alexametrics
26.2 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Perlahan tapi Pasti, Mimpi Kerajinan Kulit Jadi Ikon Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Ketika orang berkeinginan memiliki sepatu atau sandal kulit, banyak yang harus merogoh kantong lebih dalam lagi. Sebab, untuk mendapatkan barang itu, mau tidak mau harus ke luar kota terlebih dahulu. Kerap kali sandal dan sepatu terbuat dari kulit asli di Kabupaten Jember sulit dicari, apalagi harganya tidak murah.

Hal itu kemudian menginspirasi Hendry Sen untuk menggagas usaha pembuatan sandal kulit sendiri. Langkah itu dimulai sejak Februari tahun lalu, dibantu istri dan anaknya.

Hendry menuturkan bahwa dirinya pernah bekerja sebagai desainer di perusahaan sandal dan sepatu kulit di Jakarta, sejak tahun 1988 sampai 2014 lalu. Berbekal pengalaman itu, dia mencoba peruntungan memproduksi sandal kulit sendiri. “Tidak sekadar menjual, namun sekaligus ingin menumbuhkan kecintaan warga Jember terhadap barang dari kulit, sehingga semua kalangan bisa memakai,” kata Hendry.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dirinya memiliki cara tersendiri untuk memasarkan sandal tersebut. Yakni dengan menempatkan barang dagangan di kaca pintu belakang mobil mulai pukul 10.00 hingga sore hari. Selain itu, untuk lebih menarik perhatian pengendara kendaraan bermotor, Hendry sengaja memasang sandal kulit berukuran raksasa.

Filia, istri Hendry, menuturkan, proses pembuatan sandal kulit dilakukan dari pagi sampai malam hari di rumahnya. Harga sandal tersebut bervariasi, bergantung pada bahannya. Misalnya dari kulit asli, semi kulit, kulit sintetis, dan oscar. “Harga paling murah Rp 100 ribu dan termahal Rp 210 ribu,” imbuhnya.

- Advertisement -

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Ketika orang berkeinginan memiliki sepatu atau sandal kulit, banyak yang harus merogoh kantong lebih dalam lagi. Sebab, untuk mendapatkan barang itu, mau tidak mau harus ke luar kota terlebih dahulu. Kerap kali sandal dan sepatu terbuat dari kulit asli di Kabupaten Jember sulit dicari, apalagi harganya tidak murah.

Hal itu kemudian menginspirasi Hendry Sen untuk menggagas usaha pembuatan sandal kulit sendiri. Langkah itu dimulai sejak Februari tahun lalu, dibantu istri dan anaknya.

Hendry menuturkan bahwa dirinya pernah bekerja sebagai desainer di perusahaan sandal dan sepatu kulit di Jakarta, sejak tahun 1988 sampai 2014 lalu. Berbekal pengalaman itu, dia mencoba peruntungan memproduksi sandal kulit sendiri. “Tidak sekadar menjual, namun sekaligus ingin menumbuhkan kecintaan warga Jember terhadap barang dari kulit, sehingga semua kalangan bisa memakai,” kata Hendry.

Dirinya memiliki cara tersendiri untuk memasarkan sandal tersebut. Yakni dengan menempatkan barang dagangan di kaca pintu belakang mobil mulai pukul 10.00 hingga sore hari. Selain itu, untuk lebih menarik perhatian pengendara kendaraan bermotor, Hendry sengaja memasang sandal kulit berukuran raksasa.

Filia, istri Hendry, menuturkan, proses pembuatan sandal kulit dilakukan dari pagi sampai malam hari di rumahnya. Harga sandal tersebut bervariasi, bergantung pada bahannya. Misalnya dari kulit asli, semi kulit, kulit sintetis, dan oscar. “Harga paling murah Rp 100 ribu dan termahal Rp 210 ribu,” imbuhnya.

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Ketika orang berkeinginan memiliki sepatu atau sandal kulit, banyak yang harus merogoh kantong lebih dalam lagi. Sebab, untuk mendapatkan barang itu, mau tidak mau harus ke luar kota terlebih dahulu. Kerap kali sandal dan sepatu terbuat dari kulit asli di Kabupaten Jember sulit dicari, apalagi harganya tidak murah.

Hal itu kemudian menginspirasi Hendry Sen untuk menggagas usaha pembuatan sandal kulit sendiri. Langkah itu dimulai sejak Februari tahun lalu, dibantu istri dan anaknya.

Hendry menuturkan bahwa dirinya pernah bekerja sebagai desainer di perusahaan sandal dan sepatu kulit di Jakarta, sejak tahun 1988 sampai 2014 lalu. Berbekal pengalaman itu, dia mencoba peruntungan memproduksi sandal kulit sendiri. “Tidak sekadar menjual, namun sekaligus ingin menumbuhkan kecintaan warga Jember terhadap barang dari kulit, sehingga semua kalangan bisa memakai,” kata Hendry.

Dirinya memiliki cara tersendiri untuk memasarkan sandal tersebut. Yakni dengan menempatkan barang dagangan di kaca pintu belakang mobil mulai pukul 10.00 hingga sore hari. Selain itu, untuk lebih menarik perhatian pengendara kendaraan bermotor, Hendry sengaja memasang sandal kulit berukuran raksasa.

Filia, istri Hendry, menuturkan, proses pembuatan sandal kulit dilakukan dari pagi sampai malam hari di rumahnya. Harga sandal tersebut bervariasi, bergantung pada bahannya. Misalnya dari kulit asli, semi kulit, kulit sintetis, dan oscar. “Harga paling murah Rp 100 ribu dan termahal Rp 210 ribu,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/