lama ini, Hendy menegaskan apabila sewaktu-waktu ada kesalahan atau kekeliruan pada surat keputusan itu, maka akan ditinjau kembali.

Dia juga mengaku sudah berkali-kali berkirim surat ke Kejaksaan Negeri (Kejari), Kejaksaan Tinggi (Kejati), hingga ke Pengadilan Tipikor. Namun, belum ada jawaban. “Kabarnya kejaksaan telah menerima salinan putusan (vonis Bagus Wantoro, Red). Insyaallah hari ini (kemarin, Red) atau besok (hari ini, Red) sudah dieksekusi,” harapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/