alexametrics
20.1 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Jawaban Bank Mandiri ke Bu Risma Terkait Penyaluran Bantuan yang Tersendat

Bu Risma Kepada Bank Mandiri: Mosok tiga ribu sekian itu tidak hadir? Saya tidak percaya

Mobile_AP_Rectangle 1

Sebanyak 2.913 kartu yang belum terdistribusikan tersebut diberi waktu dua hari diselesaikan. “Kami sudah ada di 31 kantor kecamatan. Ternyata masih banyak yang tidak ambil,” tuturnya. Akhirnya, kata dia, untuk pengambilan kartu bisa di Bank Mandiri Cabang yaitu di Alun-Alun Jember. “Akhirnya, kami buka loket di Mandiri alun-alun,” terangnya.

Posisi berapa jumlah yang sudah diambil atau tersalurkan, menurutnya, sekitar 63 persen dari 2.913. “Posisi kemarin (Kamis, 2/9, Red) sekitar 65 persen,” terangnya. Untuk mengatasi tersebut, pada hari Selasa–Sabtu, 7–11 September, besok pihaknya kembali membuka di kantor kecamatan dengan harapan 35 persen kartu yang belum diambil bisa terdistribusi.

Dia menjelaskan mengapa ribuan kartu KPM belum terdistribusikan. Menurut Yuli, sejak awal, yaitu Februari sampai dengan Agustus, pihaknya terus berupaya melakukan distribusi melalui empat tahap. Pertama diambil di balai desa sebanyak 245 desa/kelurahan di Jember. “Semua desa kami datangi. Satu sampai dua hari ada di balai desa, ternyata masih ada sisa,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selanjutnya, dibuka lagi di kantor kecamatan 1–4 hari, juga masih ada KPM yang belum mengambil. “Gak habis di kecamatan, maka menyalurkan di Bank Mandiri terdekat dengan KPM 7–10 hari, juga tidak habis. Selanjutnya, di Bank Mandiri alun-alun,” akunya.

Dia mengakui, pada saat distribusi pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos), tidak langsung koordinasi dengan pendamping yang tersebar di setiap kecamatan. “Menetapkan jadwal itu dari Dinsos. Komunikasi kami juga ke kecamatan dan kelurahan. Pendamping itu juga bagian dari Dinsos,’ terangnya.

Dia menjelaskan, tidak ada petugas secara khusus di setiap kecamatan bila ada KPM penerima kartu itu bermasalah seperti salah pin dan lainnya. “Kalau ada masalah, datang ke Bank Mandiri terdekat,” tuturnya.

Yuli juga mengaku, ada grup WA yang berisi Dinsos, Kantor Mandiri Pusat, dan pendamping. Selain itu, juga sudah ada tim yang menangani kendala ATM, penanggung jawab distribusi, hingga tim yang menangani komplain di setiap cabang.

Reporter : Dwi Siswanto
Fotografer : Dwi Siswanto
Editor : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Sebanyak 2.913 kartu yang belum terdistribusikan tersebut diberi waktu dua hari diselesaikan. “Kami sudah ada di 31 kantor kecamatan. Ternyata masih banyak yang tidak ambil,” tuturnya. Akhirnya, kata dia, untuk pengambilan kartu bisa di Bank Mandiri Cabang yaitu di Alun-Alun Jember. “Akhirnya, kami buka loket di Mandiri alun-alun,” terangnya.

Posisi berapa jumlah yang sudah diambil atau tersalurkan, menurutnya, sekitar 63 persen dari 2.913. “Posisi kemarin (Kamis, 2/9, Red) sekitar 65 persen,” terangnya. Untuk mengatasi tersebut, pada hari Selasa–Sabtu, 7–11 September, besok pihaknya kembali membuka di kantor kecamatan dengan harapan 35 persen kartu yang belum diambil bisa terdistribusi.

Dia menjelaskan mengapa ribuan kartu KPM belum terdistribusikan. Menurut Yuli, sejak awal, yaitu Februari sampai dengan Agustus, pihaknya terus berupaya melakukan distribusi melalui empat tahap. Pertama diambil di balai desa sebanyak 245 desa/kelurahan di Jember. “Semua desa kami datangi. Satu sampai dua hari ada di balai desa, ternyata masih ada sisa,” paparnya.

