alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Kejayaan Raja Brawijaya V di Tanah Semboro

Bukti Sejarah Kerajaan Majapahit Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, menjadi saksi kejayaan Kerajaan Majapahit. Salah satu buktinya adalah peninggalan-peninggalan abad ke-15, pada masa Brawijaya V, yang tersebar di berbagai wilayah. Salah satu yang paling dikenal adalah Situs Beteng.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Situs yang terkenal dengan beragam fondasi batu bata peninggalan Majapahit ini berada 33 kilometer dari pusat kota Jember. Jawa Pos Radar Jember langsung disambut oleh Ngadul Gani, juru kunci Situs Beteng, yang juga tengah kedatangan dua mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, Anisa Mufidatul Nur Ula dan Ela Candra Dewi.

Maklum saja, selain area bersejarah, kawasan Situs Beteng juga menjadi kawasan edukasi. Situs Beteng yang menjadi tempat edukasi ini, menurut Gani, merupakan peninggalan Brawijaya V pada masa Kerajaan Majapahit. Gani menyebut, situs diperkirakan didirikan sekitar abad ke-15. Kala itu, luas Situs Beteng yang menjadi benteng pertahanan dalam beberapa cerita disebut sekitar 2,5 kilometer persegi. Namun, di masa sekarang ini hanya bisa dilihat seluas lapangan sepak bola.

Di situlah sisa-sisa bangunan masih ada. Seperti fondasi serta batu bata dengan corak kuno. “Peninggalan yang asli saat ini hanya berupa fondasi dan batu bata. Untuk bangunan, pagar, dan yang lain ini bangunan baru. Peninggalan bangunan yang asli sudah roboh semua,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Gani merupakan juru kunci keenam setelah sederet juru kunci yang lain. Di antaranya Surodadi, Sukram, Mbah Gunung, Atmo Sutomo, dan Mat Salam, yang sekaligus merupakan ayahanda Gani. Selama itu pula, dia terus menggali cerita apa saja yang ditinggalkan oleh situs yang kini lahannya masuk ke lahan desa setempat.

Situs Beteng, pada awal ditemukan pada tahun 1939, masih menyimpan sejumlah barang peninggalan. Mulai dari artefak, lumpang, sikat mandi, patung, keris, sembilan sumur, pecahan piring kuno, serta sejumlah barang lain.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Situs yang terkenal dengan beragam fondasi batu bata peninggalan Majapahit ini berada 33 kilometer dari pusat kota Jember. Jawa Pos Radar Jember langsung disambut oleh Ngadul Gani, juru kunci Situs Beteng, yang juga tengah kedatangan dua mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, Anisa Mufidatul Nur Ula dan Ela Candra Dewi.

Maklum saja, selain area bersejarah, kawasan Situs Beteng juga menjadi kawasan edukasi. Situs Beteng yang menjadi tempat edukasi ini, menurut Gani, merupakan peninggalan Brawijaya V pada masa Kerajaan Majapahit. Gani menyebut, situs diperkirakan didirikan sekitar abad ke-15. Kala itu, luas Situs Beteng yang menjadi benteng pertahanan dalam beberapa cerita disebut sekitar 2,5 kilometer persegi. Namun, di masa sekarang ini hanya bisa dilihat seluas lapangan sepak bola.

Di situlah sisa-sisa bangunan masih ada. Seperti fondasi serta batu bata dengan corak kuno. “Peninggalan yang asli saat ini hanya berupa fondasi dan batu bata. Untuk bangunan, pagar, dan yang lain ini bangunan baru. Peninggalan bangunan yang asli sudah roboh semua,” ujarnya.

Gani merupakan juru kunci keenam setelah sederet juru kunci yang lain. Di antaranya Surodadi, Sukram, Mbah Gunung, Atmo Sutomo, dan Mat Salam, yang sekaligus merupakan ayahanda Gani. Selama itu pula, dia terus menggali cerita apa saja yang ditinggalkan oleh situs yang kini lahannya masuk ke lahan desa setempat.

Situs Beteng, pada awal ditemukan pada tahun 1939, masih menyimpan sejumlah barang peninggalan. Mulai dari artefak, lumpang, sikat mandi, patung, keris, sembilan sumur, pecahan piring kuno, serta sejumlah barang lain.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Situs yang terkenal dengan beragam fondasi batu bata peninggalan Majapahit ini berada 33 kilometer dari pusat kota Jember. Jawa Pos Radar Jember langsung disambut oleh Ngadul Gani, juru kunci Situs Beteng, yang juga tengah kedatangan dua mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember, Anisa Mufidatul Nur Ula dan Ela Candra Dewi.

Maklum saja, selain area bersejarah, kawasan Situs Beteng juga menjadi kawasan edukasi. Situs Beteng yang menjadi tempat edukasi ini, menurut Gani, merupakan peninggalan Brawijaya V pada masa Kerajaan Majapahit. Gani menyebut, situs diperkirakan didirikan sekitar abad ke-15. Kala itu, luas Situs Beteng yang menjadi benteng pertahanan dalam beberapa cerita disebut sekitar 2,5 kilometer persegi. Namun, di masa sekarang ini hanya bisa dilihat seluas lapangan sepak bola.

Di situlah sisa-sisa bangunan masih ada. Seperti fondasi serta batu bata dengan corak kuno. “Peninggalan yang asli saat ini hanya berupa fondasi dan batu bata. Untuk bangunan, pagar, dan yang lain ini bangunan baru. Peninggalan bangunan yang asli sudah roboh semua,” ujarnya.

Gani merupakan juru kunci keenam setelah sederet juru kunci yang lain. Di antaranya Surodadi, Sukram, Mbah Gunung, Atmo Sutomo, dan Mat Salam, yang sekaligus merupakan ayahanda Gani. Selama itu pula, dia terus menggali cerita apa saja yang ditinggalkan oleh situs yang kini lahannya masuk ke lahan desa setempat.

Situs Beteng, pada awal ditemukan pada tahun 1939, masih menyimpan sejumlah barang peninggalan. Mulai dari artefak, lumpang, sikat mandi, patung, keris, sembilan sumur, pecahan piring kuno, serta sejumlah barang lain.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/