alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Berawal dari Sebal Listrik di Desa Padam, Akhirnya Bikin Motor dan Mobil Listrik

Keterbatasan bukan menjadi penghambat untuk berkembang. Justru lewat keterbatasan itulah bisa menghasilkan karya kelistrikan. Inilah yang ditegaskan oleh Sasmito. Pemuda asal Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, tersebut tidak hanya mahir tentang kelistrikan di desanya, tapi juga mampu membuat sepeda listrik hingga mobil listrik sederhana.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rangkaian lampu LED warna-warni dengan tulisan Selamat Idul Fitri menjadi sajian selamat datang saat masuk pekarangan rumah Sasmito di Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, tersebut. Sekilas rumahnya itu sama dengan rumah pada umumnya. Namun ada beberapa hal yang mencolok. Seperti beberapa alat kelistrikan di teras rumahnya. Mulai dari inventer, pengukur kekuatan baterai, solder, hingga amperemeter dan voltameter.

Jika diteliti lebih jauh, lampu-lampu LED yang menerangi rumahnya memakai arus DC, bukan AC lagi. Sedangkan untuk tenaga listriknya memakai tenaga PLN dan solar cell. “Ini memakai DC bukan AC. Jadi, kalau lampu mati, baterai motor listrik, mobil listrik tinggal colokin saja, tidak pakai inventer lagi,” jelasnya.

Utak-atik peralatan listrik dan ponsel adalah pekerjaannya sehari-hari. Sasmito pun melakukannya dengan senang hati, karena memang menyukai dunia elektronik. Dia menekuni ilmu elektro hingga mengubah arus kelistrikan rumahnya. Hal ini dia lakukan karena listrik di desanya kerap kali padam. “Kalau di kota enak jarang padam listrik. Kalau di desa tiba-tiba padam begitu, ya beginilah hidup di desa,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sasmito pun mengajak ke pekarangan samping rumahnya dan menunjukkan tiga motor listrik yang sebelumnya tertutup kain terpal biru. Bahkan, ada juga sepeda motor tanpa mesin. “Lha ini bakal saya jadikan motor listrik, kerangka dan bodi dari motor bensin,” jelasnya.

Satu lagi buah karyanya yang digemari anak-anak adalah mobil listrik. Mobil listrik itu berukuran mini, hanya 1×2 meter saja. Berwarna hijau dan dibentuk seperti jeep mini, mobil tersebut sering digunakan oleh Sasmito dan anaknya jalan-jalan serta pergi ke masjid. “Kalau sama anak saya, teman-temannya sering ikut,” tuturnya.

Badan mobil itu terbuat dari pelat besi, sedangkan kerangkanya dari pipa besi. Sementara untuk rodanya tidak pakai roda mobil, tapi roda sepeda. Pada dua roda belakangnya dibenamkan dinamo. Dinamo itulah yang jadi penggerak dari daya baterai lithium berdaya 40 Ampere. Walau mobil itu dirakit sendiri dan tampil sederhana, tidak ada AC ataupun kaca power window, tapi jangan salah. Ada hiburan radio tape juga lho!

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rangkaian lampu LED warna-warni dengan tulisan Selamat Idul Fitri menjadi sajian selamat datang saat masuk pekarangan rumah Sasmito di Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, tersebut. Sekilas rumahnya itu sama dengan rumah pada umumnya. Namun ada beberapa hal yang mencolok. Seperti beberapa alat kelistrikan di teras rumahnya. Mulai dari inventer, pengukur kekuatan baterai, solder, hingga amperemeter dan voltameter.

Jika diteliti lebih jauh, lampu-lampu LED yang menerangi rumahnya memakai arus DC, bukan AC lagi. Sedangkan untuk tenaga listriknya memakai tenaga PLN dan solar cell. “Ini memakai DC bukan AC. Jadi, kalau lampu mati, baterai motor listrik, mobil listrik tinggal colokin saja, tidak pakai inventer lagi,” jelasnya.

