alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Waduh, Bangku Sekolah Dimakan Rayap

Mobile_AP_Rectangle 1

Selama tak ada kegiatan tatap muka, kursi dan meja memang dibiarkan di tempat parkir. Tak heran jika selama musim hujan lalu, suasana menjadi lembap. Rayap pun ikut naik ke kursi. “Ada kursi yang dinaikkan ke atas meja. Jadi, hanya beberapa saja yang rusak akibat dimakan rayap,” kata Samsul.

Beruntung, kondisi ini tidak terjadi pada meja dan kursi yang disimpan di gudang. Akibat kurangnya ruang kelas, ada pula siswa mengikuti KBM di gudang yang dijadikan ruang kelas. Sementara empat kelas lainnya menempati ruang perpustakaan dan ruang kelas yang memang sudah mendapat rehab terlebih dahulu.

Samsul berharap agar ruang kelas yang ambruk beberapa tahun lalu dijadikan perhatian khusus. “Kasihan anak-anak yang mengikuti KBM di tempat parkir dan gudang. Apalagi saat musim hujan, ruang kelas lembap,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal serupa juga terjadi di SDN Curahtakir 3, Desa Curahtakir, Kecamatan Tempurejo. Beberapa kursi juga rusak akibat dimakan rayap. Penyebabnya, tiga ruang kelas yang baru direhabilitasi sempat mengeluarkan air dari bawah keramik, sehingga ruang kelas menjadi lembap. “Selain itu, karena terlalu lama tidak ada kegiatan, kursi dan meja di ruang kelas juga dimakan rayap,” tutur Kepala SDN Curahtakir 3 Syaiful Bahri.

- Advertisement -

Selama tak ada kegiatan tatap muka, kursi dan meja memang dibiarkan di tempat parkir. Tak heran jika selama musim hujan lalu, suasana menjadi lembap. Rayap pun ikut naik ke kursi. “Ada kursi yang dinaikkan ke atas meja. Jadi, hanya beberapa saja yang rusak akibat dimakan rayap,” kata Samsul.

Beruntung, kondisi ini tidak terjadi pada meja dan kursi yang disimpan di gudang. Akibat kurangnya ruang kelas, ada pula siswa mengikuti KBM di gudang yang dijadikan ruang kelas. Sementara empat kelas lainnya menempati ruang perpustakaan dan ruang kelas yang memang sudah mendapat rehab terlebih dahulu.

Samsul berharap agar ruang kelas yang ambruk beberapa tahun lalu dijadikan perhatian khusus. “Kasihan anak-anak yang mengikuti KBM di tempat parkir dan gudang. Apalagi saat musim hujan, ruang kelas lembap,” imbuhnya.

Hal serupa juga terjadi di SDN Curahtakir 3, Desa Curahtakir, Kecamatan Tempurejo. Beberapa kursi juga rusak akibat dimakan rayap. Penyebabnya, tiga ruang kelas yang baru direhabilitasi sempat mengeluarkan air dari bawah keramik, sehingga ruang kelas menjadi lembap. “Selain itu, karena terlalu lama tidak ada kegiatan, kursi dan meja di ruang kelas juga dimakan rayap,” tutur Kepala SDN Curahtakir 3 Syaiful Bahri.

Selama tak ada kegiatan tatap muka, kursi dan meja memang dibiarkan di tempat parkir. Tak heran jika selama musim hujan lalu, suasana menjadi lembap. Rayap pun ikut naik ke kursi. “Ada kursi yang dinaikkan ke atas meja. Jadi, hanya beberapa saja yang rusak akibat dimakan rayap,” kata Samsul.

Beruntung, kondisi ini tidak terjadi pada meja dan kursi yang disimpan di gudang. Akibat kurangnya ruang kelas, ada pula siswa mengikuti KBM di gudang yang dijadikan ruang kelas. Sementara empat kelas lainnya menempati ruang perpustakaan dan ruang kelas yang memang sudah mendapat rehab terlebih dahulu.

Samsul berharap agar ruang kelas yang ambruk beberapa tahun lalu dijadikan perhatian khusus. “Kasihan anak-anak yang mengikuti KBM di tempat parkir dan gudang. Apalagi saat musim hujan, ruang kelas lembap,” imbuhnya.

Hal serupa juga terjadi di SDN Curahtakir 3, Desa Curahtakir, Kecamatan Tempurejo. Beberapa kursi juga rusak akibat dimakan rayap. Penyebabnya, tiga ruang kelas yang baru direhabilitasi sempat mengeluarkan air dari bawah keramik, sehingga ruang kelas menjadi lembap. “Selain itu, karena terlalu lama tidak ada kegiatan, kursi dan meja di ruang kelas juga dimakan rayap,” tutur Kepala SDN Curahtakir 3 Syaiful Bahri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/