alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Mandiri, Warga Sterilkan Lingkungan Sendiri

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Kasus kematian mendadak pria penghuni kos di Jalan Sumatera, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari Jember, membuat warga setempat kian waspada. Apalagi, di kawasan itu juga sudah banyak warga yang terpapar korona. Oleh karenanya, untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19, warga berinisiatif melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri.

Siang itu, di perkampungan padat penduduk Jalan Sumatera Jember, Eko dibantu temannya tampak sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk penyemprotan disinfektan. “Jas hujannya cuma satu, Pak! Pakai helm saja,” ucap Eko kepada temannya tersebut.

Bergantian, Eko dan rekannya itu menyemprotkan cairan disinfektan di sejumlah perkampungan. Menyusuri gang-gang kecil, dua pria itu senantiasa mensterilkan permukiman dari ancaman virus-virus yang berada di lingkungan rumah warga terutama virus Covid-19 . “Bagian dalam mau disemprot apa tidak?” tanya Eko kepada pemilik rumah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam penyemprotan tersebut, Eko selalu izin apakah diperbolehkan menyemprot sampai ke dalam rumah. Tidak hanya rumah warga, tapi juga sejumlah kos-kosan bertingkat.

Sukarni, Ketua RT di Lingkungan Tegalboto, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari Jember, kawasan permukiman tempat meninggalnya pria dalam rumah kos, mengatakan, penyemprotan disinfektan tersebut dilakukan secara mandiri. Memakai uang kas sebesar Rp 150 ribu. Langkah ini disebutnya sebagai upaya mengamankan lingkungan dari ancaman virus korona.

Dia mengaku, bila dulu korona hanya terdengar kabarnya saja, sekarang semakin dekat, hingga ada tetangga yang juga positif. Bahkan, juga ada yang telah meninggal. Melihat kondisi yang demikian, kesadaran warga terhadap penerapan protokol kesehatan mulai tertib, terutama memakai masker. Untuk menyadarkan dan mengingatkan bahaya korona itu, warga juga memasang banner jumlah terbaru warga di RT 2 yang telah terpapar Covid-19. Dalam spanduk itu tertulis total warga yang terpapar korona. Termasuk berapa yang masih isoman dan dirawat di rumah sakit.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Kasus kematian mendadak pria penghuni kos di Jalan Sumatera, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari Jember, membuat warga setempat kian waspada. Apalagi, di kawasan itu juga sudah banyak warga yang terpapar korona. Oleh karenanya, untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19, warga berinisiatif melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri.

Siang itu, di perkampungan padat penduduk Jalan Sumatera Jember, Eko dibantu temannya tampak sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk penyemprotan disinfektan. “Jas hujannya cuma satu, Pak! Pakai helm saja,” ucap Eko kepada temannya tersebut.

Bergantian, Eko dan rekannya itu menyemprotkan cairan disinfektan di sejumlah perkampungan. Menyusuri gang-gang kecil, dua pria itu senantiasa mensterilkan permukiman dari ancaman virus-virus yang berada di lingkungan rumah warga terutama virus Covid-19 . “Bagian dalam mau disemprot apa tidak?” tanya Eko kepada pemilik rumah.

Dalam penyemprotan tersebut, Eko selalu izin apakah diperbolehkan menyemprot sampai ke dalam rumah. Tidak hanya rumah warga, tapi juga sejumlah kos-kosan bertingkat.

Sukarni, Ketua RT di Lingkungan Tegalboto, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari Jember, kawasan permukiman tempat meninggalnya pria dalam rumah kos, mengatakan, penyemprotan disinfektan tersebut dilakukan secara mandiri. Memakai uang kas sebesar Rp 150 ribu. Langkah ini disebutnya sebagai upaya mengamankan lingkungan dari ancaman virus korona.

Dia mengaku, bila dulu korona hanya terdengar kabarnya saja, sekarang semakin dekat, hingga ada tetangga yang juga positif. Bahkan, juga ada yang telah meninggal. Melihat kondisi yang demikian, kesadaran warga terhadap penerapan protokol kesehatan mulai tertib, terutama memakai masker. Untuk menyadarkan dan mengingatkan bahaya korona itu, warga juga memasang banner jumlah terbaru warga di RT 2 yang telah terpapar Covid-19. Dalam spanduk itu tertulis total warga yang terpapar korona. Termasuk berapa yang masih isoman dan dirawat di rumah sakit.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Kasus kematian mendadak pria penghuni kos di Jalan Sumatera, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari Jember, membuat warga setempat kian waspada. Apalagi, di kawasan itu juga sudah banyak warga yang terpapar korona. Oleh karenanya, untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19, warga berinisiatif melakukan penyemprotan disinfektan secara mandiri.

Siang itu, di perkampungan padat penduduk Jalan Sumatera Jember, Eko dibantu temannya tampak sibuk menyiapkan segala sesuatu untuk penyemprotan disinfektan. “Jas hujannya cuma satu, Pak! Pakai helm saja,” ucap Eko kepada temannya tersebut.

Bergantian, Eko dan rekannya itu menyemprotkan cairan disinfektan di sejumlah perkampungan. Menyusuri gang-gang kecil, dua pria itu senantiasa mensterilkan permukiman dari ancaman virus-virus yang berada di lingkungan rumah warga terutama virus Covid-19 . “Bagian dalam mau disemprot apa tidak?” tanya Eko kepada pemilik rumah.

Dalam penyemprotan tersebut, Eko selalu izin apakah diperbolehkan menyemprot sampai ke dalam rumah. Tidak hanya rumah warga, tapi juga sejumlah kos-kosan bertingkat.

Sukarni, Ketua RT di Lingkungan Tegalboto, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari Jember, kawasan permukiman tempat meninggalnya pria dalam rumah kos, mengatakan, penyemprotan disinfektan tersebut dilakukan secara mandiri. Memakai uang kas sebesar Rp 150 ribu. Langkah ini disebutnya sebagai upaya mengamankan lingkungan dari ancaman virus korona.

Dia mengaku, bila dulu korona hanya terdengar kabarnya saja, sekarang semakin dekat, hingga ada tetangga yang juga positif. Bahkan, juga ada yang telah meninggal. Melihat kondisi yang demikian, kesadaran warga terhadap penerapan protokol kesehatan mulai tertib, terutama memakai masker. Untuk menyadarkan dan mengingatkan bahaya korona itu, warga juga memasang banner jumlah terbaru warga di RT 2 yang telah terpapar Covid-19. Dalam spanduk itu tertulis total warga yang terpapar korona. Termasuk berapa yang masih isoman dan dirawat di rumah sakit.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/