alexametrics
23.4 C
Jember
Saturday, 13 August 2022

Tegakkan Aturan, Ruko Jompo Dibongkar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER KIDUL, Radar Jember Pembongkaran tujuh bangunan yang berdiri di atas Jembatan Jompo, Jalan Sultan Agung, Jember, dibongkar, kemarin (5/7). Proses eksekusi itu dilakukan sebagai tindak lanjut setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) Provinsi Jatim bertemu dengan Bupati Jember Hendy Siswanto sebelumnya.

BACA JUGA : DPR Sebut Ada Permainan Cukai rokok

Proses pembongkaran itu pun dilakukan dengan menutup sebagian akses jalan yang berlokasi di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, itu. Pekerjaan itu diawali dengan apel persiapan yang melibatkan sejumlah pihak.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selama proses pembongkaran berlangsung langsung dikawal oleh DPUSDA Jatim. Sejumlah pegawai yang sudah siap kemudian satu per satu membongkar. Pada hari pertama itu, pembongkaran dilakukan secara manual tanpa alat berat.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, saat ruko mulai dibongkar, di dalamnya telah kosong. Baik barang-barang maupun orang yang menempatinya. Barang milik warga di dalam ruko sebelumnya diangkut hingga beberapa jam sebelum pembongkaran dilangsungkan.

Menurut Prabowo, Kepala UPT DPUSDA Bondoyudo yang menggawangi wilayah Lumajang, Jember, dan Banyuwangi, ketujuh bangunan tersebut berdiri tepat di atas aliran sungai. Hal tersebut telah melanggar aturan pemerintah pusat maupun daerah. “Aturannya sudah ada, bisa kami paparkan,” ucapnya di lokasi pembongkaran, kemarin (5/7). Sebelumnya, aturan mengenai larangan bangunan di atas sungai juga telah dijelentrehkan di hadapan bupati.

- Advertisement -

JEMBER KIDUL, Radar Jember Pembongkaran tujuh bangunan yang berdiri di atas Jembatan Jompo, Jalan Sultan Agung, Jember, dibongkar, kemarin (5/7). Proses eksekusi itu dilakukan sebagai tindak lanjut setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) Provinsi Jatim bertemu dengan Bupati Jember Hendy Siswanto sebelumnya.

BACA JUGA : DPR Sebut Ada Permainan Cukai rokok

Proses pembongkaran itu pun dilakukan dengan menutup sebagian akses jalan yang berlokasi di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, itu. Pekerjaan itu diawali dengan apel persiapan yang melibatkan sejumlah pihak.

Selama proses pembongkaran berlangsung langsung dikawal oleh DPUSDA Jatim. Sejumlah pegawai yang sudah siap kemudian satu per satu membongkar. Pada hari pertama itu, pembongkaran dilakukan secara manual tanpa alat berat.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, saat ruko mulai dibongkar, di dalamnya telah kosong. Baik barang-barang maupun orang yang menempatinya. Barang milik warga di dalam ruko sebelumnya diangkut hingga beberapa jam sebelum pembongkaran dilangsungkan.

Menurut Prabowo, Kepala UPT DPUSDA Bondoyudo yang menggawangi wilayah Lumajang, Jember, dan Banyuwangi, ketujuh bangunan tersebut berdiri tepat di atas aliran sungai. Hal tersebut telah melanggar aturan pemerintah pusat maupun daerah. “Aturannya sudah ada, bisa kami paparkan,” ucapnya di lokasi pembongkaran, kemarin (5/7). Sebelumnya, aturan mengenai larangan bangunan di atas sungai juga telah dijelentrehkan di hadapan bupati.

JEMBER KIDUL, Radar Jember Pembongkaran tujuh bangunan yang berdiri di atas Jembatan Jompo, Jalan Sultan Agung, Jember, dibongkar, kemarin (5/7). Proses eksekusi itu dilakukan sebagai tindak lanjut setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPUSDA) Provinsi Jatim bertemu dengan Bupati Jember Hendy Siswanto sebelumnya.

BACA JUGA : DPR Sebut Ada Permainan Cukai rokok

Proses pembongkaran itu pun dilakukan dengan menutup sebagian akses jalan yang berlokasi di Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, itu. Pekerjaan itu diawali dengan apel persiapan yang melibatkan sejumlah pihak.

Selama proses pembongkaran berlangsung langsung dikawal oleh DPUSDA Jatim. Sejumlah pegawai yang sudah siap kemudian satu per satu membongkar. Pada hari pertama itu, pembongkaran dilakukan secara manual tanpa alat berat.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, saat ruko mulai dibongkar, di dalamnya telah kosong. Baik barang-barang maupun orang yang menempatinya. Barang milik warga di dalam ruko sebelumnya diangkut hingga beberapa jam sebelum pembongkaran dilangsungkan.

Menurut Prabowo, Kepala UPT DPUSDA Bondoyudo yang menggawangi wilayah Lumajang, Jember, dan Banyuwangi, ketujuh bangunan tersebut berdiri tepat di atas aliran sungai. Hal tersebut telah melanggar aturan pemerintah pusat maupun daerah. “Aturannya sudah ada, bisa kami paparkan,” ucapnya di lokasi pembongkaran, kemarin (5/7). Sebelumnya, aturan mengenai larangan bangunan di atas sungai juga telah dijelentrehkan di hadapan bupati.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/