alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Diminta Bedakan Jam Layanan

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Antrean panjang di SPBU kerap terjadi di Kabupaten Jember. Salah satu penyebabnya yaitu banyak tengkulak atau pedagang yang membeli bahan bakar minyak (BBM), khususnya premium. Biasanya mereka menggunakan motor atau mobil. Beberapa juga ada yang memakai tong atau jenis wadah lain. Fenomena ini bukan hanya membuat antrean mengular, tetapi juga dikeluhkan oleh para pengendara.

Ketua Komisi B DPRD Jember Bukri mengatakan, jual-beli BBM yang dilakukan pihak SPBU dengan pedagang eceran tidaklah melanggar hukum. Namun, apa yang terjadi di lapangan kerap menimbulkan persoalan. Hal paling tampak menurutnya yakni adanya antrean yang disebabkan pedagang juga ikut mengantre.

“SPBU jual ke pedagang eceran boleh saja. Akan tetapi, jangan sampai penjualan itu mengganggu para pengendara, baik sepeda motor, mobil, atau konsumen yang menggunakan kendaraan lain,” kata Bukri, kemarin (5/7).

Mobile_AP_Rectangle 2

Agar para pedagang eceran tak sampai mengganggu konsumen yang menggunakan kendaraan, Bukri menyebut, perlu ada ketegasan dari pemilik atau pengelola SPBU itu sendiri. Secara teknis, jam penjualan untuk pengendara dan pedagang menurutnya lebih baik dibedakan.

Dia mencontohkan, salah satu SPBU di Jember yang sudah menerapkan perbedaan waktu penjualan BBM untuk pengendara dan pedagang yaitu SPBU Galaxi di Tempurejo. Perbedaan jam layanan, menurutnya bisa mengurai antrean panjang yang selama ini terjadi.

“Di SPBU Galaxi Tempurejo sudah diterapkan jam layanan. Mulai pagi, siang, hingga malam itu untuk pengendara. Kemudian mulai jam 23.00 sampai subuh dini hari baru melayani tengkulak atau pedagang eceran,” jelasnya.

Menurutnya, penerapan jam layanan tersebut dinilai efektif, karena SPBU tidak mencampur layanan pengendara dan pedagang eceran. “Kalau semua SPBU bisa menerapkan jam layanan yang berbeda, saya kira akan dapat mengurai antrean panjang,” jelasnya.

Bukri pun menyarankan, guna mencegah antrean panjang, SPBU harus bisa menerapkan layanan jam malam. “Terapkan jam malam untuk pedagang, itu saja. Kami tahu, pihak SPBU mencari untung. Tetapi setidaknya ikut membantu agar semuanya lancar,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Antrean panjang di SPBU kerap terjadi di Kabupaten Jember. Salah satu penyebabnya yaitu banyak tengkulak atau pedagang yang membeli bahan bakar minyak (BBM), khususnya premium. Biasanya mereka menggunakan motor atau mobil. Beberapa juga ada yang memakai tong atau jenis wadah lain. Fenomena ini bukan hanya membuat antrean mengular, tetapi juga dikeluhkan oleh para pengendara.

Ketua Komisi B DPRD Jember Bukri mengatakan, jual-beli BBM yang dilakukan pihak SPBU dengan pedagang eceran tidaklah melanggar hukum. Namun, apa yang terjadi di lapangan kerap menimbulkan persoalan. Hal paling tampak menurutnya yakni adanya antrean yang disebabkan pedagang juga ikut mengantre.

“SPBU jual ke pedagang eceran boleh saja. Akan tetapi, jangan sampai penjualan itu mengganggu para pengendara, baik sepeda motor, mobil, atau konsumen yang menggunakan kendaraan lain,” kata Bukri, kemarin (5/7).

Agar para pedagang eceran tak sampai mengganggu konsumen yang menggunakan kendaraan, Bukri menyebut, perlu ada ketegasan dari pemilik atau pengelola SPBU itu sendiri. Secara teknis, jam penjualan untuk pengendara dan pedagang menurutnya lebih baik dibedakan.

