alexametrics
27.9 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Bank Mandiri dan Pemkab Tidak Kompak Soal Pencairan Dana Bansos di Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – ALOTNYA pencairan bantuan terhadap keluarga penerima manfaat (KPM) diakui sudah berlangsung cukup lama. Ada banyak faktor yang membuat pencairan lelet hingga menyisakan belasan ribu kartu keluarga sejahtera (KKS) yang masih tersimpan di gudang. Salah satunya adalah penerapan regulasi yang diberlakukan antara nasabah penerima bansos dengan nasabah reguler atau nasabah bank. KKS ini berfungsi layaknya ATM yang menjadi sarana mencairkan bantuan.

“Tidak bisa disamakan dengan reguler. Uang itu milik pemerintah melalui kementerian untuk warga,” kata Puput Indra Satria, Koordinator Pendamping PKH Wilayah 3 Jember. Menurut dia, sebenarnya aturan mengenai pencairan itu sudah ada dan jelas, berikut petunjuk teknisnya. Dia memperkirakan, sejauh ini kurang tersosialisasikan. Sehingga yang terjadi di lapangan, pencairan ribet dan menyulitkan KPM. Mereka tidak bisa mencairkan di bank kantor cabang pembantu di kecamatan-kecamatan, namun harus ke kota atau kabupaten.

Belum lagi, KPM yang jauh-jauh dari desa, pelosok pinggiran, ke kota untuk mencairkan. Setibanya di lokasi, lanjut dia, belum tentu bisa langsung cair. Kadang persoalan NIK yang tidak tembus, dan berbagi kekakuan lainnya. “Akhirnya, KPM dibuat pingpong. Ini juga menambah beban teman-teman PKH, karena KPM wadul ke PKH,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Seharusnya, kata Puput, tugas perbankan hanya menyalurkan pencairan bantuan itu, bukan mengurus bantuannya. Hal itu yang selama ini dinilainya sangat menghambat pencairan bantuan dana untuk KPM. “Tidak heran kalau Bu Risma kemarin ke Jember marah-marah, karena memang kondisinya seperti itu,” ucapnya.

Dia melanjutkan, kabarnya hari ini, Senin (6/9), pihaknya bakal berkoordinasi dengan pihak perbankan dan Dinas Sosial guna membahas kelanjutan dan pencairan bantuan dana yang sempat ngendon itu. Sebab, berdasarkan informasi, masih ada belasan ribu KKS yang belum terdistribusi. “Senin besok (hari ini, Red) dirapatkan, rencananya dikumpulkan semuanya. Semoga ini bisa segera selesai,” harapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – ALOTNYA pencairan bantuan terhadap keluarga penerima manfaat (KPM) diakui sudah berlangsung cukup lama. Ada banyak faktor yang membuat pencairan lelet hingga menyisakan belasan ribu kartu keluarga sejahtera (KKS) yang masih tersimpan di gudang. Salah satunya adalah penerapan regulasi yang diberlakukan antara nasabah penerima bansos dengan nasabah reguler atau nasabah bank. KKS ini berfungsi layaknya ATM yang menjadi sarana mencairkan bantuan.

“Tidak bisa disamakan dengan reguler. Uang itu milik pemerintah melalui kementerian untuk warga,” kata Puput Indra Satria, Koordinator Pendamping PKH Wilayah 3 Jember. Menurut dia, sebenarnya aturan mengenai pencairan itu sudah ada dan jelas, berikut petunjuk teknisnya. Dia memperkirakan, sejauh ini kurang tersosialisasikan. Sehingga yang terjadi di lapangan, pencairan ribet dan menyulitkan KPM. Mereka tidak bisa mencairkan di bank kantor cabang pembantu di kecamatan-kecamatan, namun harus ke kota atau kabupaten.

Belum lagi, KPM yang jauh-jauh dari desa, pelosok pinggiran, ke kota untuk mencairkan. Setibanya di lokasi, lanjut dia, belum tentu bisa langsung cair. Kadang persoalan NIK yang tidak tembus, dan berbagi kekakuan lainnya. “Akhirnya, KPM dibuat pingpong. Ini juga menambah beban teman-teman PKH, karena KPM wadul ke PKH,” ungkapnya.

Seharusnya, kata Puput, tugas perbankan hanya menyalurkan pencairan bantuan itu, bukan mengurus bantuannya. Hal itu yang selama ini dinilainya sangat menghambat pencairan bantuan dana untuk KPM. “Tidak heran kalau Bu Risma kemarin ke Jember marah-marah, karena memang kondisinya seperti itu,” ucapnya.

Dia melanjutkan, kabarnya hari ini, Senin (6/9), pihaknya bakal berkoordinasi dengan pihak perbankan dan Dinas Sosial guna membahas kelanjutan dan pencairan bantuan dana yang sempat ngendon itu. Sebab, berdasarkan informasi, masih ada belasan ribu KKS yang belum terdistribusi. “Senin besok (hari ini, Red) dirapatkan, rencananya dikumpulkan semuanya. Semoga ini bisa segera selesai,” harapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – ALOTNYA pencairan bantuan terhadap keluarga penerima manfaat (KPM) diakui sudah berlangsung cukup lama. Ada banyak faktor yang membuat pencairan lelet hingga menyisakan belasan ribu kartu keluarga sejahtera (KKS) yang masih tersimpan di gudang. Salah satunya adalah penerapan regulasi yang diberlakukan antara nasabah penerima bansos dengan nasabah reguler atau nasabah bank. KKS ini berfungsi layaknya ATM yang menjadi sarana mencairkan bantuan.

“Tidak bisa disamakan dengan reguler. Uang itu milik pemerintah melalui kementerian untuk warga,” kata Puput Indra Satria, Koordinator Pendamping PKH Wilayah 3 Jember. Menurut dia, sebenarnya aturan mengenai pencairan itu sudah ada dan jelas, berikut petunjuk teknisnya. Dia memperkirakan, sejauh ini kurang tersosialisasikan. Sehingga yang terjadi di lapangan, pencairan ribet dan menyulitkan KPM. Mereka tidak bisa mencairkan di bank kantor cabang pembantu di kecamatan-kecamatan, namun harus ke kota atau kabupaten.

Belum lagi, KPM yang jauh-jauh dari desa, pelosok pinggiran, ke kota untuk mencairkan. Setibanya di lokasi, lanjut dia, belum tentu bisa langsung cair. Kadang persoalan NIK yang tidak tembus, dan berbagi kekakuan lainnya. “Akhirnya, KPM dibuat pingpong. Ini juga menambah beban teman-teman PKH, karena KPM wadul ke PKH,” ungkapnya.

Seharusnya, kata Puput, tugas perbankan hanya menyalurkan pencairan bantuan itu, bukan mengurus bantuannya. Hal itu yang selama ini dinilainya sangat menghambat pencairan bantuan dana untuk KPM. “Tidak heran kalau Bu Risma kemarin ke Jember marah-marah, karena memang kondisinya seperti itu,” ucapnya.

Dia melanjutkan, kabarnya hari ini, Senin (6/9), pihaknya bakal berkoordinasi dengan pihak perbankan dan Dinas Sosial guna membahas kelanjutan dan pencairan bantuan dana yang sempat ngendon itu. Sebab, berdasarkan informasi, masih ada belasan ribu KKS yang belum terdistribusi. “Senin besok (hari ini, Red) dirapatkan, rencananya dikumpulkan semuanya. Semoga ini bisa segera selesai,” harapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/