alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Bisa Batal Jadi Justice Collaborator

Jika Fariz Terbukti Pelaku Utama

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Manggisan terus berjalan. Salah satu tersangka, M Fariz Nurhidayat, juga masih dipantau oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Tersangka yang menjadi konsultan perencana pembangunan pasar tradisional di Kecamatan Tanggul tersebut memang menginginkan ada perlindungan dari LPSK.

Selain itu, pria yang diduga menjadi aktor besar berbagai proyek bermasalah di Jember ini mengajukan status sebagai justice collaborator (JC). Status JC sendiri adalah saksi pelaku yang memiliki bukti serta informasi penting dalam membongkar sebuah kasus. Sebelumnya, Fariz berkomitmen kepada LPSK dan menyatakan siap membongkar aliran dana korupsi dan beberapa informasi penting lainnya terkait skandal tersebut.

Wakil Ketua LPSK Susilaningtias mengatakan, pihaknya akan memantau terlebih dahulu tersangka Fariz dalam persidangan nanti. “Kami tidak memberikan perlindungan fisik kepada tersangka. Tapi memberikan rekomendasi untuk menjadi JC. Dalam dakwaannya, dia sebagai tersangka, kami hanya memantau dulu dan tidak mendampingi tersangka saat sidang,” tuturnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nantinya, LPSK bakal mengikuti perkembangan persidangan yang bakal digelar secara daring via telekonferensi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. “Akan kami pantau perkembangan persidangannya. Mulai pemeriksaan saksi hingga pemeriksaan terdakwa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Susi juga akan berkoordinasi kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember mengenai teknis persidangan daring ini. Terlebih, rekomendasi JC untuk Fariz bakal ditujukan kepada JPU. “Tapi akan ditembuskan juga kepada majelis hakim,” terangnya.

Sebelumnya, pihak LPSK sudah beberapa kali menemui Fariz secara langsung saat ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Pertemuan tersebut guna memastikan apakah Fariz berkomitmen membuka tabir perkara rasuah ini hingga ke aktor besarnya. Pada kasus ini, peran Fariz dinilai penting agar publik mengetahui siapa saja yang bermain dan menjadi korban dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Manggisan terus berjalan. Salah satu tersangka, M Fariz Nurhidayat, juga masih dipantau oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Tersangka yang menjadi konsultan perencana pembangunan pasar tradisional di Kecamatan Tanggul tersebut memang menginginkan ada perlindungan dari LPSK.

Selain itu, pria yang diduga menjadi aktor besar berbagai proyek bermasalah di Jember ini mengajukan status sebagai justice collaborator (JC). Status JC sendiri adalah saksi pelaku yang memiliki bukti serta informasi penting dalam membongkar sebuah kasus. Sebelumnya, Fariz berkomitmen kepada LPSK dan menyatakan siap membongkar aliran dana korupsi dan beberapa informasi penting lainnya terkait skandal tersebut.

Wakil Ketua LPSK Susilaningtias mengatakan, pihaknya akan memantau terlebih dahulu tersangka Fariz dalam persidangan nanti. “Kami tidak memberikan perlindungan fisik kepada tersangka. Tapi memberikan rekomendasi untuk menjadi JC. Dalam dakwaannya, dia sebagai tersangka, kami hanya memantau dulu dan tidak mendampingi tersangka saat sidang,” tuturnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Jember.

Nantinya, LPSK bakal mengikuti perkembangan persidangan yang bakal digelar secara daring via telekonferensi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. “Akan kami pantau perkembangan persidangannya. Mulai pemeriksaan saksi hingga pemeriksaan terdakwa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Susi juga akan berkoordinasi kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember mengenai teknis persidangan daring ini. Terlebih, rekomendasi JC untuk Fariz bakal ditujukan kepada JPU. “Tapi akan ditembuskan juga kepada majelis hakim,” terangnya.

Sebelumnya, pihak LPSK sudah beberapa kali menemui Fariz secara langsung saat ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Pertemuan tersebut guna memastikan apakah Fariz berkomitmen membuka tabir perkara rasuah ini hingga ke aktor besarnya. Pada kasus ini, peran Fariz dinilai penting agar publik mengetahui siapa saja yang bermain dan menjadi korban dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Manggisan terus berjalan. Salah satu tersangka, M Fariz Nurhidayat, juga masih dipantau oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Tersangka yang menjadi konsultan perencana pembangunan pasar tradisional di Kecamatan Tanggul tersebut memang menginginkan ada perlindungan dari LPSK.

Selain itu, pria yang diduga menjadi aktor besar berbagai proyek bermasalah di Jember ini mengajukan status sebagai justice collaborator (JC). Status JC sendiri adalah saksi pelaku yang memiliki bukti serta informasi penting dalam membongkar sebuah kasus. Sebelumnya, Fariz berkomitmen kepada LPSK dan menyatakan siap membongkar aliran dana korupsi dan beberapa informasi penting lainnya terkait skandal tersebut.

Wakil Ketua LPSK Susilaningtias mengatakan, pihaknya akan memantau terlebih dahulu tersangka Fariz dalam persidangan nanti. “Kami tidak memberikan perlindungan fisik kepada tersangka. Tapi memberikan rekomendasi untuk menjadi JC. Dalam dakwaannya, dia sebagai tersangka, kami hanya memantau dulu dan tidak mendampingi tersangka saat sidang,” tuturnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Jember.

Nantinya, LPSK bakal mengikuti perkembangan persidangan yang bakal digelar secara daring via telekonferensi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. “Akan kami pantau perkembangan persidangannya. Mulai pemeriksaan saksi hingga pemeriksaan terdakwa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Susi juga akan berkoordinasi kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember mengenai teknis persidangan daring ini. Terlebih, rekomendasi JC untuk Fariz bakal ditujukan kepada JPU. “Tapi akan ditembuskan juga kepada majelis hakim,” terangnya.

Sebelumnya, pihak LPSK sudah beberapa kali menemui Fariz secara langsung saat ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Jember. Pertemuan tersebut guna memastikan apakah Fariz berkomitmen membuka tabir perkara rasuah ini hingga ke aktor besarnya. Pada kasus ini, peran Fariz dinilai penting agar publik mengetahui siapa saja yang bermain dan menjadi korban dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/