Utak-atik peralatan listrik dan ponsel adalah pekerjaannya sehari-hari. Sasmito pun melakukannya dengan senang hati, karena memang menyukai dunia elektronik. Dia menekuni ilmu elektro hingga mengubah arus kelistrikan rumahnya. Hal ini dia lakukan karena listrik di desanya kerap kali padam. “Kalau di kota enak jarang padam listrik. Kalau di desa tiba-tiba padam begitu, ya beginilah hidup di desa,” jelasnya.

Sasmito pun mengajak ke pekarangan samping rumahnya dan menunjukkan tiga motor listrik yang sebelumnya tertutup kain terpal biru. Bahkan, ada juga sepeda motor tanpa mesin. “Lha ini bakal saya jadikan motor listrik, kerangka dan bodi dari motor bensin,” jelasnya.

Satu lagi buah karyanya yang digemari anak-anak adalah mobil listrik. Mobil listrik itu berukuran mini, hanya 1×2 meter saja. Berwarna hijau dan dibentuk seperti jeep mini, mobil tersebut sering digunakan oleh Sasmito dan anaknya jalan-jalan serta pergi ke masjid. “Kalau sama anak saya, teman-temannya sering ikut,” tuturnya.

Badan mobil itu terbuat dari pelat besi, sedangkan kerangkanya dari pipa besi. Sementara untuk rodanya tidak pakai roda mobil, tapi roda sepeda. Pada dua roda belakangnya dibenamkan dinamo. Dinamo itulah yang jadi penggerak dari daya baterai lithium berdaya 40 Ampere. Walau mobil itu dirakit sendiri dan tampil sederhana, tidak ada AC ataupun kaca power window, tapi jangan salah. Ada hiburan radio tape juga lho!

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Rangkaian lampu LED warna-warni dengan tulisan Selamat Idul Fitri menjadi sajian selamat datang saat masuk pekarangan rumah Sasmito di Dusun Kraton, Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, tersebut. Sekilas rumahnya itu sama dengan rumah pada umumnya. Namun ada beberapa hal yang mencolok. Seperti beberapa alat kelistrikan di teras rumahnya. Mulai dari inventer, pengukur kekuatan baterai, solder, hingga amperemeter dan voltameter.

Jika diteliti lebih jauh, lampu-lampu LED yang menerangi rumahnya memakai arus DC, bukan AC lagi. Sedangkan untuk tenaga listriknya memakai tenaga PLN dan solar cell. “Ini memakai DC bukan AC. Jadi, kalau lampu mati, baterai motor listrik, mobil listrik tinggal colokin saja, tidak pakai inventer lagi,” jelasnya.

Utak-atik peralatan listrik dan ponsel adalah pekerjaannya sehari-hari. Sasmito pun melakukannya dengan senang hati, karena memang menyukai dunia elektronik. Dia menekuni ilmu elektro hingga mengubah arus kelistrikan rumahnya. Hal ini dia lakukan karena listrik di desanya kerap kali padam. “Kalau di kota enak jarang padam listrik. Kalau di desa tiba-tiba padam begitu, ya beginilah hidup di desa,” jelasnya.

Sasmito pun mengajak ke pekarangan samping rumahnya dan menunjukkan tiga motor listrik yang sebelumnya tertutup kain terpal biru. Bahkan, ada juga sepeda motor tanpa mesin. “Lha ini bakal saya jadikan motor listrik, kerangka dan bodi dari motor bensin,” jelasnya.

Satu lagi buah karyanya yang digemari anak-anak adalah mobil listrik. Mobil listrik itu berukuran mini, hanya 1×2 meter saja. Berwarna hijau dan dibentuk seperti jeep mini, mobil tersebut sering digunakan oleh Sasmito dan anaknya jalan-jalan serta pergi ke masjid. “Kalau sama anak saya, teman-temannya sering ikut,” tuturnya.

Badan mobil itu terbuat dari pelat besi, sedangkan kerangkanya dari pipa besi. Sementara untuk rodanya tidak pakai roda mobil, tapi roda sepeda. Pada dua roda belakangnya dibenamkan dinamo. Dinamo itulah yang jadi penggerak dari daya baterai lithium berdaya 40 Ampere. Walau mobil itu dirakit sendiri dan tampil sederhana, tidak ada AC ataupun kaca power window, tapi jangan salah. Ada hiburan radio tape juga lho!

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/