alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Warna Hijau Negatif, Warna Biru Positif Deksametason

Jamu bisa jadi minuman kebanggaan orang Indonesia karena warisan dari nenek moyang yang bertahan hingga sekarang. Walau begitu, ada juga produsen jamu yang nakal dengan mencampur bahan obat kimia. Salah satunya lewat jamu pegal linu. Dari latar belakang inilah, alat tes sederhana bernama Deksa Test dibuat oleh mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Jember.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penelitian kandungan deksametason pada jamu pegal linu membuat Prof Bambang Kuswandi membuka file-file lama. “Pernah diteliti ini, juga ada alat tes sederhana yang dibuat mahasiswa dan dibimbing oleh dosen Fakultas Farmasi Universitas Jember,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jember di ruang kerjanya.

Laci di meja komputernya dia buka, lemari di sudut-sudut ruang kerjanya juga dibuka untuk mencari alat pendeteksi deksametason pada jamu. Tak lama kemudian, wajah Prof Bambang Kuswandi yang awalnya serius mencari, akhirnya tampak lega. Tangannya membawa seperangkat alat uji sederhana dari salah satu lemarinya.

Inilah Deksa Test. Alat itu begitu mini. Kemasannya pun hanya dari karton berwarna hijau dan putih. Lebih mirip seperti obat sirup. Saat dibuka, terdapat sebuah pipet beserta botolnya, botol plastik mini, dan satu lembar penjelasan penggunaan alat tersebut. Bambang kemudian membuka bungkusan kecil dari aluminium foil. “Lha ini alat tesnya. Tapi hanya tinggal dua,” tambahnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Alat tes tersebut mirip dengan tes kehamilan. Salah satunya belum terpakai, tapi yang satu telah terpakai. “Yang satu telah terpakai karena warnanya jadi biru. Biru itu menandakan positif deksametason,” terangnya.

Dalam pengecekan, sampel jamu berbentuk serbuk ditaruh di botol plastik mini. Kemudian ditetesi dengan metanol yang ada di botol pipet. Sama dengan tes kehamilan, alat tesnya ditaruh begitu saja di botol mini. “Kalau hijau negatif, kalau biru positif,” jelasnya.

Lembar panduan penggunaan Deksa Test itu juga menjelaskan, alat itu merupakan sensor yang digunakan untuk mendeteksi BKO (bahan kimia obat) deksametason dalam produk jamu pegal linu dengan lebih mudah dan cepat. Cara pemakaiannya juga diterangkan, dengan melarutkan jamu pegal linu dengan metanol sebanyak 4 mililiter, kemudian tambah air panas, dan celupkan Deksa Test selama satu menit.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penelitian kandungan deksametason pada jamu pegal linu membuat Prof Bambang Kuswandi membuka file-file lama. “Pernah diteliti ini, juga ada alat tes sederhana yang dibuat mahasiswa dan dibimbing oleh dosen Fakultas Farmasi Universitas Jember,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jember di ruang kerjanya.

Laci di meja komputernya dia buka, lemari di sudut-sudut ruang kerjanya juga dibuka untuk mencari alat pendeteksi deksametason pada jamu. Tak lama kemudian, wajah Prof Bambang Kuswandi yang awalnya serius mencari, akhirnya tampak lega. Tangannya membawa seperangkat alat uji sederhana dari salah satu lemarinya.

Inilah Deksa Test. Alat itu begitu mini. Kemasannya pun hanya dari karton berwarna hijau dan putih. Lebih mirip seperti obat sirup. Saat dibuka, terdapat sebuah pipet beserta botolnya, botol plastik mini, dan satu lembar penjelasan penggunaan alat tersebut. Bambang kemudian membuka bungkusan kecil dari aluminium foil. “Lha ini alat tesnya. Tapi hanya tinggal dua,” tambahnya.

Alat tes tersebut mirip dengan tes kehamilan. Salah satunya belum terpakai, tapi yang satu telah terpakai. “Yang satu telah terpakai karena warnanya jadi biru. Biru itu menandakan positif deksametason,” terangnya.

Dalam pengecekan, sampel jamu berbentuk serbuk ditaruh di botol plastik mini. Kemudian ditetesi dengan metanol yang ada di botol pipet. Sama dengan tes kehamilan, alat tesnya ditaruh begitu saja di botol mini. “Kalau hijau negatif, kalau biru positif,” jelasnya.

Lembar panduan penggunaan Deksa Test itu juga menjelaskan, alat itu merupakan sensor yang digunakan untuk mendeteksi BKO (bahan kimia obat) deksametason dalam produk jamu pegal linu dengan lebih mudah dan cepat. Cara pemakaiannya juga diterangkan, dengan melarutkan jamu pegal linu dengan metanol sebanyak 4 mililiter, kemudian tambah air panas, dan celupkan Deksa Test selama satu menit.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penelitian kandungan deksametason pada jamu pegal linu membuat Prof Bambang Kuswandi membuka file-file lama. “Pernah diteliti ini, juga ada alat tes sederhana yang dibuat mahasiswa dan dibimbing oleh dosen Fakultas Farmasi Universitas Jember,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jember di ruang kerjanya.

Laci di meja komputernya dia buka, lemari di sudut-sudut ruang kerjanya juga dibuka untuk mencari alat pendeteksi deksametason pada jamu. Tak lama kemudian, wajah Prof Bambang Kuswandi yang awalnya serius mencari, akhirnya tampak lega. Tangannya membawa seperangkat alat uji sederhana dari salah satu lemarinya.

Inilah Deksa Test. Alat itu begitu mini. Kemasannya pun hanya dari karton berwarna hijau dan putih. Lebih mirip seperti obat sirup. Saat dibuka, terdapat sebuah pipet beserta botolnya, botol plastik mini, dan satu lembar penjelasan penggunaan alat tersebut. Bambang kemudian membuka bungkusan kecil dari aluminium foil. “Lha ini alat tesnya. Tapi hanya tinggal dua,” tambahnya.

Alat tes tersebut mirip dengan tes kehamilan. Salah satunya belum terpakai, tapi yang satu telah terpakai. “Yang satu telah terpakai karena warnanya jadi biru. Biru itu menandakan positif deksametason,” terangnya.

Dalam pengecekan, sampel jamu berbentuk serbuk ditaruh di botol plastik mini. Kemudian ditetesi dengan metanol yang ada di botol pipet. Sama dengan tes kehamilan, alat tesnya ditaruh begitu saja di botol mini. “Kalau hijau negatif, kalau biru positif,” jelasnya.

Lembar panduan penggunaan Deksa Test itu juga menjelaskan, alat itu merupakan sensor yang digunakan untuk mendeteksi BKO (bahan kimia obat) deksametason dalam produk jamu pegal linu dengan lebih mudah dan cepat. Cara pemakaiannya juga diterangkan, dengan melarutkan jamu pegal linu dengan metanol sebanyak 4 mililiter, kemudian tambah air panas, dan celupkan Deksa Test selama satu menit.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/