alexametrics
22.3 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Warisan dan Kenangan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah 20 tahun atau dua dekade Jember Fashion Carnaval (JFC) ada di tengah-tengah masyarakat Jember dan Indonesia. Menjadi pelopor kebangkitan fashion. Ribuan talent sudah siap memukau setiap pasang mata yang melihat.

BACA JUGA : Ombak Laut Selatan Jember di Puger Makin Menggila, Nelayan Diminta Waspada

Hari ini (6/8) adalah hari pertama JFC digelar dan akan berakhir esok hari. Sebelumnya, Manager Event Director Fefi Nurdiana Widjayanti melaporkan, menjelang H-1 persiapan sudah siap 90 persen. Gladi bersih berlangsung mulai kemarin sore dan akan dilanjutkan malam ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Banyak kejutan yang akan dipertunjukkan selama dua hari gelaran JFC. Ada beberapa perbedaan JFC tahun ini dengan sebelum-sebelumnya. Jika dulu selalu digeber siang hari, kini ada yang digelar malam hari, yaitu saat Grand Carnival. Selain itu, kategori World Kids Carnival (WKC) juga menjadi yang pertama mewarnai catwalk JFC. Salah satu makna dari dicetuskannya WKC adalah sebagai lambang perdamaian anak-anak sedunia.

Tema JFC “The Legacy” mempunyai makna warisan yang bisa diartikan sebagai dua hal. Pertama, bisa dimaknai sebagai warisan budaya Indonesia. Ini tergambar dari setiap kostum yang diperagakan para talent, memiliki unsur budaya. Mewakili identitas yang dimiliki oleh berbagai daerah. Misalnya saja Madura, Betawi, Jawa Barat, dan sebagainya.

Kedua, “The Legacy” bisa dimaknai warisan dari mendiang Dynand Fariz sebagai pencetus lahirnya JFC sekaligus Presiden JFC sebelumnya. Sehingga, ada beberapa tema defile yang masih dipertahankan hingga saat ini untuk mengenangnya. Ada sembilan tema terbaik di pelaksanaan 2011 sampai 2019. Satu tema baru yakni Posaidone. “Defile-defile sebelumnya kami angkat kembali. Karena saat itu mendiang (Dynand Fariz, Red) masih ada,” ucap Fefi saat melakukan gladi bersih, kemarin (5/8), di Alun-Alun Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah 20 tahun atau dua dekade Jember Fashion Carnaval (JFC) ada di tengah-tengah masyarakat Jember dan Indonesia. Menjadi pelopor kebangkitan fashion. Ribuan talent sudah siap memukau setiap pasang mata yang melihat.

BACA JUGA : Ombak Laut Selatan Jember di Puger Makin Menggila, Nelayan Diminta Waspada

Hari ini (6/8) adalah hari pertama JFC digelar dan akan berakhir esok hari. Sebelumnya, Manager Event Director Fefi Nurdiana Widjayanti melaporkan, menjelang H-1 persiapan sudah siap 90 persen. Gladi bersih berlangsung mulai kemarin sore dan akan dilanjutkan malam ini.

Banyak kejutan yang akan dipertunjukkan selama dua hari gelaran JFC. Ada beberapa perbedaan JFC tahun ini dengan sebelum-sebelumnya. Jika dulu selalu digeber siang hari, kini ada yang digelar malam hari, yaitu saat Grand Carnival. Selain itu, kategori World Kids Carnival (WKC) juga menjadi yang pertama mewarnai catwalk JFC. Salah satu makna dari dicetuskannya WKC adalah sebagai lambang perdamaian anak-anak sedunia.

Tema JFC “The Legacy” mempunyai makna warisan yang bisa diartikan sebagai dua hal. Pertama, bisa dimaknai sebagai warisan budaya Indonesia. Ini tergambar dari setiap kostum yang diperagakan para talent, memiliki unsur budaya. Mewakili identitas yang dimiliki oleh berbagai daerah. Misalnya saja Madura, Betawi, Jawa Barat, dan sebagainya.

Kedua, “The Legacy” bisa dimaknai warisan dari mendiang Dynand Fariz sebagai pencetus lahirnya JFC sekaligus Presiden JFC sebelumnya. Sehingga, ada beberapa tema defile yang masih dipertahankan hingga saat ini untuk mengenangnya. Ada sembilan tema terbaik di pelaksanaan 2011 sampai 2019. Satu tema baru yakni Posaidone. “Defile-defile sebelumnya kami angkat kembali. Karena saat itu mendiang (Dynand Fariz, Red) masih ada,” ucap Fefi saat melakukan gladi bersih, kemarin (5/8), di Alun-Alun Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah 20 tahun atau dua dekade Jember Fashion Carnaval (JFC) ada di tengah-tengah masyarakat Jember dan Indonesia. Menjadi pelopor kebangkitan fashion. Ribuan talent sudah siap memukau setiap pasang mata yang melihat.

BACA JUGA : Ombak Laut Selatan Jember di Puger Makin Menggila, Nelayan Diminta Waspada

Hari ini (6/8) adalah hari pertama JFC digelar dan akan berakhir esok hari. Sebelumnya, Manager Event Director Fefi Nurdiana Widjayanti melaporkan, menjelang H-1 persiapan sudah siap 90 persen. Gladi bersih berlangsung mulai kemarin sore dan akan dilanjutkan malam ini.

Banyak kejutan yang akan dipertunjukkan selama dua hari gelaran JFC. Ada beberapa perbedaan JFC tahun ini dengan sebelum-sebelumnya. Jika dulu selalu digeber siang hari, kini ada yang digelar malam hari, yaitu saat Grand Carnival. Selain itu, kategori World Kids Carnival (WKC) juga menjadi yang pertama mewarnai catwalk JFC. Salah satu makna dari dicetuskannya WKC adalah sebagai lambang perdamaian anak-anak sedunia.

Tema JFC “The Legacy” mempunyai makna warisan yang bisa diartikan sebagai dua hal. Pertama, bisa dimaknai sebagai warisan budaya Indonesia. Ini tergambar dari setiap kostum yang diperagakan para talent, memiliki unsur budaya. Mewakili identitas yang dimiliki oleh berbagai daerah. Misalnya saja Madura, Betawi, Jawa Barat, dan sebagainya.

Kedua, “The Legacy” bisa dimaknai warisan dari mendiang Dynand Fariz sebagai pencetus lahirnya JFC sekaligus Presiden JFC sebelumnya. Sehingga, ada beberapa tema defile yang masih dipertahankan hingga saat ini untuk mengenangnya. Ada sembilan tema terbaik di pelaksanaan 2011 sampai 2019. Satu tema baru yakni Posaidone. “Defile-defile sebelumnya kami angkat kembali. Karena saat itu mendiang (Dynand Fariz, Red) masih ada,” ucap Fefi saat melakukan gladi bersih, kemarin (5/8), di Alun-Alun Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/