alexametrics
25 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Bagi Waktu antara KKN dan Bertanding di Kejuaraan Dunia

Perjuangan di jalur akademis dan fokus di olahraga pencak silat akhirnya membuahkan hasil. Tak sia-sia, Veren Yuliana Saputri membagi konsentrasinya antara KKN dan persiapan ikut Kejuaraan Dunia. Hasilnya, mahasiswi Unej ini berhasil menyabet medali perunggu dalam event bergengsi tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tidak mudah bagi Veren Yuliana Saputri naik ke podium dalam sebuah kejuaraan pencak silat. Apalagi, kejuaraan yang dia ikuti 2019 lalu levelnya sudah internasional. Di sanalah dia berhasil meraih medali perunggu.

Selain melalui persaingan yang cukup ketat, mahasiswi jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jember ini juga harus pintar-pintar membagi konsentrasinya antara prestasi di dunia silat maupun akademis perkuliahannya. Sebab, kala itu dirinya menjalani dua agenda di waktu yang bersamaan. Mengikuti kejuaraan dunia (kejurdun) Pencak Silat Tapak Suci World Championship pada 30 Agustus-5 September 2019 lalu di Solo, Jawa Tengah, sekaligus disibukkan dengan kegiatan wajib perkuliahannya, yakni kuliah kerja nyata (KKN).

“Jadi persiapan kejurdun itu sudah digelar sejak April 2019. Dan training centre terpusat sejak akhir Mei. Nah, Juli sampai Agustus saya harus KKN,” kenang alumnus MAN 3 Jember itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Di tengah-tengah persiapan matang jelang kejuaraan dunia, Veren juga harus menyiapkan segala materi dan peralatan untuk KKN. Waktu itu, Veren ditugaskan menjalani KKN di Desa Glingseran, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Butuh waktu 1,5 jam ke lokasi dengan sepeda motor dari Jember menuju desa tersebut. Sedangkan pemusatan latihan TC berada di Kabupaten Sidoarjo.

Tak pelak, Veren harus rela bolak-balik Jember-Sidoarjo setiap dua pekan di hari Jumat sampai Minggu. Apalagi kegiatan KKN dimulai 10 Juli 2019, sekaligus pekan pertama dirinya harus menjalani TC di Sidoarjo. “Saya izin waktu itu, karena awal-awal KKN tidak enak kalau ditinggal ke luar kota selama di desa,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tidak mudah bagi Veren Yuliana Saputri naik ke podium dalam sebuah kejuaraan pencak silat. Apalagi, kejuaraan yang dia ikuti 2019 lalu levelnya sudah internasional. Di sanalah dia berhasil meraih medali perunggu.

Selain melalui persaingan yang cukup ketat, mahasiswi jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jember ini juga harus pintar-pintar membagi konsentrasinya antara prestasi di dunia silat maupun akademis perkuliahannya. Sebab, kala itu dirinya menjalani dua agenda di waktu yang bersamaan. Mengikuti kejuaraan dunia (kejurdun) Pencak Silat Tapak Suci World Championship pada 30 Agustus-5 September 2019 lalu di Solo, Jawa Tengah, sekaligus disibukkan dengan kegiatan wajib perkuliahannya, yakni kuliah kerja nyata (KKN).

“Jadi persiapan kejurdun itu sudah digelar sejak April 2019. Dan training centre terpusat sejak akhir Mei. Nah, Juli sampai Agustus saya harus KKN,” kenang alumnus MAN 3 Jember itu.

Di tengah-tengah persiapan matang jelang kejuaraan dunia, Veren juga harus menyiapkan segala materi dan peralatan untuk KKN. Waktu itu, Veren ditugaskan menjalani KKN di Desa Glingseran, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Butuh waktu 1,5 jam ke lokasi dengan sepeda motor dari Jember menuju desa tersebut. Sedangkan pemusatan latihan TC berada di Kabupaten Sidoarjo.

Tak pelak, Veren harus rela bolak-balik Jember-Sidoarjo setiap dua pekan di hari Jumat sampai Minggu. Apalagi kegiatan KKN dimulai 10 Juli 2019, sekaligus pekan pertama dirinya harus menjalani TC di Sidoarjo. “Saya izin waktu itu, karena awal-awal KKN tidak enak kalau ditinggal ke luar kota selama di desa,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tidak mudah bagi Veren Yuliana Saputri naik ke podium dalam sebuah kejuaraan pencak silat. Apalagi, kejuaraan yang dia ikuti 2019 lalu levelnya sudah internasional. Di sanalah dia berhasil meraih medali perunggu.

Selain melalui persaingan yang cukup ketat, mahasiswi jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jember ini juga harus pintar-pintar membagi konsentrasinya antara prestasi di dunia silat maupun akademis perkuliahannya. Sebab, kala itu dirinya menjalani dua agenda di waktu yang bersamaan. Mengikuti kejuaraan dunia (kejurdun) Pencak Silat Tapak Suci World Championship pada 30 Agustus-5 September 2019 lalu di Solo, Jawa Tengah, sekaligus disibukkan dengan kegiatan wajib perkuliahannya, yakni kuliah kerja nyata (KKN).

“Jadi persiapan kejurdun itu sudah digelar sejak April 2019. Dan training centre terpusat sejak akhir Mei. Nah, Juli sampai Agustus saya harus KKN,” kenang alumnus MAN 3 Jember itu.

Di tengah-tengah persiapan matang jelang kejuaraan dunia, Veren juga harus menyiapkan segala materi dan peralatan untuk KKN. Waktu itu, Veren ditugaskan menjalani KKN di Desa Glingseran, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Butuh waktu 1,5 jam ke lokasi dengan sepeda motor dari Jember menuju desa tersebut. Sedangkan pemusatan latihan TC berada di Kabupaten Sidoarjo.

Tak pelak, Veren harus rela bolak-balik Jember-Sidoarjo setiap dua pekan di hari Jumat sampai Minggu. Apalagi kegiatan KKN dimulai 10 Juli 2019, sekaligus pekan pertama dirinya harus menjalani TC di Sidoarjo. “Saya izin waktu itu, karena awal-awal KKN tidak enak kalau ditinggal ke luar kota selama di desa,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca