alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Waspada Lonjakan Kasus Covid-19 Jelang Ramadan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Muhammad Dhiya’ Ul Haq tampak bersemangat saat memasuki Puskesmas Kaliwates, belum lama ini. Tak seperti peserta lain yang masih takut dengan ujung jarum suntik. Sejak berangkat dari rumah, dia sudah memantapkan diri untuk berikhtiar dalam memberantas pandemi Covid-19. Yakni dengan mengikuti program pemerintah terkait dengan vaksinasi Covid-19 bagi para takmir masjid.

Pria berusia 24 tahun itu mengungkapkan bahwa dengan mengikuti vaksinasi, imunitas tubuhnya bisa lebih baik dari sebelumnya. “Jadi, bisa lebih aman dan tidak gampang sakit, apalagi terpapar Covid-19,” ujar salah seorang takmir Masjid Baiturrahmah, Lingkungan Kedungpiring, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, itu.

Sepertinya, pemikiran serupa tak hanya dimiliki warga di Lingkungan Kedungpiring tersebut. Banyak yang berpendapat demikian.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terpisah, dr Angga Mardro Raharjo SpP menyatakan bahwa vaksinasi itu tidak membuat seseorang menjadi sepenuhnya kebal terhadap Covid-19. Namun, hanya mengurangi risiko efek dari paparan Covid-19. Seseorang yang sudah divaksin sebanyak dua kali pun masih rentan terpapar Covid-19 jika tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik. “Seseorang masih bisa terpapar, namun efeknya tidak separah sebelumnya,” tuturnya.

Dokter yang menangani pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi tersebut menambahkan, adanya vaksinasi untuk para takmir masjid menjelang Ramadan juga perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Jadi, tidak semata-mata bisa seenaknya melepas masker saat melaksanakan ibadah nanti. “Meski sudah mendapatkan vaksin, yang perlu dikhawatirkan adalah pelaksanaan prokes,” tegasnya.

Seperti diketahui, sejak beberapa daerah di Jember mulai zona oranye, kuning, hingga hijau, dr Angga menuturkan bahwa masyarakat tetap abai dalam menerapkan prokes. Di antaranya, salat berimpitan dan tidak memaki masker. “Melaksanakan salat Tarawih sebenarnya tidak apa-apa, asalkan prokes dijalankan lagi,” papar dokter spesialis paru itu. Apalagi, pemerintah juga belum mengeluarkan kebijakan bakal mengadakan salat Tarawih atau tidak. Baik pusat maupun daerah. Namun, lanjutnya, kebiasaan yang baik itu harus diperbaiki mulai sekarang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Muhammad Dhiya’ Ul Haq tampak bersemangat saat memasuki Puskesmas Kaliwates, belum lama ini. Tak seperti peserta lain yang masih takut dengan ujung jarum suntik. Sejak berangkat dari rumah, dia sudah memantapkan diri untuk berikhtiar dalam memberantas pandemi Covid-19. Yakni dengan mengikuti program pemerintah terkait dengan vaksinasi Covid-19 bagi para takmir masjid.

Pria berusia 24 tahun itu mengungkapkan bahwa dengan mengikuti vaksinasi, imunitas tubuhnya bisa lebih baik dari sebelumnya. “Jadi, bisa lebih aman dan tidak gampang sakit, apalagi terpapar Covid-19,” ujar salah seorang takmir Masjid Baiturrahmah, Lingkungan Kedungpiring, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, itu.

Sepertinya, pemikiran serupa tak hanya dimiliki warga di Lingkungan Kedungpiring tersebut. Banyak yang berpendapat demikian.

Terpisah, dr Angga Mardro Raharjo SpP menyatakan bahwa vaksinasi itu tidak membuat seseorang menjadi sepenuhnya kebal terhadap Covid-19. Namun, hanya mengurangi risiko efek dari paparan Covid-19. Seseorang yang sudah divaksin sebanyak dua kali pun masih rentan terpapar Covid-19 jika tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik. “Seseorang masih bisa terpapar, namun efeknya tidak separah sebelumnya,” tuturnya.

Dokter yang menangani pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi tersebut menambahkan, adanya vaksinasi untuk para takmir masjid menjelang Ramadan juga perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Jadi, tidak semata-mata bisa seenaknya melepas masker saat melaksanakan ibadah nanti. “Meski sudah mendapatkan vaksin, yang perlu dikhawatirkan adalah pelaksanaan prokes,” tegasnya.

Seperti diketahui, sejak beberapa daerah di Jember mulai zona oranye, kuning, hingga hijau, dr Angga menuturkan bahwa masyarakat tetap abai dalam menerapkan prokes. Di antaranya, salat berimpitan dan tidak memaki masker. “Melaksanakan salat Tarawih sebenarnya tidak apa-apa, asalkan prokes dijalankan lagi,” papar dokter spesialis paru itu. Apalagi, pemerintah juga belum mengeluarkan kebijakan bakal mengadakan salat Tarawih atau tidak. Baik pusat maupun daerah. Namun, lanjutnya, kebiasaan yang baik itu harus diperbaiki mulai sekarang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Muhammad Dhiya’ Ul Haq tampak bersemangat saat memasuki Puskesmas Kaliwates, belum lama ini. Tak seperti peserta lain yang masih takut dengan ujung jarum suntik. Sejak berangkat dari rumah, dia sudah memantapkan diri untuk berikhtiar dalam memberantas pandemi Covid-19. Yakni dengan mengikuti program pemerintah terkait dengan vaksinasi Covid-19 bagi para takmir masjid.

Pria berusia 24 tahun itu mengungkapkan bahwa dengan mengikuti vaksinasi, imunitas tubuhnya bisa lebih baik dari sebelumnya. “Jadi, bisa lebih aman dan tidak gampang sakit, apalagi terpapar Covid-19,” ujar salah seorang takmir Masjid Baiturrahmah, Lingkungan Kedungpiring, Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, itu.

Sepertinya, pemikiran serupa tak hanya dimiliki warga di Lingkungan Kedungpiring tersebut. Banyak yang berpendapat demikian.

Terpisah, dr Angga Mardro Raharjo SpP menyatakan bahwa vaksinasi itu tidak membuat seseorang menjadi sepenuhnya kebal terhadap Covid-19. Namun, hanya mengurangi risiko efek dari paparan Covid-19. Seseorang yang sudah divaksin sebanyak dua kali pun masih rentan terpapar Covid-19 jika tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik. “Seseorang masih bisa terpapar, namun efeknya tidak separah sebelumnya,” tuturnya.

Dokter yang menangani pasien Covid-19 di RSD dr Soebandi tersebut menambahkan, adanya vaksinasi untuk para takmir masjid menjelang Ramadan juga perlu dimanfaatkan sebaik mungkin. Jadi, tidak semata-mata bisa seenaknya melepas masker saat melaksanakan ibadah nanti. “Meski sudah mendapatkan vaksin, yang perlu dikhawatirkan adalah pelaksanaan prokes,” tegasnya.

Seperti diketahui, sejak beberapa daerah di Jember mulai zona oranye, kuning, hingga hijau, dr Angga menuturkan bahwa masyarakat tetap abai dalam menerapkan prokes. Di antaranya, salat berimpitan dan tidak memaki masker. “Melaksanakan salat Tarawih sebenarnya tidak apa-apa, asalkan prokes dijalankan lagi,” papar dokter spesialis paru itu. Apalagi, pemerintah juga belum mengeluarkan kebijakan bakal mengadakan salat Tarawih atau tidak. Baik pusat maupun daerah. Namun, lanjutnya, kebiasaan yang baik itu harus diperbaiki mulai sekarang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/