alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Siswa Mulai Bosan Belajar Daring

Guru Keliling Datangi Rumah Wali murid

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Panjangnya masa belajar di rumah akibat pandemi memiliki efek beruntun. Tak hanya proses pembelajaran yang terkendala karena dilakukan secara daring, tapi siswa juga diserang rasa bosan. Mereka mengaku rindu suasana sekolah dan bertemu dengan guru, atau bercanda dengan teman sebayanya. Demi menyiasati hal itu, sejumlah sekolah menerapkan home visit. Guru menyambangi setiap rumah siswa untuk menyapa dan belajar bersama.

Salah satu lembaga pendidikan yang melakukan hal itu adalah TK Al-Fath, yang berlokasi di Perumahan Griya Mangli Indah, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, kemarin (5/8). Guru-guru di lembaga pendidikan anak usia dini ini secara bergilir mendatangi rumah siswa.

Rohtiti Purwaningtyas, salah seorang guru, mengatakan, agenda mendatangi rumah siswa sudah direncanakan cukup matang. Dengan demikian, dalam sepekan, seluruh siswa sudah bisa didatangi. “Setiap datang ke rumah siswa, ada kegiatan belajar mengajar. Jadi, semua siswa dapat giliran,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selama KBM dilakukan, siswa diminta untuk mempersiapkan peralatan belajar. Termasuk diminta untuk menunjukkan tugas-tugas yang diberikan sebelumnya. Tak hanya itu, siswa juga diminta setor hafalan seperti surat-surat pendek Alquran.

Alfi Rohmatin Nikmah, guru lainnya, menambahkan, kedatangan ke rumah-rumah siswa bukan sekadar untuk melakukan KBM. Akan tetapi, ada hal penting yang menjadi tanggung jawab guru. “Yaitu, untuk memastikan apakah siswa benar-benar belajar di rumahnya,” tuturnya.

Menurut dia, selain melakukan KBM dengan mendatangi rumah-rumah siswa, pihak sekolah juga menerapkan KBM dengan sistem daring. “Siswa sebenarnya kangen dengan guru dan teman-temannya. Tetapi, masuk sekolah belum memungkinkan, sehingga siswa tetap belajar di rumah,” pungkasnya.

Sementara itu, guru yang turun mendatangi rumah siswa juga terjadi di beberapa sekolah lain. Bahkan, ada pula lembaga pendidikan yang menerapkan KBM dengan mengumpulkan tiga sampai lima siswa di tempat tertentu. Bagaimana pun belajar dengan bertatap muka antara guru dan siswa dirasa paling efektif daripada sistem daring atau jarak jauh. Kendati demikian, selama pandemi korona masih mengancam, proses pembelajaran harus tetap mengedepankan protokol kesehatan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Panjangnya masa belajar di rumah akibat pandemi memiliki efek beruntun. Tak hanya proses pembelajaran yang terkendala karena dilakukan secara daring, tapi siswa juga diserang rasa bosan. Mereka mengaku rindu suasana sekolah dan bertemu dengan guru, atau bercanda dengan teman sebayanya. Demi menyiasati hal itu, sejumlah sekolah menerapkan home visit. Guru menyambangi setiap rumah siswa untuk menyapa dan belajar bersama.

Salah satu lembaga pendidikan yang melakukan hal itu adalah TK Al-Fath, yang berlokasi di Perumahan Griya Mangli Indah, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, kemarin (5/8). Guru-guru di lembaga pendidikan anak usia dini ini secara bergilir mendatangi rumah siswa.

Rohtiti Purwaningtyas, salah seorang guru, mengatakan, agenda mendatangi rumah siswa sudah direncanakan cukup matang. Dengan demikian, dalam sepekan, seluruh siswa sudah bisa didatangi. “Setiap datang ke rumah siswa, ada kegiatan belajar mengajar. Jadi, semua siswa dapat giliran,” katanya.

