alexametrics
23.4 C
Jember
Friday, 12 August 2022

Harus Rela Belajar di Gubuk

Belajar Jarak Jauh Kesulitan Jaringan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ponsel canggih tak menjadi jaminan kegiatan belajar mengajar secara online bisa berlangsung dengan lancar. Apalah artinya smart phone jika sinyalnya tidak smart alias tak sampai ke lokasi siswa. Apalagi kalau sudah tak punya gawai, tak bisa dapat sinyal pula. Lengkap sudah perjuangan para guru dan siswa.

Hal ini dirasakan oleh sejumlah siswa SMPN 13 Jember. Kegiatan belajar mengajar di tahun ajaran baru yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19 ini menambah perjuangan mereka. Siswa kelas VII, VIII, dan IX ini terpaksa menggunakan ponsel untuk belajar, meski sebagian harus pinjam kepada orang tuanya. Namun, ponsel canggih pun belum menjadi jaminan aktivitas belajar mereka lancar.

Ya, ada juga sejumlah siswa yang tidak bisa mendapat sinyal di tempat tinggal mereka. Salah satunya Ira Camelia, siswa kelas IX, yang sejatinya hanya tinggal 400 meter dari sekolahnya. Namun, karena rumahnya berada di bawah bukit, maka sinyal pun tak lantas lancar. Dia harus naik ke lantai dua rumahnya. “Itu pun kadang lancar, kadang tiba-tiba hilang,” ujarnya, didampingi guru Bahasa Inggris, Lilis Setianingsih.

Mobile_AP_Rectangle 2

Wajar saja, wilayah Kemuning Lor memang memiliki kontur naik turun dan berupa perbukitan. Tak semua mampu dijangkau sinyal internet. Meskipun dekat dengan sekolah, namun tak berarti jaringan bisa dijangkau.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ponsel canggih tak menjadi jaminan kegiatan belajar mengajar secara online bisa berlangsung dengan lancar. Apalah artinya smart phone jika sinyalnya tidak smart alias tak sampai ke lokasi siswa. Apalagi kalau sudah tak punya gawai, tak bisa dapat sinyal pula. Lengkap sudah perjuangan para guru dan siswa.

Hal ini dirasakan oleh sejumlah siswa SMPN 13 Jember. Kegiatan belajar mengajar di tahun ajaran baru yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19 ini menambah perjuangan mereka. Siswa kelas VII, VIII, dan IX ini terpaksa menggunakan ponsel untuk belajar, meski sebagian harus pinjam kepada orang tuanya. Namun, ponsel canggih pun belum menjadi jaminan aktivitas belajar mereka lancar.

Ya, ada juga sejumlah siswa yang tidak bisa mendapat sinyal di tempat tinggal mereka. Salah satunya Ira Camelia, siswa kelas IX, yang sejatinya hanya tinggal 400 meter dari sekolahnya. Namun, karena rumahnya berada di bawah bukit, maka sinyal pun tak lantas lancar. Dia harus naik ke lantai dua rumahnya. “Itu pun kadang lancar, kadang tiba-tiba hilang,” ujarnya, didampingi guru Bahasa Inggris, Lilis Setianingsih.

Wajar saja, wilayah Kemuning Lor memang memiliki kontur naik turun dan berupa perbukitan. Tak semua mampu dijangkau sinyal internet. Meskipun dekat dengan sekolah, namun tak berarti jaringan bisa dijangkau.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ponsel canggih tak menjadi jaminan kegiatan belajar mengajar secara online bisa berlangsung dengan lancar. Apalah artinya smart phone jika sinyalnya tidak smart alias tak sampai ke lokasi siswa. Apalagi kalau sudah tak punya gawai, tak bisa dapat sinyal pula. Lengkap sudah perjuangan para guru dan siswa.

Hal ini dirasakan oleh sejumlah siswa SMPN 13 Jember. Kegiatan belajar mengajar di tahun ajaran baru yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19 ini menambah perjuangan mereka. Siswa kelas VII, VIII, dan IX ini terpaksa menggunakan ponsel untuk belajar, meski sebagian harus pinjam kepada orang tuanya. Namun, ponsel canggih pun belum menjadi jaminan aktivitas belajar mereka lancar.

Ya, ada juga sejumlah siswa yang tidak bisa mendapat sinyal di tempat tinggal mereka. Salah satunya Ira Camelia, siswa kelas IX, yang sejatinya hanya tinggal 400 meter dari sekolahnya. Namun, karena rumahnya berada di bawah bukit, maka sinyal pun tak lantas lancar. Dia harus naik ke lantai dua rumahnya. “Itu pun kadang lancar, kadang tiba-tiba hilang,” ujarnya, didampingi guru Bahasa Inggris, Lilis Setianingsih.

Wajar saja, wilayah Kemuning Lor memang memiliki kontur naik turun dan berupa perbukitan. Tak semua mampu dijangkau sinyal internet. Meskipun dekat dengan sekolah, namun tak berarti jaringan bisa dijangkau.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/