alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Galangan Jukung TPI Puger Rusak Lagi

Baru Setahun Direnovasi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belakangan ini kondisi galangan atau tempat pembuatan perahu yang dikelola UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Puger, Kecamatan Puger, sangat memprihatinkan. Pasalnya, sejumlah bagian pada bangunan untuk membuat perahu dan jukung itu rusak parah.

Bagian atap yang terpasang dari aluminium rusak berat setelah diterjang angin. Apalagi kondisi bangunan dua tempat itu cukup tinggi sehingga cukup rentan rusak akibat terjangan angin laut. Akibatnya, lebih dari setengah bagian atap berlubang. Kondisi ini tentu mengganggu proses pembuatan perahu dan jukung milik nelayan Puger, terutama saat hujan turun.

Kasi Tata Kelola dan Usaha Pelabuhan Kantor UPT PPP Puger Hadi Iswanto menuturkan, kerusakan tersebut sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Paling parah terjadi pada galangan perahu di sisi barat. Padahal, setahun lalu bangunan ini sudah direnovasi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sedangkan pada bagian penyangga, lanjut dia, relatif aman karena menggunakan bahan besi tebal. “Untuk yang satunya masih tidak terlalu parah, karena baru saja ditambal sulam di bagian atapnya. Namun, yang paling parah ada, hampir semua atapnya terbang terbawa angin,” paparnya.

Sebagai informasi, lanjut dia, sejumlah nelayan menggunakan galangan tersebut untuk membuat perahu atau jukung. Mereka menyewa tempat tersebut dengan tarif Rp 1.500 per hari. “Itu hanya sewa tempat saja, untuk listriknya nelayan menyewa sendiri. Biasanya pembuatan perahu nelayan bisa selesai sekitar tiga bulan,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belakangan ini kondisi galangan atau tempat pembuatan perahu yang dikelola UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Puger, Kecamatan Puger, sangat memprihatinkan. Pasalnya, sejumlah bagian pada bangunan untuk membuat perahu dan jukung itu rusak parah.

Bagian atap yang terpasang dari aluminium rusak berat setelah diterjang angin. Apalagi kondisi bangunan dua tempat itu cukup tinggi sehingga cukup rentan rusak akibat terjangan angin laut. Akibatnya, lebih dari setengah bagian atap berlubang. Kondisi ini tentu mengganggu proses pembuatan perahu dan jukung milik nelayan Puger, terutama saat hujan turun.

Kasi Tata Kelola dan Usaha Pelabuhan Kantor UPT PPP Puger Hadi Iswanto menuturkan, kerusakan tersebut sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Paling parah terjadi pada galangan perahu di sisi barat. Padahal, setahun lalu bangunan ini sudah direnovasi.

Sedangkan pada bagian penyangga, lanjut dia, relatif aman karena menggunakan bahan besi tebal. “Untuk yang satunya masih tidak terlalu parah, karena baru saja ditambal sulam di bagian atapnya. Namun, yang paling parah ada, hampir semua atapnya terbang terbawa angin,” paparnya.

Sebagai informasi, lanjut dia, sejumlah nelayan menggunakan galangan tersebut untuk membuat perahu atau jukung. Mereka menyewa tempat tersebut dengan tarif Rp 1.500 per hari. “Itu hanya sewa tempat saja, untuk listriknya nelayan menyewa sendiri. Biasanya pembuatan perahu nelayan bisa selesai sekitar tiga bulan,” pungkasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Belakangan ini kondisi galangan atau tempat pembuatan perahu yang dikelola UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Puger, Kecamatan Puger, sangat memprihatinkan. Pasalnya, sejumlah bagian pada bangunan untuk membuat perahu dan jukung itu rusak parah.

Bagian atap yang terpasang dari aluminium rusak berat setelah diterjang angin. Apalagi kondisi bangunan dua tempat itu cukup tinggi sehingga cukup rentan rusak akibat terjangan angin laut. Akibatnya, lebih dari setengah bagian atap berlubang. Kondisi ini tentu mengganggu proses pembuatan perahu dan jukung milik nelayan Puger, terutama saat hujan turun.

Kasi Tata Kelola dan Usaha Pelabuhan Kantor UPT PPP Puger Hadi Iswanto menuturkan, kerusakan tersebut sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Paling parah terjadi pada galangan perahu di sisi barat. Padahal, setahun lalu bangunan ini sudah direnovasi.

Sedangkan pada bagian penyangga, lanjut dia, relatif aman karena menggunakan bahan besi tebal. “Untuk yang satunya masih tidak terlalu parah, karena baru saja ditambal sulam di bagian atapnya. Namun, yang paling parah ada, hampir semua atapnya terbang terbawa angin,” paparnya.

Sebagai informasi, lanjut dia, sejumlah nelayan menggunakan galangan tersebut untuk membuat perahu atau jukung. Mereka menyewa tempat tersebut dengan tarif Rp 1.500 per hari. “Itu hanya sewa tempat saja, untuk listriknya nelayan menyewa sendiri. Biasanya pembuatan perahu nelayan bisa selesai sekitar tiga bulan,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/