alexametrics
23.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Nekat Pulang, Diisolasi Masal

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejauh ini, pemerintah memang tak sampai melarang warganya mudik ke daerah. Hanya mengeluarkan imbauan agar kaum urban tak pulang dulu ke kampung halaman. Terutama bagi mereka yang berada di zona merah corona virus disease 2019 (Covid-19). Imbauan ini dilakukan demi kebaikan bersama, yaitu mencegah penyebaran Covid-19.

Kendati seruan itu terus digaungkan, tetap saja ada yang nekat pulang ke kampung halaman. Bahkan lebih awal, karena di tempat bekerja sebelumnya sudah diterapkan kebijakan pembatasan sosial oleh pemerintah setempat. Akibatnya, warga perantau itu tak lagi bisa bekerja dan mendapat penghasilan, sehingga memilih mudik lebih awal.

Oleh karenanya, Pemkab Jember mengambil langkah dengan beberapa tahapan. Awalnya, hanya berupa imbauan agar warga tidak mudik. Imbauan itu disampaikan Bupati Jember Faida. Dia meminta agar masyarakat menahan keinginan mudik terlebih dulu sampai wabah korona benar-benar mereda.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, bagi warga yang nekat pulang, sejak kemarin (5/4), pemerintah daerah telah mengeluarkan kebijakan baru. Warga yang datang dari kota zona merah, seperti Jakarta, Surabaya, Bali dan daerah lainnya, bakal menjalani isolasi selama 14 hari di Jember Sports Garden (JSG) di Kecamatan Ajung.

Langkah antisipasi ini bakal dijalankan tegas untuk mencegah penyebaran korona. “Agar Jember yang sudah terkendali dan aman ini bisa berjalan lebih tertib,” kata Faida, saat meninjau ruangan isolasi di JSG.

Meski dia mengklaim kondisi Jember relatif terkendali dalam menangani Covid-19, namun dia tetap berharap warga tidak pulang kampung. Baik warga Jember yang ada di luar kota atau mancanegara. “Saya mengimbau untuk menunda jadwal mudiknya, sampai Covid-19 ini teratasi,” imbaunya.

Menurutnya, pengorbanan dalam penanganan Covid-19 selama ini jangan sampai menjadi tidak terkendali karena jumlah pemudik yang besar. Untuk itu, menunda mudik sampai keadaan benar-benar dinyatakan aman menjadi pilihan terbaik dan menjadi bagian kasih sayang terhadap keluarga.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejauh ini, pemerintah memang tak sampai melarang warganya mudik ke daerah. Hanya mengeluarkan imbauan agar kaum urban tak pulang dulu ke kampung halaman. Terutama bagi mereka yang berada di zona merah corona virus disease 2019 (Covid-19). Imbauan ini dilakukan demi kebaikan bersama, yaitu mencegah penyebaran Covid-19.

Kendati seruan itu terus digaungkan, tetap saja ada yang nekat pulang ke kampung halaman. Bahkan lebih awal, karena di tempat bekerja sebelumnya sudah diterapkan kebijakan pembatasan sosial oleh pemerintah setempat. Akibatnya, warga perantau itu tak lagi bisa bekerja dan mendapat penghasilan, sehingga memilih mudik lebih awal.

Oleh karenanya, Pemkab Jember mengambil langkah dengan beberapa tahapan. Awalnya, hanya berupa imbauan agar warga tidak mudik. Imbauan itu disampaikan Bupati Jember Faida. Dia meminta agar masyarakat menahan keinginan mudik terlebih dulu sampai wabah korona benar-benar mereda.

Namun, bagi warga yang nekat pulang, sejak kemarin (5/4), pemerintah daerah telah mengeluarkan kebijakan baru. Warga yang datang dari kota zona merah, seperti Jakarta, Surabaya, Bali dan daerah lainnya, bakal menjalani isolasi selama 14 hari di Jember Sports Garden (JSG) di Kecamatan Ajung.

Langkah antisipasi ini bakal dijalankan tegas untuk mencegah penyebaran korona. “Agar Jember yang sudah terkendali dan aman ini bisa berjalan lebih tertib,” kata Faida, saat meninjau ruangan isolasi di JSG.

Meski dia mengklaim kondisi Jember relatif terkendali dalam menangani Covid-19, namun dia tetap berharap warga tidak pulang kampung. Baik warga Jember yang ada di luar kota atau mancanegara. “Saya mengimbau untuk menunda jadwal mudiknya, sampai Covid-19 ini teratasi,” imbaunya.

Menurutnya, pengorbanan dalam penanganan Covid-19 selama ini jangan sampai menjadi tidak terkendali karena jumlah pemudik yang besar. Untuk itu, menunda mudik sampai keadaan benar-benar dinyatakan aman menjadi pilihan terbaik dan menjadi bagian kasih sayang terhadap keluarga.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejauh ini, pemerintah memang tak sampai melarang warganya mudik ke daerah. Hanya mengeluarkan imbauan agar kaum urban tak pulang dulu ke kampung halaman. Terutama bagi mereka yang berada di zona merah corona virus disease 2019 (Covid-19). Imbauan ini dilakukan demi kebaikan bersama, yaitu mencegah penyebaran Covid-19.

Kendati seruan itu terus digaungkan, tetap saja ada yang nekat pulang ke kampung halaman. Bahkan lebih awal, karena di tempat bekerja sebelumnya sudah diterapkan kebijakan pembatasan sosial oleh pemerintah setempat. Akibatnya, warga perantau itu tak lagi bisa bekerja dan mendapat penghasilan, sehingga memilih mudik lebih awal.

Oleh karenanya, Pemkab Jember mengambil langkah dengan beberapa tahapan. Awalnya, hanya berupa imbauan agar warga tidak mudik. Imbauan itu disampaikan Bupati Jember Faida. Dia meminta agar masyarakat menahan keinginan mudik terlebih dulu sampai wabah korona benar-benar mereda.

Namun, bagi warga yang nekat pulang, sejak kemarin (5/4), pemerintah daerah telah mengeluarkan kebijakan baru. Warga yang datang dari kota zona merah, seperti Jakarta, Surabaya, Bali dan daerah lainnya, bakal menjalani isolasi selama 14 hari di Jember Sports Garden (JSG) di Kecamatan Ajung.

Langkah antisipasi ini bakal dijalankan tegas untuk mencegah penyebaran korona. “Agar Jember yang sudah terkendali dan aman ini bisa berjalan lebih tertib,” kata Faida, saat meninjau ruangan isolasi di JSG.

Meski dia mengklaim kondisi Jember relatif terkendali dalam menangani Covid-19, namun dia tetap berharap warga tidak pulang kampung. Baik warga Jember yang ada di luar kota atau mancanegara. “Saya mengimbau untuk menunda jadwal mudiknya, sampai Covid-19 ini teratasi,” imbaunya.

Menurutnya, pengorbanan dalam penanganan Covid-19 selama ini jangan sampai menjadi tidak terkendali karena jumlah pemudik yang besar. Untuk itu, menunda mudik sampai keadaan benar-benar dinyatakan aman menjadi pilihan terbaik dan menjadi bagian kasih sayang terhadap keluarga.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/