Selanjutnya, dibuka lagi di kantor kecamatan 1–4 hari, juga masih ada KPM yang belum mengambil. “Gak habis di kecamatan, maka menyalurkan di Bank Mandiri terdekat dengan KPM 7–10 hari, juga tidak habis. Selanjutnya, di Bank Mandiri alun-alun,” akunya.

Dia mengakui, pada saat distribusi pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos), tidak langsung koordinasi dengan pendamping yang tersebar di setiap kecamatan. “Menetapkan jadwal itu dari Dinsos. Komunikasi kami juga ke kecamatan dan kelurahan. Pendamping itu juga bagian dari Dinsos,’ terangnya.

Dia menjelaskan, tidak ada petugas secara khusus di setiap kecamatan bila ada KPM penerima kartu itu bermasalah seperti salah pin dan lainnya. “Kalau ada masalah, datang ke Bank Mandiri terdekat,” tuturnya.

Yuli juga mengaku, ada grup WA yang berisi Dinsos, Kantor Mandiri Pusat, dan pendamping. Selain itu, juga sudah ada tim yang menangani kendala ATM, penanggung jawab distribusi, hingga tim yang menangani komplain di setiap cabang.

Reporter : Dwi Siswanto
Fotografer : Dwi Siswanto
Editor : Mahrus Sholih

Sebanyak 2.913 kartu yang belum terdistribusikan tersebut diberi waktu dua hari diselesaikan. “Kami sudah ada di 31 kantor kecamatan. Ternyata masih banyak yang tidak ambil,” tuturnya. Akhirnya, kata dia, untuk pengambilan kartu bisa di Bank Mandiri Cabang yaitu di Alun-Alun Jember. “Akhirnya, kami buka loket di Mandiri alun-alun,” terangnya.

Posisi berapa jumlah yang sudah diambil atau tersalurkan, menurutnya, sekitar 63 persen dari 2.913. “Posisi kemarin (Kamis, 2/9, Red) sekitar 65 persen,” terangnya. Untuk mengatasi tersebut, pada hari Selasa–Sabtu, 7–11 September, besok pihaknya kembali membuka di kantor kecamatan dengan harapan 35 persen kartu yang belum diambil bisa terdistribusi.

Dia menjelaskan mengapa ribuan kartu KPM belum terdistribusikan. Menurut Yuli, sejak awal, yaitu Februari sampai dengan Agustus, pihaknya terus berupaya melakukan distribusi melalui empat tahap. Pertama diambil di balai desa sebanyak 245 desa/kelurahan di Jember. “Semua desa kami datangi. Satu sampai dua hari ada di balai desa, ternyata masih ada sisa,” paparnya.

Selanjutnya, dibuka lagi di kantor kecamatan 1–4 hari, juga masih ada KPM yang belum mengambil. “Gak habis di kecamatan, maka menyalurkan di Bank Mandiri terdekat dengan KPM 7–10 hari, juga tidak habis. Selanjutnya, di Bank Mandiri alun-alun,” akunya.

Dia mengakui, pada saat distribusi pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos), tidak langsung koordinasi dengan pendamping yang tersebar di setiap kecamatan. “Menetapkan jadwal itu dari Dinsos. Komunikasi kami juga ke kecamatan dan kelurahan. Pendamping itu juga bagian dari Dinsos,’ terangnya.

Dia menjelaskan, tidak ada petugas secara khusus di setiap kecamatan bila ada KPM penerima kartu itu bermasalah seperti salah pin dan lainnya. “Kalau ada masalah, datang ke Bank Mandiri terdekat,” tuturnya.

Yuli juga mengaku, ada grup WA yang berisi Dinsos, Kantor Mandiri Pusat, dan pendamping. Selain itu, juga sudah ada tim yang menangani kendala ATM, penanggung jawab distribusi, hingga tim yang menangani komplain di setiap cabang.

Reporter : Dwi Siswanto
Fotografer : Dwi Siswanto
Editor : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/