alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Waspada Pandemi Susulan Kembali di Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Jember mulai mengalami perkembangan yang signifikan, yakni terkait pandemi Covid-19. Sebab, sejak akhir Agustus hingga awal September, kasus penambahan Covid-19 mulai melandai. Hal tersebut dibuktikan dengan menurunnya risiko Kabupaten Jember dari risiko tinggi menjadi sedang.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, tercatat hanya satu kecamatan berzona kuning pada 5 September. Yakni Kecamatan Sukowono. Sementara itu, daerah lain sudah berada pada zona oranye. Tercatat, kali terakhir ada kecamatan di Jember yang berzona merah pada 25 Agustus lalu.

Sementara itu, terdata ada sebanyak 22 warga Jember yang terpapar Covid-19, kemarin (5/9). Meski begitu, jumlah pasien sembuh juga meningkat. Yakni sebanyak 28 orang. “Intinya, kita harus tetap waspada,” ungkap Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dr Alfi Yudisianto kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (5/9).

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, tercatat ada 215 kasus yang masih aktif dan masih menjalani perawatan. Sebanyak 12 di antaranya tengah menjalani isolasi di fasilitas isolasi terpusat. Selain itu, dari jumlah 15.799 kasus selama pandemi merebak di Kabupaten Jember, sejumlah 89,77 persen atau 14.182 pasien telah dinyatakan sembuh.

Meski jumlah menurun, masyarakat Jember diharapkan waspada. Sebab, tak tertutup kemungkinan dapat terpapar Covid-19 meski telah menjalani vaksinasi. Mengingat, besaran jumlah yang dinyatakan meninggal lantaran Covid-19 juga tidak sedikit. Yakni, sebanyak 1.402 atau sekitar 8,87 persen dari warga yang terpapar korona selama ini.

- Advertisement -

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Jember mulai mengalami perkembangan yang signifikan, yakni terkait pandemi Covid-19. Sebab, sejak akhir Agustus hingga awal September, kasus penambahan Covid-19 mulai melandai. Hal tersebut dibuktikan dengan menurunnya risiko Kabupaten Jember dari risiko tinggi menjadi sedang.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, tercatat hanya satu kecamatan berzona kuning pada 5 September. Yakni Kecamatan Sukowono. Sementara itu, daerah lain sudah berada pada zona oranye. Tercatat, kali terakhir ada kecamatan di Jember yang berzona merah pada 25 Agustus lalu.

Sementara itu, terdata ada sebanyak 22 warga Jember yang terpapar Covid-19, kemarin (5/9). Meski begitu, jumlah pasien sembuh juga meningkat. Yakni sebanyak 28 orang. “Intinya, kita harus tetap waspada,” ungkap Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dr Alfi Yudisianto kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (5/9).

Sementara itu, tercatat ada 215 kasus yang masih aktif dan masih menjalani perawatan. Sebanyak 12 di antaranya tengah menjalani isolasi di fasilitas isolasi terpusat. Selain itu, dari jumlah 15.799 kasus selama pandemi merebak di Kabupaten Jember, sejumlah 89,77 persen atau 14.182 pasien telah dinyatakan sembuh.

Meski jumlah menurun, masyarakat Jember diharapkan waspada. Sebab, tak tertutup kemungkinan dapat terpapar Covid-19 meski telah menjalani vaksinasi. Mengingat, besaran jumlah yang dinyatakan meninggal lantaran Covid-19 juga tidak sedikit. Yakni, sebanyak 1.402 atau sekitar 8,87 persen dari warga yang terpapar korona selama ini.

KEPATIHAN, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Jember mulai mengalami perkembangan yang signifikan, yakni terkait pandemi Covid-19. Sebab, sejak akhir Agustus hingga awal September, kasus penambahan Covid-19 mulai melandai. Hal tersebut dibuktikan dengan menurunnya risiko Kabupaten Jember dari risiko tinggi menjadi sedang.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, tercatat hanya satu kecamatan berzona kuning pada 5 September. Yakni Kecamatan Sukowono. Sementara itu, daerah lain sudah berada pada zona oranye. Tercatat, kali terakhir ada kecamatan di Jember yang berzona merah pada 25 Agustus lalu.

Sementara itu, terdata ada sebanyak 22 warga Jember yang terpapar Covid-19, kemarin (5/9). Meski begitu, jumlah pasien sembuh juga meningkat. Yakni sebanyak 28 orang. “Intinya, kita harus tetap waspada,” ungkap Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember dr Alfi Yudisianto kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (5/9).

Sementara itu, tercatat ada 215 kasus yang masih aktif dan masih menjalani perawatan. Sebanyak 12 di antaranya tengah menjalani isolasi di fasilitas isolasi terpusat. Selain itu, dari jumlah 15.799 kasus selama pandemi merebak di Kabupaten Jember, sejumlah 89,77 persen atau 14.182 pasien telah dinyatakan sembuh.

Meski jumlah menurun, masyarakat Jember diharapkan waspada. Sebab, tak tertutup kemungkinan dapat terpapar Covid-19 meski telah menjalani vaksinasi. Mengingat, besaran jumlah yang dinyatakan meninggal lantaran Covid-19 juga tidak sedikit. Yakni, sebanyak 1.402 atau sekitar 8,87 persen dari warga yang terpapar korona selama ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/