alexametrics
28.7 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Siswa SMA Nuris Jember Jadi Juara Berkat Ide Kreatif

Santri Ponpes Nuris Jember Tambah Hukum belajar atau menuntut ilmu adalah wajib. Hal itu yang memotivasi Aylaa Nur Karimah untuk terus belajar hingga dirinya meraih juara.

Mobile_AP_Rectangle 1

ANTIROGO, RADARJEMBER.ID- Salah satu santri Pondok Pesantren Nurul Islam (Ponpes Nuris) Jember yang menempuh pendidikan di SMA Nuris Jember, Aylaa Nur Karimah, baru-baru ini menuangkan ide kreatif untuk mengatasi maraknya pencemaran lingkungan di tengah masyarakat.

Ide tersebut berangkat dari rasa prihatin terhadap kondisi lingkungan yang semakin hari terus tercemar. Idenya ditulis dalam bentuk karya tulis ilmiah yang berjudul “FIRASAT: Fitoremidiasi Limbah Cair Tahu Berbasis Kayu Apu dengan Konsep Filtrasi Bertingkat guna Menjaga Kualitas Air dalam Kehidupan Berkelanjutan”.

Aylaa yang sedang menempuh pendidikan di kelas XI IPA 2 SMA Nuris Jember sangat peka melihat persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar. hal itu yang memaksa dirinya untuk terus berpikir membangkitkan ide kreatifnya untuk masyarakat. Termasuk karya yang terbuat dari limbah cair tahu berbasis kayu apu dengan konsep filtrasi. Belum lama ini, karya tersebut telah mendapatkan juara 2 LKTI tingkat nasional pada momen lomba yang diselenggarakan oleh HMTL IST AKPRIND Yogyakarta.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Hukum belajar kan wajib ya, jadi itu yang memotivasi saya untuk terus belajar. Tentunya ilmu yang saya sukai. Berikutnya adalah bagaimana membuat ilmu yang kita dapatkan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” kata Alyaa dengan rasa bahagia.

- Advertisement -

ANTIROGO, RADARJEMBER.ID- Salah satu santri Pondok Pesantren Nurul Islam (Ponpes Nuris) Jember yang menempuh pendidikan di SMA Nuris Jember, Aylaa Nur Karimah, baru-baru ini menuangkan ide kreatif untuk mengatasi maraknya pencemaran lingkungan di tengah masyarakat.

Ide tersebut berangkat dari rasa prihatin terhadap kondisi lingkungan yang semakin hari terus tercemar. Idenya ditulis dalam bentuk karya tulis ilmiah yang berjudul “FIRASAT: Fitoremidiasi Limbah Cair Tahu Berbasis Kayu Apu dengan Konsep Filtrasi Bertingkat guna Menjaga Kualitas Air dalam Kehidupan Berkelanjutan”.

Aylaa yang sedang menempuh pendidikan di kelas XI IPA 2 SMA Nuris Jember sangat peka melihat persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar. hal itu yang memaksa dirinya untuk terus berpikir membangkitkan ide kreatifnya untuk masyarakat. Termasuk karya yang terbuat dari limbah cair tahu berbasis kayu apu dengan konsep filtrasi. Belum lama ini, karya tersebut telah mendapatkan juara 2 LKTI tingkat nasional pada momen lomba yang diselenggarakan oleh HMTL IST AKPRIND Yogyakarta.

“Hukum belajar kan wajib ya, jadi itu yang memotivasi saya untuk terus belajar. Tentunya ilmu yang saya sukai. Berikutnya adalah bagaimana membuat ilmu yang kita dapatkan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” kata Alyaa dengan rasa bahagia.

ANTIROGO, RADARJEMBER.ID- Salah satu santri Pondok Pesantren Nurul Islam (Ponpes Nuris) Jember yang menempuh pendidikan di SMA Nuris Jember, Aylaa Nur Karimah, baru-baru ini menuangkan ide kreatif untuk mengatasi maraknya pencemaran lingkungan di tengah masyarakat.

Ide tersebut berangkat dari rasa prihatin terhadap kondisi lingkungan yang semakin hari terus tercemar. Idenya ditulis dalam bentuk karya tulis ilmiah yang berjudul “FIRASAT: Fitoremidiasi Limbah Cair Tahu Berbasis Kayu Apu dengan Konsep Filtrasi Bertingkat guna Menjaga Kualitas Air dalam Kehidupan Berkelanjutan”.

Aylaa yang sedang menempuh pendidikan di kelas XI IPA 2 SMA Nuris Jember sangat peka melihat persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar. hal itu yang memaksa dirinya untuk terus berpikir membangkitkan ide kreatifnya untuk masyarakat. Termasuk karya yang terbuat dari limbah cair tahu berbasis kayu apu dengan konsep filtrasi. Belum lama ini, karya tersebut telah mendapatkan juara 2 LKTI tingkat nasional pada momen lomba yang diselenggarakan oleh HMTL IST AKPRIND Yogyakarta.

“Hukum belajar kan wajib ya, jadi itu yang memotivasi saya untuk terus belajar. Tentunya ilmu yang saya sukai. Berikutnya adalah bagaimana membuat ilmu yang kita dapatkan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” kata Alyaa dengan rasa bahagia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/