alexametrics
23.2 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Didampingi 11 Ustad, Latih Anak hingga Target 10 Juz

Setiap hari, anak-anak digembleng pengajaran agama. Mulai dari menghafal Alquran, mengaji kitab, salat malam, puasa Senin-Kamis, hingga tadabbur alam agar anak-anak tidak jenuh. Semuanya terkaver dalam Pondok Tahfidz Kids di Ponpes Nuris, Antirogo, Jember.

Mobile_AP_Rectangle 1

Namun, meski masih anak-anak, lanjut Ning Khalid, mereka ditarget bisa hafal sampai 10 juz. Sebab, di pondok itu pula, ada 11 ustad dan ustadah yang mendampingi empat sampai lima santri dalam belajar menghafal Alquran. “Kemudahan lain, anak-anak itu bisa pulang pondok tiap dua minggu sekali. Sedangkan orang tuanya bisa mengunjunginya setiap saat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pondok Tahfidz Kids Putra Ustad Ahmad Rozien Mahdi membeberkan, kegiatan dalam Pondok Tahfidz Kids itu hampir sama seperti pada pondok kebanyakan. Namun, dalam pengajaran kerap diselipkan nuansa permainan. “Karena mereka memang masih anak-anak. Jadi, mengajari mereka dengan permainan itu sudah jadi kebutuhan,” jelasnya.

Meskipun begitu, kegiatan di pondok tersebut dinilainya sangat edukatif. Sebab, tiap hari anak-anak belajar mengaji Alquran, masih ditambah kitab-kitab fikih dasar lainnya. Selain itu, anak-anak juga dilatih kemandiriannya dalam bertirakat. Seperti salat malam, salat Duha, puasa Senin-Kamis, hingga membudayakan senyum, sapa, salam, sopan, santun, dan sanjung. “Ada lagi agenda tiap satu semester dua kali, yaitu tadabbur alam atau rihlah. Yaitu mengajak anak-anak ke luar pondok. Tujuannya agar mereka tidak jenuh,” tukasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kini, sedikitnya sudah ada beberapa anak yang telah menghafal lima juz, dan beberapa lain hafal tiga juz. Bahkan, santri Pondok Tahfidz Kids itu juga ada yang berasal dari luar Jember. Seperti Blitar dan Sidoarjo. Sedangkan para wali santri juga kerap terbangun rasa solidaritasnya. Hal itu juga dimanfaatkan oleh pihak pesantren dengan dibuatnya grup WhatsApp agar memudahkan dalam berkoordinasi.

- Advertisement -

Namun, meski masih anak-anak, lanjut Ning Khalid, mereka ditarget bisa hafal sampai 10 juz. Sebab, di pondok itu pula, ada 11 ustad dan ustadah yang mendampingi empat sampai lima santri dalam belajar menghafal Alquran. “Kemudahan lain, anak-anak itu bisa pulang pondok tiap dua minggu sekali. Sedangkan orang tuanya bisa mengunjunginya setiap saat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pondok Tahfidz Kids Putra Ustad Ahmad Rozien Mahdi membeberkan, kegiatan dalam Pondok Tahfidz Kids itu hampir sama seperti pada pondok kebanyakan. Namun, dalam pengajaran kerap diselipkan nuansa permainan. “Karena mereka memang masih anak-anak. Jadi, mengajari mereka dengan permainan itu sudah jadi kebutuhan,” jelasnya.

Meskipun begitu, kegiatan di pondok tersebut dinilainya sangat edukatif. Sebab, tiap hari anak-anak belajar mengaji Alquran, masih ditambah kitab-kitab fikih dasar lainnya. Selain itu, anak-anak juga dilatih kemandiriannya dalam bertirakat. Seperti salat malam, salat Duha, puasa Senin-Kamis, hingga membudayakan senyum, sapa, salam, sopan, santun, dan sanjung. “Ada lagi agenda tiap satu semester dua kali, yaitu tadabbur alam atau rihlah. Yaitu mengajak anak-anak ke luar pondok. Tujuannya agar mereka tidak jenuh,” tukasnya.

Kini, sedikitnya sudah ada beberapa anak yang telah menghafal lima juz, dan beberapa lain hafal tiga juz. Bahkan, santri Pondok Tahfidz Kids itu juga ada yang berasal dari luar Jember. Seperti Blitar dan Sidoarjo. Sedangkan para wali santri juga kerap terbangun rasa solidaritasnya. Hal itu juga dimanfaatkan oleh pihak pesantren dengan dibuatnya grup WhatsApp agar memudahkan dalam berkoordinasi.

Namun, meski masih anak-anak, lanjut Ning Khalid, mereka ditarget bisa hafal sampai 10 juz. Sebab, di pondok itu pula, ada 11 ustad dan ustadah yang mendampingi empat sampai lima santri dalam belajar menghafal Alquran. “Kemudahan lain, anak-anak itu bisa pulang pondok tiap dua minggu sekali. Sedangkan orang tuanya bisa mengunjunginya setiap saat,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pondok Tahfidz Kids Putra Ustad Ahmad Rozien Mahdi membeberkan, kegiatan dalam Pondok Tahfidz Kids itu hampir sama seperti pada pondok kebanyakan. Namun, dalam pengajaran kerap diselipkan nuansa permainan. “Karena mereka memang masih anak-anak. Jadi, mengajari mereka dengan permainan itu sudah jadi kebutuhan,” jelasnya.

Meskipun begitu, kegiatan di pondok tersebut dinilainya sangat edukatif. Sebab, tiap hari anak-anak belajar mengaji Alquran, masih ditambah kitab-kitab fikih dasar lainnya. Selain itu, anak-anak juga dilatih kemandiriannya dalam bertirakat. Seperti salat malam, salat Duha, puasa Senin-Kamis, hingga membudayakan senyum, sapa, salam, sopan, santun, dan sanjung. “Ada lagi agenda tiap satu semester dua kali, yaitu tadabbur alam atau rihlah. Yaitu mengajak anak-anak ke luar pondok. Tujuannya agar mereka tidak jenuh,” tukasnya.

Kini, sedikitnya sudah ada beberapa anak yang telah menghafal lima juz, dan beberapa lain hafal tiga juz. Bahkan, santri Pondok Tahfidz Kids itu juga ada yang berasal dari luar Jember. Seperti Blitar dan Sidoarjo. Sedangkan para wali santri juga kerap terbangun rasa solidaritasnya. Hal itu juga dimanfaatkan oleh pihak pesantren dengan dibuatnya grup WhatsApp agar memudahkan dalam berkoordinasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/