alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Pengelolaan Wisata Papuma, Pemkab Masih Lemah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penanganan Pemkab Jember terhadap sejumlah tempat yang menjadi lokasi wisata belum semua terlihat. Padahal, selaku pemegang otoritas kewilayahan, pemerintah daerah semestinya memiliki kewenangan dan terlibat penuh dalam pengelolaannya. Lebih jauh, pemkab juga layak menerima hasil pemanfaatan wisata sebagai pendapatan asli daerah (PAD).

Baca Juga : Yuk Nikmati Pesona Menawan Papuma yang Eksotik

Yang terjadi selama ini justru sebaliknya. Pemkab Jember terkesan melemah menghadapi dominasi pihak lain yang dianggap “berkuasa” atas wilayah tersebut. Hal itu terlihat nyata dalam potret pengelolaan dan pemanfaatan lokasi Wisata Pantai Papuma di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebagaimana diketahui, Papuma kini dalam penguasaan Perhutani Jawa Timur. Manajer Destinasi dan Marketing Perhutani Jawa Timur Tuti Yopi Punu sempat menyebut, ada sekitar 100 hektare lahan yang berada dalam penguasaan Perhutani. “Itu kawasan hutan saja, sekitar 100 hektare. Lebih dari itu bukan kewenangan kami,” ujarnya, beberapa pekan lalu, ketika menghadiri rapat dengan Komisi Gabungan DPRD Jember.

Sementara itu, mengenai kewenangan sempadan pantai, pesisir, dan lautannya, juga disebut-sebut ada kewenangan pemerintah pusat di sana. Namun demikian, selama ini pengelolaan dan pemanfaatan masih banyak digarap pihak Perhutani.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penanganan Pemkab Jember terhadap sejumlah tempat yang menjadi lokasi wisata belum semua terlihat. Padahal, selaku pemegang otoritas kewilayahan, pemerintah daerah semestinya memiliki kewenangan dan terlibat penuh dalam pengelolaannya. Lebih jauh, pemkab juga layak menerima hasil pemanfaatan wisata sebagai pendapatan asli daerah (PAD).

Baca Juga : Yuk Nikmati Pesona Menawan Papuma yang Eksotik

Yang terjadi selama ini justru sebaliknya. Pemkab Jember terkesan melemah menghadapi dominasi pihak lain yang dianggap “berkuasa” atas wilayah tersebut. Hal itu terlihat nyata dalam potret pengelolaan dan pemanfaatan lokasi Wisata Pantai Papuma di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan.

Sebagaimana diketahui, Papuma kini dalam penguasaan Perhutani Jawa Timur. Manajer Destinasi dan Marketing Perhutani Jawa Timur Tuti Yopi Punu sempat menyebut, ada sekitar 100 hektare lahan yang berada dalam penguasaan Perhutani. “Itu kawasan hutan saja, sekitar 100 hektare. Lebih dari itu bukan kewenangan kami,” ujarnya, beberapa pekan lalu, ketika menghadiri rapat dengan Komisi Gabungan DPRD Jember.

Sementara itu, mengenai kewenangan sempadan pantai, pesisir, dan lautannya, juga disebut-sebut ada kewenangan pemerintah pusat di sana. Namun demikian, selama ini pengelolaan dan pemanfaatan masih banyak digarap pihak Perhutani.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Penanganan Pemkab Jember terhadap sejumlah tempat yang menjadi lokasi wisata belum semua terlihat. Padahal, selaku pemegang otoritas kewilayahan, pemerintah daerah semestinya memiliki kewenangan dan terlibat penuh dalam pengelolaannya. Lebih jauh, pemkab juga layak menerima hasil pemanfaatan wisata sebagai pendapatan asli daerah (PAD).

Baca Juga : Yuk Nikmati Pesona Menawan Papuma yang Eksotik

Yang terjadi selama ini justru sebaliknya. Pemkab Jember terkesan melemah menghadapi dominasi pihak lain yang dianggap “berkuasa” atas wilayah tersebut. Hal itu terlihat nyata dalam potret pengelolaan dan pemanfaatan lokasi Wisata Pantai Papuma di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan.

Sebagaimana diketahui, Papuma kini dalam penguasaan Perhutani Jawa Timur. Manajer Destinasi dan Marketing Perhutani Jawa Timur Tuti Yopi Punu sempat menyebut, ada sekitar 100 hektare lahan yang berada dalam penguasaan Perhutani. “Itu kawasan hutan saja, sekitar 100 hektare. Lebih dari itu bukan kewenangan kami,” ujarnya, beberapa pekan lalu, ketika menghadiri rapat dengan Komisi Gabungan DPRD Jember.

Sementara itu, mengenai kewenangan sempadan pantai, pesisir, dan lautannya, juga disebut-sebut ada kewenangan pemerintah pusat di sana. Namun demikian, selama ini pengelolaan dan pemanfaatan masih banyak digarap pihak Perhutani.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/