alexametrics
23.3 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Belanja Bansos Bertambah Rp 100 Miliar

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RPAPBD) Kabupaten Jember Tahun 2019 rampung dibacakan Bupati Jember dr Faida MMR, di gedung DPRD kemarin (5/8). Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Jember Ardi Pujo Wibowo, terungkap belanja bansos naik sekitar Rp 100 miliar.

Dalam pembacaan Nota Keuangan RPAPBD 2019, Bupati Faida menjelaskan, belanja tidak langsung dan langsung yang awalnya dipatok sebesar Rp 4 triliun lebih, ditarget naik menjadi Rp 4,5 triliun lebih. Untuk belanja tidak langsung terdiri atas belanja pegawai, hibah, bantuan sosial (bansos), bagi hasil, dan bantuan keuangan dengan provinsi, kabupaten/kota, serta desa. Sementara itu, untuk belanja langsung yaitu untuk belanja pegawai, barang dan jasa, serta belanja modal.

Dari sejumlah jenis target belanja tersebut, belanja yang diketahui turun yaitu hibah. Pada APBD awal sebesar Rp 68 miliar lebih, selanjutnya ditarget dalam perubahan menjadi Rp 63 miliar lebih atau turun 7 persen, yakni Rp 4,8 miliar lebih.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain target perubahan belanja hibah, sejumlah belanja yang lainnya naik. Perubahan paling melejit yaitu terjadi pada belanja barang dan jasa. Pada APBD 2019 awal yaitu sebesar Rp 833 miliar lebih, kemudian dalam RPAPBD 2019 melejit menjadi Rp 1,1 triliun lebih. Artinya, ada target kenaikan sebesar Rp 298 miliar lebih.

Kenaikan yang juga melejit pada belanja bansos. APBD 2019 awal, bansos dianggarkan sebesar Rp 146 miliar lebih. Nah, dalam RAPBD 2019, pemerintah menargetkan perubahan, yaitu naik menjadi Rp 247 miliar lebih.

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RPAPBD) Kabupaten Jember Tahun 2019 rampung dibacakan Bupati Jember dr Faida MMR, di gedung DPRD kemarin (5/8). Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Jember Ardi Pujo Wibowo, terungkap belanja bansos naik sekitar Rp 100 miliar.

Dalam pembacaan Nota Keuangan RPAPBD 2019, Bupati Faida menjelaskan, belanja tidak langsung dan langsung yang awalnya dipatok sebesar Rp 4 triliun lebih, ditarget naik menjadi Rp 4,5 triliun lebih. Untuk belanja tidak langsung terdiri atas belanja pegawai, hibah, bantuan sosial (bansos), bagi hasil, dan bantuan keuangan dengan provinsi, kabupaten/kota, serta desa. Sementara itu, untuk belanja langsung yaitu untuk belanja pegawai, barang dan jasa, serta belanja modal.

Dari sejumlah jenis target belanja tersebut, belanja yang diketahui turun yaitu hibah. Pada APBD awal sebesar Rp 68 miliar lebih, selanjutnya ditarget dalam perubahan menjadi Rp 63 miliar lebih atau turun 7 persen, yakni Rp 4,8 miliar lebih.

Selain target perubahan belanja hibah, sejumlah belanja yang lainnya naik. Perubahan paling melejit yaitu terjadi pada belanja barang dan jasa. Pada APBD 2019 awal yaitu sebesar Rp 833 miliar lebih, kemudian dalam RPAPBD 2019 melejit menjadi Rp 1,1 triliun lebih. Artinya, ada target kenaikan sebesar Rp 298 miliar lebih.

Kenaikan yang juga melejit pada belanja bansos. APBD 2019 awal, bansos dianggarkan sebesar Rp 146 miliar lebih. Nah, dalam RAPBD 2019, pemerintah menargetkan perubahan, yaitu naik menjadi Rp 247 miliar lebih.

RADAR JEMBER.ID – Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RPAPBD) Kabupaten Jember Tahun 2019 rampung dibacakan Bupati Jember dr Faida MMR, di gedung DPRD kemarin (5/8). Dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Jember Ardi Pujo Wibowo, terungkap belanja bansos naik sekitar Rp 100 miliar.

Dalam pembacaan Nota Keuangan RPAPBD 2019, Bupati Faida menjelaskan, belanja tidak langsung dan langsung yang awalnya dipatok sebesar Rp 4 triliun lebih, ditarget naik menjadi Rp 4,5 triliun lebih. Untuk belanja tidak langsung terdiri atas belanja pegawai, hibah, bantuan sosial (bansos), bagi hasil, dan bantuan keuangan dengan provinsi, kabupaten/kota, serta desa. Sementara itu, untuk belanja langsung yaitu untuk belanja pegawai, barang dan jasa, serta belanja modal.

Dari sejumlah jenis target belanja tersebut, belanja yang diketahui turun yaitu hibah. Pada APBD awal sebesar Rp 68 miliar lebih, selanjutnya ditarget dalam perubahan menjadi Rp 63 miliar lebih atau turun 7 persen, yakni Rp 4,8 miliar lebih.

Selain target perubahan belanja hibah, sejumlah belanja yang lainnya naik. Perubahan paling melejit yaitu terjadi pada belanja barang dan jasa. Pada APBD 2019 awal yaitu sebesar Rp 833 miliar lebih, kemudian dalam RPAPBD 2019 melejit menjadi Rp 1,1 triliun lebih. Artinya, ada target kenaikan sebesar Rp 298 miliar lebih.

Kenaikan yang juga melejit pada belanja bansos. APBD 2019 awal, bansos dianggarkan sebesar Rp 146 miliar lebih. Nah, dalam RAPBD 2019, pemerintah menargetkan perubahan, yaitu naik menjadi Rp 247 miliar lebih.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/