alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Jika Terbukti Pungli Bisa Dipecat

Mobile_AP_Rectangle 1

 RADAR JEMBER.ID – Dugaan pungutan liar (pungli) pada program Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (Bansos PKH dan BPNT-bukan BNPT seperti ditulis sebelumnya), langsung ditindaklanjuti instansi terkait. Guna mengungkap benar tidaknya kasus di Desa/Kecamatan Panti itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember memanggil sejumlah orang, (5/8) kemarin.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinsos Jember Wahyu Setyo Handayani mengatakan, dugaan pungli yang terjadi di Panti masih dalam penelusuran. Langkah awal yang dilakukan oleh dinas yaitu memanggil sejumlah orang, termasuk pendamping PKH dan BPNT Desa Panti.

Wahyu, sapaan akrabnya, menambahkan, pemanggilan dilakukan untuk mengklarifikasi langsung kepada mereka yang berkaitan dengan PKH. “Untuk itu, kita panggil semua. Akan kita tanyakan apa benar ada pungli di Panti,” katanya (5/8) kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, apa yang menjadi jawaban dari sejumlah orang yang dipanggil, nantinya akan dipadukan dengan mengecek di lapangan. “Selain memanggil mereka, yang pasti juga akan dilakukan pengecekan. Sejauh ini, pendamping menyebut tidak ada pungli,” jelas Wahyu, yang diketahui masih sekitar dua bulan menjadi Plt Kepala Dinsos Jember tersebut.

Terpisah, Koordinator PKH Kabupaten Jember Puput Indra juga memberi keterangan serupa. Dikatakannya, ketika ada dugaan pungli dengan modus pengambilan ATM penerima dan pemotongan bantuan, maka akan dipanggil orang-orang yang terkait. “Selain dipanggil, pasti dilakukan pengecekan ke lokasi,” tegasnya.

Lebih jauh, Puput menguraikan, apabila dugaan pungli tersebut tidak benar, maka kasusnya bisa ditutup alias tidak akan menjadi masalah. Sebaliknya, jika dugaan pungli benar terjadi, maka koordinator PKH Kabupaten akan melaporkan persoalan tersebut ke Kementerian Sosial. “Kalau sampai terjadi pungli, maka akan kita sampaikan ke kementerian,” ucapnya.

- Advertisement -

 RADAR JEMBER.ID – Dugaan pungutan liar (pungli) pada program Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (Bansos PKH dan BPNT-bukan BNPT seperti ditulis sebelumnya), langsung ditindaklanjuti instansi terkait. Guna mengungkap benar tidaknya kasus di Desa/Kecamatan Panti itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember memanggil sejumlah orang, (5/8) kemarin.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinsos Jember Wahyu Setyo Handayani mengatakan, dugaan pungli yang terjadi di Panti masih dalam penelusuran. Langkah awal yang dilakukan oleh dinas yaitu memanggil sejumlah orang, termasuk pendamping PKH dan BPNT Desa Panti.

Wahyu, sapaan akrabnya, menambahkan, pemanggilan dilakukan untuk mengklarifikasi langsung kepada mereka yang berkaitan dengan PKH. “Untuk itu, kita panggil semua. Akan kita tanyakan apa benar ada pungli di Panti,” katanya (5/8) kemarin.

Menurutnya, apa yang menjadi jawaban dari sejumlah orang yang dipanggil, nantinya akan dipadukan dengan mengecek di lapangan. “Selain memanggil mereka, yang pasti juga akan dilakukan pengecekan. Sejauh ini, pendamping menyebut tidak ada pungli,” jelas Wahyu, yang diketahui masih sekitar dua bulan menjadi Plt Kepala Dinsos Jember tersebut.

Terpisah, Koordinator PKH Kabupaten Jember Puput Indra juga memberi keterangan serupa. Dikatakannya, ketika ada dugaan pungli dengan modus pengambilan ATM penerima dan pemotongan bantuan, maka akan dipanggil orang-orang yang terkait. “Selain dipanggil, pasti dilakukan pengecekan ke lokasi,” tegasnya.

Lebih jauh, Puput menguraikan, apabila dugaan pungli tersebut tidak benar, maka kasusnya bisa ditutup alias tidak akan menjadi masalah. Sebaliknya, jika dugaan pungli benar terjadi, maka koordinator PKH Kabupaten akan melaporkan persoalan tersebut ke Kementerian Sosial. “Kalau sampai terjadi pungli, maka akan kita sampaikan ke kementerian,” ucapnya.

 RADAR JEMBER.ID – Dugaan pungutan liar (pungli) pada program Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (Bansos PKH dan BPNT-bukan BNPT seperti ditulis sebelumnya), langsung ditindaklanjuti instansi terkait. Guna mengungkap benar tidaknya kasus di Desa/Kecamatan Panti itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jember memanggil sejumlah orang, (5/8) kemarin.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinsos Jember Wahyu Setyo Handayani mengatakan, dugaan pungli yang terjadi di Panti masih dalam penelusuran. Langkah awal yang dilakukan oleh dinas yaitu memanggil sejumlah orang, termasuk pendamping PKH dan BPNT Desa Panti.

Wahyu, sapaan akrabnya, menambahkan, pemanggilan dilakukan untuk mengklarifikasi langsung kepada mereka yang berkaitan dengan PKH. “Untuk itu, kita panggil semua. Akan kita tanyakan apa benar ada pungli di Panti,” katanya (5/8) kemarin.

Menurutnya, apa yang menjadi jawaban dari sejumlah orang yang dipanggil, nantinya akan dipadukan dengan mengecek di lapangan. “Selain memanggil mereka, yang pasti juga akan dilakukan pengecekan. Sejauh ini, pendamping menyebut tidak ada pungli,” jelas Wahyu, yang diketahui masih sekitar dua bulan menjadi Plt Kepala Dinsos Jember tersebut.

Terpisah, Koordinator PKH Kabupaten Jember Puput Indra juga memberi keterangan serupa. Dikatakannya, ketika ada dugaan pungli dengan modus pengambilan ATM penerima dan pemotongan bantuan, maka akan dipanggil orang-orang yang terkait. “Selain dipanggil, pasti dilakukan pengecekan ke lokasi,” tegasnya.

Lebih jauh, Puput menguraikan, apabila dugaan pungli tersebut tidak benar, maka kasusnya bisa ditutup alias tidak akan menjadi masalah. Sebaliknya, jika dugaan pungli benar terjadi, maka koordinator PKH Kabupaten akan melaporkan persoalan tersebut ke Kementerian Sosial. “Kalau sampai terjadi pungli, maka akan kita sampaikan ke kementerian,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/