alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Kontraktor Madul Dewan, Pertanyakan Proses Lelang  

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah rekanan mengadu ke Komisi A dan C DPRD, kemarin (5/12). Mereka merasa rugi karena beberapa kali ikut tender gugur tanpa penjelasan yang memuaskan. Mereka menduga ada yang kurang beres pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkab Jember.

Menurut Direktur CV Singgih, Priambodo Ginanjar, dirinya sudah beberapa kali digugurkan saat mengikuti proses tender lelang melalui LPSE Jember. “Padahal saya selalu menduduki peringkat pertama saat proses penawaran lelang proyek, tetapi digugurkan sepihak,” ucapnya.

Dikatakan, pihaknya juga tidak diundang panitia jika akan digugurkan. Hal itu pun membuatnya geram dan menduga ada hal yang kurang beres di LPSE. “Secara tiba-tiba sudah ditentukan pemenangnya oleh LPSE Pemkab Jember. Jujur kami rugi puluhan juta rupiah, karena setiap melengkapi berkas kualifikasi, ada beberapa persyaratan berbayar,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal yang membuatnya heran, dari lima kali proses lelang yang digugurkan tersebut, menurutnya nama pemenang lelang sudah beredar dari mulut ke mulut sebelum lelang selesai. “Lima kali saya digugurkan tanpa diundang. Padahal, lelang itu kan diberitahukan kalau ada kekurangan atau apa pun,” tegasnya.

Kontraktor lain, Direktur CV Berlian, Sandy Anggoropati menjelaskan, dirinya juga mencoba mengikuti lelang cepat. Apa yang dialami Sandy berbeda dengan Priambodo. Dirinya justru tidak bisa masuk ke dalam sistem LPSE. “Tiba-tiba sudah ada empat pendaftar, rekanan itu dari luar Jember semua,” tambahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah rekanan mengadu ke Komisi A dan C DPRD, kemarin (5/12). Mereka merasa rugi karena beberapa kali ikut tender gugur tanpa penjelasan yang memuaskan. Mereka menduga ada yang kurang beres pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkab Jember.

Menurut Direktur CV Singgih, Priambodo Ginanjar, dirinya sudah beberapa kali digugurkan saat mengikuti proses tender lelang melalui LPSE Jember. “Padahal saya selalu menduduki peringkat pertama saat proses penawaran lelang proyek, tetapi digugurkan sepihak,” ucapnya.

Dikatakan, pihaknya juga tidak diundang panitia jika akan digugurkan. Hal itu pun membuatnya geram dan menduga ada hal yang kurang beres di LPSE. “Secara tiba-tiba sudah ditentukan pemenangnya oleh LPSE Pemkab Jember. Jujur kami rugi puluhan juta rupiah, karena setiap melengkapi berkas kualifikasi, ada beberapa persyaratan berbayar,” terangnya.

Hal yang membuatnya heran, dari lima kali proses lelang yang digugurkan tersebut, menurutnya nama pemenang lelang sudah beredar dari mulut ke mulut sebelum lelang selesai. “Lima kali saya digugurkan tanpa diundang. Padahal, lelang itu kan diberitahukan kalau ada kekurangan atau apa pun,” tegasnya.

Kontraktor lain, Direktur CV Berlian, Sandy Anggoropati menjelaskan, dirinya juga mencoba mengikuti lelang cepat. Apa yang dialami Sandy berbeda dengan Priambodo. Dirinya justru tidak bisa masuk ke dalam sistem LPSE. “Tiba-tiba sudah ada empat pendaftar, rekanan itu dari luar Jember semua,” tambahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah rekanan mengadu ke Komisi A dan C DPRD, kemarin (5/12). Mereka merasa rugi karena beberapa kali ikut tender gugur tanpa penjelasan yang memuaskan. Mereka menduga ada yang kurang beres pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkab Jember.

Menurut Direktur CV Singgih, Priambodo Ginanjar, dirinya sudah beberapa kali digugurkan saat mengikuti proses tender lelang melalui LPSE Jember. “Padahal saya selalu menduduki peringkat pertama saat proses penawaran lelang proyek, tetapi digugurkan sepihak,” ucapnya.

Dikatakan, pihaknya juga tidak diundang panitia jika akan digugurkan. Hal itu pun membuatnya geram dan menduga ada hal yang kurang beres di LPSE. “Secara tiba-tiba sudah ditentukan pemenangnya oleh LPSE Pemkab Jember. Jujur kami rugi puluhan juta rupiah, karena setiap melengkapi berkas kualifikasi, ada beberapa persyaratan berbayar,” terangnya.

Hal yang membuatnya heran, dari lima kali proses lelang yang digugurkan tersebut, menurutnya nama pemenang lelang sudah beredar dari mulut ke mulut sebelum lelang selesai. “Lima kali saya digugurkan tanpa diundang. Padahal, lelang itu kan diberitahukan kalau ada kekurangan atau apa pun,” tegasnya.

Kontraktor lain, Direktur CV Berlian, Sandy Anggoropati menjelaskan, dirinya juga mencoba mengikuti lelang cepat. Apa yang dialami Sandy berbeda dengan Priambodo. Dirinya justru tidak bisa masuk ke dalam sistem LPSE. “Tiba-tiba sudah ada empat pendaftar, rekanan itu dari luar Jember semua,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/