alexametrics
27.8 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Abaikan Imbauan Penutupan dalam Masa PPKM Darurat

Wisata Pantai Masih Buka

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah telah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Kebijakan itu berlaku sejak 3-20 Juli. Salah satu isinya adalah tentang penutupan lokasi wisata yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Namun ternyata, tak semua pengelola wisata mematuhi kebijakan itu. Sebagian masih ada yang tetap buka.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Jember Dhebora Krisnowati Sumarhiningsih menegaskan, berdasarkan surat edaran (SE) bupati, sektor pariwisata diliburkan sementara hingga 20 Juli nanti. “Berdasarkan surat edaran, pariwisata ditutup semua sampai tanggal 20,” katanya ketika dikonfirmasi, kemarin (5/7).

Menurutnya, untuk mengontrol implementasi SE, khususnya mengenai penutupan lokasi wisata, forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) melakukan pelaporan secara berkala. Jika diketahui ada wisata yang masih beroperasi, maka hal ini menjadi kewenangan satgas Covid-19 untuk menindaknya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nyatanya, kebijakan tersebut tidak sepenuhnya diikuti dengan baik. Ada beberapa lokasi wisata yang masih buka, meski di depan pintu masuk tertulis dengan jelas bahwa wisata itu tutup sementara. Di antaranya Pantai Papuma dan Payangan. Dua wisata berbasis pantai ini masih tetap beroperasi di tengah pemberlakuan PPKM darurat.

Di Pantai Payangan, misalnya, meski tetap buka, namun jumlah pengunjungnya relatif sedikit. Para pengunjung datang dengan sanak saudara secara kolektif. Mereka tidak hanya mandi di pantai, tapi juga menghabiskan waktu yang relatif lama di pantai. Sekadar berdiam diri menikmati suasana alam. Bahkan semakin sore, pengunjung dari kalangan muda masih juga berdatangan. Sementara, para penjual yang membuka warung cukup sedikit.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah telah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Kebijakan itu berlaku sejak 3-20 Juli. Salah satu isinya adalah tentang penutupan lokasi wisata yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Namun ternyata, tak semua pengelola wisata mematuhi kebijakan itu. Sebagian masih ada yang tetap buka.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Jember Dhebora Krisnowati Sumarhiningsih menegaskan, berdasarkan surat edaran (SE) bupati, sektor pariwisata diliburkan sementara hingga 20 Juli nanti. “Berdasarkan surat edaran, pariwisata ditutup semua sampai tanggal 20,” katanya ketika dikonfirmasi, kemarin (5/7).

Menurutnya, untuk mengontrol implementasi SE, khususnya mengenai penutupan lokasi wisata, forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) melakukan pelaporan secara berkala. Jika diketahui ada wisata yang masih beroperasi, maka hal ini menjadi kewenangan satgas Covid-19 untuk menindaknya.

Nyatanya, kebijakan tersebut tidak sepenuhnya diikuti dengan baik. Ada beberapa lokasi wisata yang masih buka, meski di depan pintu masuk tertulis dengan jelas bahwa wisata itu tutup sementara. Di antaranya Pantai Papuma dan Payangan. Dua wisata berbasis pantai ini masih tetap beroperasi di tengah pemberlakuan PPKM darurat.

Di Pantai Payangan, misalnya, meski tetap buka, namun jumlah pengunjungnya relatif sedikit. Para pengunjung datang dengan sanak saudara secara kolektif. Mereka tidak hanya mandi di pantai, tapi juga menghabiskan waktu yang relatif lama di pantai. Sekadar berdiam diri menikmati suasana alam. Bahkan semakin sore, pengunjung dari kalangan muda masih juga berdatangan. Sementara, para penjual yang membuka warung cukup sedikit.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah telah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Kebijakan itu berlaku sejak 3-20 Juli. Salah satu isinya adalah tentang penutupan lokasi wisata yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Namun ternyata, tak semua pengelola wisata mematuhi kebijakan itu. Sebagian masih ada yang tetap buka.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Jember Dhebora Krisnowati Sumarhiningsih menegaskan, berdasarkan surat edaran (SE) bupati, sektor pariwisata diliburkan sementara hingga 20 Juli nanti. “Berdasarkan surat edaran, pariwisata ditutup semua sampai tanggal 20,” katanya ketika dikonfirmasi, kemarin (5/7).

Menurutnya, untuk mengontrol implementasi SE, khususnya mengenai penutupan lokasi wisata, forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) melakukan pelaporan secara berkala. Jika diketahui ada wisata yang masih beroperasi, maka hal ini menjadi kewenangan satgas Covid-19 untuk menindaknya.

Nyatanya, kebijakan tersebut tidak sepenuhnya diikuti dengan baik. Ada beberapa lokasi wisata yang masih buka, meski di depan pintu masuk tertulis dengan jelas bahwa wisata itu tutup sementara. Di antaranya Pantai Papuma dan Payangan. Dua wisata berbasis pantai ini masih tetap beroperasi di tengah pemberlakuan PPKM darurat.

Di Pantai Payangan, misalnya, meski tetap buka, namun jumlah pengunjungnya relatif sedikit. Para pengunjung datang dengan sanak saudara secara kolektif. Mereka tidak hanya mandi di pantai, tapi juga menghabiskan waktu yang relatif lama di pantai. Sekadar berdiam diri menikmati suasana alam. Bahkan semakin sore, pengunjung dari kalangan muda masih juga berdatangan. Sementara, para penjual yang membuka warung cukup sedikit.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/