alexametrics
23.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Microteaching dan Sinematografi Jadi Prioritas

Guru Dituntut Ciptakan Konten Pembelajaran

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah dua semester ini pembelajaran di sejumlah lembaga pendidikan menggunakan sistem daring. Guru dan murid diwajibkan bisa beradaptasi dengan menggunakan akses digital. Dalam proses tersebut, guru juga dituntut mempertahankan kreativitas. Tidak melulu bergantung pada platform digital yang tersedia. Guru perlu melakukan banyak terobosan digital dengan menciptakan konten-konten pembelajaran yang kreatif.

Hal inilah yang mendasari CGANT Universitas Jember dalam gelaran kompetisi video pembelajaran guru. Dalam kompetisi ini, hal yang utama diperhatikan oleh guru adalah microteaching dan sinematografi. Guru dituntut untuk menciptakan konten yang bisa menginterpretasikan komunikasi langsung yang dijalin antara murid dan guru.

Prof Dafik dari FKIP Universitas Jember mengungkapkan bahwa, meskipun pembelajaran dilakukan secara daring, namun guru wajib memperhatikan gaya penyampaian materi. Itu agar murid tidak merasa bosan dengan proses pembelajaran yang disampaikan melalui daring. “Microteaching juga digunakan untuk memperbaiki keterampilan mengajar,” kata Prof Dafik.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, lanjut dia, microteaching berfungsi untuk memberikan pengalaman baru dalam belajar mengajar. Bagi guru, microteaching berfungsi memberi penyegaran keterampilan dan sebagai sarana umpan balik atas kinerja mengajarnya. Apa saja kelebihan yang perlu dipertahankan dan apa saja kekurangan yang dapat diperbaiki.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah dua semester ini pembelajaran di sejumlah lembaga pendidikan menggunakan sistem daring. Guru dan murid diwajibkan bisa beradaptasi dengan menggunakan akses digital. Dalam proses tersebut, guru juga dituntut mempertahankan kreativitas. Tidak melulu bergantung pada platform digital yang tersedia. Guru perlu melakukan banyak terobosan digital dengan menciptakan konten-konten pembelajaran yang kreatif.

Hal inilah yang mendasari CGANT Universitas Jember dalam gelaran kompetisi video pembelajaran guru. Dalam kompetisi ini, hal yang utama diperhatikan oleh guru adalah microteaching dan sinematografi. Guru dituntut untuk menciptakan konten yang bisa menginterpretasikan komunikasi langsung yang dijalin antara murid dan guru.

Prof Dafik dari FKIP Universitas Jember mengungkapkan bahwa, meskipun pembelajaran dilakukan secara daring, namun guru wajib memperhatikan gaya penyampaian materi. Itu agar murid tidak merasa bosan dengan proses pembelajaran yang disampaikan melalui daring. “Microteaching juga digunakan untuk memperbaiki keterampilan mengajar,” kata Prof Dafik.

Selain itu, lanjut dia, microteaching berfungsi untuk memberikan pengalaman baru dalam belajar mengajar. Bagi guru, microteaching berfungsi memberi penyegaran keterampilan dan sebagai sarana umpan balik atas kinerja mengajarnya. Apa saja kelebihan yang perlu dipertahankan dan apa saja kekurangan yang dapat diperbaiki.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah dua semester ini pembelajaran di sejumlah lembaga pendidikan menggunakan sistem daring. Guru dan murid diwajibkan bisa beradaptasi dengan menggunakan akses digital. Dalam proses tersebut, guru juga dituntut mempertahankan kreativitas. Tidak melulu bergantung pada platform digital yang tersedia. Guru perlu melakukan banyak terobosan digital dengan menciptakan konten-konten pembelajaran yang kreatif.

Hal inilah yang mendasari CGANT Universitas Jember dalam gelaran kompetisi video pembelajaran guru. Dalam kompetisi ini, hal yang utama diperhatikan oleh guru adalah microteaching dan sinematografi. Guru dituntut untuk menciptakan konten yang bisa menginterpretasikan komunikasi langsung yang dijalin antara murid dan guru.

Prof Dafik dari FKIP Universitas Jember mengungkapkan bahwa, meskipun pembelajaran dilakukan secara daring, namun guru wajib memperhatikan gaya penyampaian materi. Itu agar murid tidak merasa bosan dengan proses pembelajaran yang disampaikan melalui daring. “Microteaching juga digunakan untuk memperbaiki keterampilan mengajar,” kata Prof Dafik.

Selain itu, lanjut dia, microteaching berfungsi untuk memberikan pengalaman baru dalam belajar mengajar. Bagi guru, microteaching berfungsi memberi penyegaran keterampilan dan sebagai sarana umpan balik atas kinerja mengajarnya. Apa saja kelebihan yang perlu dipertahankan dan apa saja kekurangan yang dapat diperbaiki.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/