Selama KBM dilakukan, siswa diminta untuk mempersiapkan peralatan belajar. Termasuk diminta untuk menunjukkan tugas-tugas yang diberikan sebelumnya. Tak hanya itu, siswa juga diminta setor hafalan seperti surat-surat pendek Alquran.

Alfi Rohmatin Nikmah, guru lainnya, menambahkan, kedatangan ke rumah-rumah siswa bukan sekadar untuk melakukan KBM. Akan tetapi, ada hal penting yang menjadi tanggung jawab guru. “Yaitu, untuk memastikan apakah siswa benar-benar belajar di rumahnya,” tuturnya.

Menurut dia, selain melakukan KBM dengan mendatangi rumah-rumah siswa, pihak sekolah juga menerapkan KBM dengan sistem daring. “Siswa sebenarnya kangen dengan guru dan teman-temannya. Tetapi, masuk sekolah belum memungkinkan, sehingga siswa tetap belajar di rumah,” pungkasnya.

Sementara itu, guru yang turun mendatangi rumah siswa juga terjadi di beberapa sekolah lain. Bahkan, ada pula lembaga pendidikan yang menerapkan KBM dengan mengumpulkan tiga sampai lima siswa di tempat tertentu. Bagaimana pun belajar dengan bertatap muka antara guru dan siswa dirasa paling efektif daripada sistem daring atau jarak jauh. Kendati demikian, selama pandemi korona masih mengancam, proses pembelajaran harus tetap mengedepankan protokol kesehatan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Panjangnya masa belajar di rumah akibat pandemi memiliki efek beruntun. Tak hanya proses pembelajaran yang terkendala karena dilakukan secara daring, tapi siswa juga diserang rasa bosan. Mereka mengaku rindu suasana sekolah dan bertemu dengan guru, atau bercanda dengan teman sebayanya. Demi menyiasati hal itu, sejumlah sekolah menerapkan home visit. Guru menyambangi setiap rumah siswa untuk menyapa dan belajar bersama.

Salah satu lembaga pendidikan yang melakukan hal itu adalah TK Al-Fath, yang berlokasi di Perumahan Griya Mangli Indah, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, kemarin (5/8). Guru-guru di lembaga pendidikan anak usia dini ini secara bergilir mendatangi rumah siswa.

Rohtiti Purwaningtyas, salah seorang guru, mengatakan, agenda mendatangi rumah siswa sudah direncanakan cukup matang. Dengan demikian, dalam sepekan, seluruh siswa sudah bisa didatangi. “Setiap datang ke rumah siswa, ada kegiatan belajar mengajar. Jadi, semua siswa dapat giliran,” katanya.

Selama KBM dilakukan, siswa diminta untuk mempersiapkan peralatan belajar. Termasuk diminta untuk menunjukkan tugas-tugas yang diberikan sebelumnya. Tak hanya itu, siswa juga diminta setor hafalan seperti surat-surat pendek Alquran.

Alfi Rohmatin Nikmah, guru lainnya, menambahkan, kedatangan ke rumah-rumah siswa bukan sekadar untuk melakukan KBM. Akan tetapi, ada hal penting yang menjadi tanggung jawab guru. “Yaitu, untuk memastikan apakah siswa benar-benar belajar di rumahnya,” tuturnya.

Menurut dia, selain melakukan KBM dengan mendatangi rumah-rumah siswa, pihak sekolah juga menerapkan KBM dengan sistem daring. “Siswa sebenarnya kangen dengan guru dan teman-temannya. Tetapi, masuk sekolah belum memungkinkan, sehingga siswa tetap belajar di rumah,” pungkasnya.

Sementara itu, guru yang turun mendatangi rumah siswa juga terjadi di beberapa sekolah lain. Bahkan, ada pula lembaga pendidikan yang menerapkan KBM dengan mengumpulkan tiga sampai lima siswa di tempat tertentu. Bagaimana pun belajar dengan bertatap muka antara guru dan siswa dirasa paling efektif daripada sistem daring atau jarak jauh. Kendati demikian, selama pandemi korona masih mengancam, proses pembelajaran harus tetap mengedepankan protokol kesehatan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/