Dia mencontohkan, salah satu SPBU di Jember yang sudah menerapkan perbedaan waktu penjualan BBM untuk pengendara dan pedagang yaitu SPBU Galaxi di Tempurejo. Perbedaan jam layanan, menurutnya bisa mengurai antrean panjang yang selama ini terjadi.

“Di SPBU Galaxi Tempurejo sudah diterapkan jam layanan. Mulai pagi, siang, hingga malam itu untuk pengendara. Kemudian mulai jam 23.00 sampai subuh dini hari baru melayani tengkulak atau pedagang eceran,” jelasnya.

Menurutnya, penerapan jam layanan tersebut dinilai efektif, karena SPBU tidak mencampur layanan pengendara dan pedagang eceran. “Kalau semua SPBU bisa menerapkan jam layanan yang berbeda, saya kira akan dapat mengurai antrean panjang,” jelasnya.

Bukri pun menyarankan, guna mencegah antrean panjang, SPBU harus bisa menerapkan layanan jam malam. “Terapkan jam malam untuk pedagang, itu saja. Kami tahu, pihak SPBU mencari untung. Tetapi setidaknya ikut membantu agar semuanya lancar,” pungkasnya. (*)

RADAR JEMBER.ID – Antrean panjang di SPBU kerap terjadi di Kabupaten Jember. Salah satu penyebabnya yaitu banyak tengkulak atau pedagang yang membeli bahan bakar minyak (BBM), khususnya premium. Biasanya mereka menggunakan motor atau mobil. Beberapa juga ada yang memakai tong atau jenis wadah lain. Fenomena ini bukan hanya membuat antrean mengular, tetapi juga dikeluhkan oleh para pengendara.

Ketua Komisi B DPRD Jember Bukri mengatakan, jual-beli BBM yang dilakukan pihak SPBU dengan pedagang eceran tidaklah melanggar hukum. Namun, apa yang terjadi di lapangan kerap menimbulkan persoalan. Hal paling tampak menurutnya yakni adanya antrean yang disebabkan pedagang juga ikut mengantre.

“SPBU jual ke pedagang eceran boleh saja. Akan tetapi, jangan sampai penjualan itu mengganggu para pengendara, baik sepeda motor, mobil, atau konsumen yang menggunakan kendaraan lain,” kata Bukri, kemarin (5/7).

Agar para pedagang eceran tak sampai mengganggu konsumen yang menggunakan kendaraan, Bukri menyebut, perlu ada ketegasan dari pemilik atau pengelola SPBU itu sendiri. Secara teknis, jam penjualan untuk pengendara dan pedagang menurutnya lebih baik dibedakan.

Dia mencontohkan, salah satu SPBU di Jember yang sudah menerapkan perbedaan waktu penjualan BBM untuk pengendara dan pedagang yaitu SPBU Galaxi di Tempurejo. Perbedaan jam layanan, menurutnya bisa mengurai antrean panjang yang selama ini terjadi.

“Di SPBU Galaxi Tempurejo sudah diterapkan jam layanan. Mulai pagi, siang, hingga malam itu untuk pengendara. Kemudian mulai jam 23.00 sampai subuh dini hari baru melayani tengkulak atau pedagang eceran,” jelasnya.

Menurutnya, penerapan jam layanan tersebut dinilai efektif, karena SPBU tidak mencampur layanan pengendara dan pedagang eceran. “Kalau semua SPBU bisa menerapkan jam layanan yang berbeda, saya kira akan dapat mengurai antrean panjang,” jelasnya.

Bukri pun menyarankan, guna mencegah antrean panjang, SPBU harus bisa menerapkan layanan jam malam. “Terapkan jam malam untuk pedagang, itu saja. Kami tahu, pihak SPBU mencari untung. Tetapi setidaknya ikut membantu agar semuanya lancar,” pungkasnya. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/