alexametrics
26.7 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

PPKM Darurat, Okupansi Penumpang KA Turun

Urung Berangkat karena Tak Paham Aturan Baru

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak pemberlakuan PPKM darurat Sabtu (3/7) lalu, mobilitas masyarakat masih cukup tinggi. Namun, demikian, tidak sedikit dari mereka yang terkendala transportasi, karena sejumlah moda transportasi menerapkan aturan baru.

Salah satunya di sektor transportasi kereta api. Tercatat, terdapat penurunan okupansi penumpang yang cukup signifikan sejak penerapan PPKM darurat. Sabtu (3/7) lalu misalnya, dari 897 calon penumpang, 372 di antaranya terpaksa membatalkan perjalanan karena tidak memenuhi persyaratan. Sementara itu, di hari berikutnya, yakni Minggu (4/7), dari 1.496 calon penumpang, 144 orang urung berangkat. Senin (5/7) kemarin, dari 496 calon penumpang, 51 di antaranya juga gagal berangkat.

Plh Humas PT KAI Daop 9 Tohari menjelaskan, calon penumpang yang gagal berangkat rata-rata karena persoalan persyaratan kesehatan. Mayoritas calon penumpang membawa surat bebas Covid-19 dengan uji Ge-Nose. “Karena Ge-Nose sudah tidak berlaku. Jadi, penumpang yang batal berangkat itu adalah yang belum melengkapi persyaratan,” ujarnya, kemarin (5/7).

Mobile_AP_Rectangle 2

Sesuai aturan SE Kemenhub Nomor 42 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19, Vice President PT KAI Daop 9 Jember Broer Rizal mengatakan, mulai 5-20 Juli, pelanggan kereta api jarak jauh wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau rapid test antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. “Khusus perjalanan KA jarak jauh, penumpang juga diharuskan menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama,” terangnya.

Bagi pelanggan dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis, tetap dapat menggunakan kereta api jarak jauh dengan menunjukkan surat keterangan dari dokter spesialis dan disertai surat negatif RT-PCR atau rapid test antigen yang masih berlaku. Sedangkan untuk calon penumpang usia di bawah 18 tahun, tidak diharuskan menunjukkan kartu vaksin. Dan untuk penumpang di bawah 5 tahun tidak diharuskan menunjukkan hasil RT-PCR atau rapid test antigen.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak pemberlakuan PPKM darurat Sabtu (3/7) lalu, mobilitas masyarakat masih cukup tinggi. Namun, demikian, tidak sedikit dari mereka yang terkendala transportasi, karena sejumlah moda transportasi menerapkan aturan baru.

Salah satunya di sektor transportasi kereta api. Tercatat, terdapat penurunan okupansi penumpang yang cukup signifikan sejak penerapan PPKM darurat. Sabtu (3/7) lalu misalnya, dari 897 calon penumpang, 372 di antaranya terpaksa membatalkan perjalanan karena tidak memenuhi persyaratan. Sementara itu, di hari berikutnya, yakni Minggu (4/7), dari 1.496 calon penumpang, 144 orang urung berangkat. Senin (5/7) kemarin, dari 496 calon penumpang, 51 di antaranya juga gagal berangkat.

Plh Humas PT KAI Daop 9 Tohari menjelaskan, calon penumpang yang gagal berangkat rata-rata karena persoalan persyaratan kesehatan. Mayoritas calon penumpang membawa surat bebas Covid-19 dengan uji Ge-Nose. “Karena Ge-Nose sudah tidak berlaku. Jadi, penumpang yang batal berangkat itu adalah yang belum melengkapi persyaratan,” ujarnya, kemarin (5/7).

Sesuai aturan SE Kemenhub Nomor 42 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19, Vice President PT KAI Daop 9 Jember Broer Rizal mengatakan, mulai 5-20 Juli, pelanggan kereta api jarak jauh wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau rapid test antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. “Khusus perjalanan KA jarak jauh, penumpang juga diharuskan menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama,” terangnya.

Bagi pelanggan dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis, tetap dapat menggunakan kereta api jarak jauh dengan menunjukkan surat keterangan dari dokter spesialis dan disertai surat negatif RT-PCR atau rapid test antigen yang masih berlaku. Sedangkan untuk calon penumpang usia di bawah 18 tahun, tidak diharuskan menunjukkan kartu vaksin. Dan untuk penumpang di bawah 5 tahun tidak diharuskan menunjukkan hasil RT-PCR atau rapid test antigen.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejak pemberlakuan PPKM darurat Sabtu (3/7) lalu, mobilitas masyarakat masih cukup tinggi. Namun, demikian, tidak sedikit dari mereka yang terkendala transportasi, karena sejumlah moda transportasi menerapkan aturan baru.

Salah satunya di sektor transportasi kereta api. Tercatat, terdapat penurunan okupansi penumpang yang cukup signifikan sejak penerapan PPKM darurat. Sabtu (3/7) lalu misalnya, dari 897 calon penumpang, 372 di antaranya terpaksa membatalkan perjalanan karena tidak memenuhi persyaratan. Sementara itu, di hari berikutnya, yakni Minggu (4/7), dari 1.496 calon penumpang, 144 orang urung berangkat. Senin (5/7) kemarin, dari 496 calon penumpang, 51 di antaranya juga gagal berangkat.

Plh Humas PT KAI Daop 9 Tohari menjelaskan, calon penumpang yang gagal berangkat rata-rata karena persoalan persyaratan kesehatan. Mayoritas calon penumpang membawa surat bebas Covid-19 dengan uji Ge-Nose. “Karena Ge-Nose sudah tidak berlaku. Jadi, penumpang yang batal berangkat itu adalah yang belum melengkapi persyaratan,” ujarnya, kemarin (5/7).

Sesuai aturan SE Kemenhub Nomor 42 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19, Vice President PT KAI Daop 9 Jember Broer Rizal mengatakan, mulai 5-20 Juli, pelanggan kereta api jarak jauh wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau rapid test antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. “Khusus perjalanan KA jarak jauh, penumpang juga diharuskan menunjukkan kartu vaksin minimal dosis pertama,” terangnya.

Bagi pelanggan dengan kepentingan khusus yang tidak atau belum divaksin dengan alasan medis, tetap dapat menggunakan kereta api jarak jauh dengan menunjukkan surat keterangan dari dokter spesialis dan disertai surat negatif RT-PCR atau rapid test antigen yang masih berlaku. Sedangkan untuk calon penumpang usia di bawah 18 tahun, tidak diharuskan menunjukkan kartu vaksin. Dan untuk penumpang di bawah 5 tahun tidak diharuskan menunjukkan hasil RT-PCR atau rapid test antigen.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/