alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Pengelolaan Wisata Papuma, Pemkab Masih Lemah

Mobile_AP_Rectangle 1

Mengenai kecilnya peran pemerintah terkait pengelolaan itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jember Harry Agustriono juga mengakui demikian. Pihaknya mengatakan, selama ini belum menemukan sistem pengelolaan yang mengakomodasi kewenangan Pemkab Jember dengan pihak Perhutani. Meskipun wacana wisata terintegrasi sudah lama digaungkan, itu pun baru tahap pengkajian. “Kami masih mau minta petunjuk bupati. Entah nanti pembagian 50 persen 50 persen, atau 40:60,” katanya.

Harry juga mengetahui, selama ini Wisata Papuma sering kali dikeluhkan lantaran persoalan tiket. Kesannya, warga Jember masuk ke wilayahnya sendiri dengan berbayar. Selain itu, pembagian hasil pengelolaan Papuma juga jauh dari rata-rata pemasukan yang didapatkan pihak Perhutani. “Kita akan duduk mencarikan solusi dengan pihak-pihak terkait,” jelasnya.

 

Mobile_AP_Rectangle 2

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Maulana
Redaktur : Nur Hariri

- Advertisement -

Mengenai kecilnya peran pemerintah terkait pengelolaan itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jember Harry Agustriono juga mengakui demikian. Pihaknya mengatakan, selama ini belum menemukan sistem pengelolaan yang mengakomodasi kewenangan Pemkab Jember dengan pihak Perhutani. Meskipun wacana wisata terintegrasi sudah lama digaungkan, itu pun baru tahap pengkajian. “Kami masih mau minta petunjuk bupati. Entah nanti pembagian 50 persen 50 persen, atau 40:60,” katanya.

Harry juga mengetahui, selama ini Wisata Papuma sering kali dikeluhkan lantaran persoalan tiket. Kesannya, warga Jember masuk ke wilayahnya sendiri dengan berbayar. Selain itu, pembagian hasil pengelolaan Papuma juga jauh dari rata-rata pemasukan yang didapatkan pihak Perhutani. “Kita akan duduk mencarikan solusi dengan pihak-pihak terkait,” jelasnya.

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Maulana
Redaktur : Nur Hariri

Mengenai kecilnya peran pemerintah terkait pengelolaan itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jember Harry Agustriono juga mengakui demikian. Pihaknya mengatakan, selama ini belum menemukan sistem pengelolaan yang mengakomodasi kewenangan Pemkab Jember dengan pihak Perhutani. Meskipun wacana wisata terintegrasi sudah lama digaungkan, itu pun baru tahap pengkajian. “Kami masih mau minta petunjuk bupati. Entah nanti pembagian 50 persen 50 persen, atau 40:60,” katanya.

Harry juga mengetahui, selama ini Wisata Papuma sering kali dikeluhkan lantaran persoalan tiket. Kesannya, warga Jember masuk ke wilayahnya sendiri dengan berbayar. Selain itu, pembagian hasil pengelolaan Papuma juga jauh dari rata-rata pemasukan yang didapatkan pihak Perhutani. “Kita akan duduk mencarikan solusi dengan pihak-pihak terkait,” jelasnya.

 

Jurnalis : Maulana
Fotografer : Maulana
Redaktur : Nur Hariri

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/