alexametrics
21.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Ngeyel Mlebu Gang, Keplak! Ada 45 Orang Positif Korona

Dirikan Dapur Umum Bantu Warga Isoman

Mobile_AP_Rectangle 1

SEMBORO, RADARJEMBER.ID – Sebuah gang di Dusun Kendalan, Desa/Kecamatan Semboro Jember, dipasangi spanduk oleh warga. Kata-katanya memang terdengar sarkas. Namun, sebenarnya isinya merupakan bentuk larangan keras kepada siapa saja agar tidak memasuki perkampungan itu. Sebab, sebanyak 45 warga diketahui terpapar korona sekitar sepuluh hari lalu, dan sebelumnya lima orang meninggal.

Pandemi yang merangsek di perkampungan itu membuat warga serta pemerintah desa kompak untuk melakukan lockdown lokal. Maka dari itu, warga memasang spanduk bertuliskan “dilarang masuk, ngeyel keplak!” Banner itu membentang menutup jalan dusun yang masuk ke permukiman warga.

Ihwal lockdown di kampung Kendalan itu, pada mulanya ada lima warga yang meninggal. Dari situ, Satgas Penanganan Covid-19 melakukan tracing, testing, dan treatment (3T). Saat itu diketahui ada 45 orang dalam satu gang yang ternyata positif korona. Agar virus tidak terus menyebar, 45 orang tersebut kemudian melakukan isolasi mandiri (isoman).

Mobile_AP_Rectangle 2

Wakil Ketua DPRD Jember Dedy Dwi Setiawan yang turun ke lokasi menyebut, langkah cepat memang harus dilakukan untuk mengatasinya. “Jalan di gang Dusun Kendalan Jember ditutup. Ini dilakukan setelah diketahui ada 45 orang terpapar dan sebelumnya lima orang meninggal,” katanya.

Dedy yang turun bersama Kepala Desa Semboro Jember Antoni dan Kepala Dusun Kendalan Jember meminta agar Pemkab Jember atau Satgas Covid-19 memberi perhatian penuh serta pendampingan. “Kami mengapresiasi langkah pemkab dan desa, karena sudah melakukan tracing dengan cepat. Kini, penanganan sampai warga sembuh harus terus dilakukan,” katanya.

Kondisi di lapangan, pasca-ditemukannya 45 orang positif korona tak bisa ditinggal begitu saja. Untuk itu, tim medis dari pemkab diharapkan juga ada yang ikut melakukan pendampingan. “Ada juga relawan yang melakukan pendampingan. Sebelum dibuka, diharapkan agar warga yang isoman dipastikan kesembuhannya,” tuturnya.

Dengan ditutupnya Gang Kendalan Jember, tidak semua orang bebas masuk sampai dinyatakan aman. Sementara itu, 45 orang yang isoman tentu membutuhkan bantuan. Demi mendorong penanganan pandemi sampai tuntas, di sekitar lokasi didirikan dapur umum untuk ransum warga yang isoman. “Dapur umum akan terus ada sampai warga sembuh,” ujar Antoni.

- Advertisement -

SEMBORO, RADARJEMBER.ID – Sebuah gang di Dusun Kendalan, Desa/Kecamatan Semboro Jember, dipasangi spanduk oleh warga. Kata-katanya memang terdengar sarkas. Namun, sebenarnya isinya merupakan bentuk larangan keras kepada siapa saja agar tidak memasuki perkampungan itu. Sebab, sebanyak 45 warga diketahui terpapar korona sekitar sepuluh hari lalu, dan sebelumnya lima orang meninggal.

Pandemi yang merangsek di perkampungan itu membuat warga serta pemerintah desa kompak untuk melakukan lockdown lokal. Maka dari itu, warga memasang spanduk bertuliskan “dilarang masuk, ngeyel keplak!” Banner itu membentang menutup jalan dusun yang masuk ke permukiman warga.

Ihwal lockdown di kampung Kendalan itu, pada mulanya ada lima warga yang meninggal. Dari situ, Satgas Penanganan Covid-19 melakukan tracing, testing, dan treatment (3T). Saat itu diketahui ada 45 orang dalam satu gang yang ternyata positif korona. Agar virus tidak terus menyebar, 45 orang tersebut kemudian melakukan isolasi mandiri (isoman).

Wakil Ketua DPRD Jember Dedy Dwi Setiawan yang turun ke lokasi menyebut, langkah cepat memang harus dilakukan untuk mengatasinya. “Jalan di gang Dusun Kendalan Jember ditutup. Ini dilakukan setelah diketahui ada 45 orang terpapar dan sebelumnya lima orang meninggal,” katanya.

Dedy yang turun bersama Kepala Desa Semboro Jember Antoni dan Kepala Dusun Kendalan Jember meminta agar Pemkab Jember atau Satgas Covid-19 memberi perhatian penuh serta pendampingan. “Kami mengapresiasi langkah pemkab dan desa, karena sudah melakukan tracing dengan cepat. Kini, penanganan sampai warga sembuh harus terus dilakukan,” katanya.

Kondisi di lapangan, pasca-ditemukannya 45 orang positif korona tak bisa ditinggal begitu saja. Untuk itu, tim medis dari pemkab diharapkan juga ada yang ikut melakukan pendampingan. “Ada juga relawan yang melakukan pendampingan. Sebelum dibuka, diharapkan agar warga yang isoman dipastikan kesembuhannya,” tuturnya.

Dengan ditutupnya Gang Kendalan Jember, tidak semua orang bebas masuk sampai dinyatakan aman. Sementara itu, 45 orang yang isoman tentu membutuhkan bantuan. Demi mendorong penanganan pandemi sampai tuntas, di sekitar lokasi didirikan dapur umum untuk ransum warga yang isoman. “Dapur umum akan terus ada sampai warga sembuh,” ujar Antoni.

SEMBORO, RADARJEMBER.ID – Sebuah gang di Dusun Kendalan, Desa/Kecamatan Semboro Jember, dipasangi spanduk oleh warga. Kata-katanya memang terdengar sarkas. Namun, sebenarnya isinya merupakan bentuk larangan keras kepada siapa saja agar tidak memasuki perkampungan itu. Sebab, sebanyak 45 warga diketahui terpapar korona sekitar sepuluh hari lalu, dan sebelumnya lima orang meninggal.

Pandemi yang merangsek di perkampungan itu membuat warga serta pemerintah desa kompak untuk melakukan lockdown lokal. Maka dari itu, warga memasang spanduk bertuliskan “dilarang masuk, ngeyel keplak!” Banner itu membentang menutup jalan dusun yang masuk ke permukiman warga.

Ihwal lockdown di kampung Kendalan itu, pada mulanya ada lima warga yang meninggal. Dari situ, Satgas Penanganan Covid-19 melakukan tracing, testing, dan treatment (3T). Saat itu diketahui ada 45 orang dalam satu gang yang ternyata positif korona. Agar virus tidak terus menyebar, 45 orang tersebut kemudian melakukan isolasi mandiri (isoman).

Wakil Ketua DPRD Jember Dedy Dwi Setiawan yang turun ke lokasi menyebut, langkah cepat memang harus dilakukan untuk mengatasinya. “Jalan di gang Dusun Kendalan Jember ditutup. Ini dilakukan setelah diketahui ada 45 orang terpapar dan sebelumnya lima orang meninggal,” katanya.

Dedy yang turun bersama Kepala Desa Semboro Jember Antoni dan Kepala Dusun Kendalan Jember meminta agar Pemkab Jember atau Satgas Covid-19 memberi perhatian penuh serta pendampingan. “Kami mengapresiasi langkah pemkab dan desa, karena sudah melakukan tracing dengan cepat. Kini, penanganan sampai warga sembuh harus terus dilakukan,” katanya.

Kondisi di lapangan, pasca-ditemukannya 45 orang positif korona tak bisa ditinggal begitu saja. Untuk itu, tim medis dari pemkab diharapkan juga ada yang ikut melakukan pendampingan. “Ada juga relawan yang melakukan pendampingan. Sebelum dibuka, diharapkan agar warga yang isoman dipastikan kesembuhannya,” tuturnya.

Dengan ditutupnya Gang Kendalan Jember, tidak semua orang bebas masuk sampai dinyatakan aman. Sementara itu, 45 orang yang isoman tentu membutuhkan bantuan. Demi mendorong penanganan pandemi sampai tuntas, di sekitar lokasi didirikan dapur umum untuk ransum warga yang isoman. “Dapur umum akan terus ada sampai warga sembuh,” ujar Antoni.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/