alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Rekayasa Jalan Sentot ‘Plin Plan’

Dulu Dibuka, Kini Ditutup Kembali

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pagar besi itu menutup akses dari Jalan Gajah Mada menuju Jalan Sentot Prawirodirdjo. Mau tidak mau, pengendara harus memutar lebih jauh lagi untuk menuju Kampus Universitas Islam Jember (UIJ) dan Rumah Sakit Bina Sehat itu. Penutupan akses jalan tersebut juga mulai jadi pertanyaan warga. Apalagi ditutup tepat setelah pelantikan Bupati Jember Hendy Siswanto, Jumat (26/2) lalu.

Teguh warga Bangsalsari mengira, penutupan akses jalan tersebut hanya untuk mempermudah bupati baru datang ke pendapa. “Awalny saya kira untuk kedatangan bupati baru saja. Ternyata terus ditutup,” ucapnya.

Sejatinya, sebagai warga yang kerap melintas di Jalan Gajah Mada sampai ke Jalan Sultan Agung, penutupan dua jalan itu adalah hal yang biasa. Apalagi pada momen Agustusan. “Saya sering sering melihat pagar penutup jalan di jalur itu. Misalnya saat event JFC, saya selalu menemukan pagar itu di jalan,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, dia menilai, bila akses Jalan Sentot ditutup permanen juga aneh. Karena sebelumnya, jalur itu sempat dibuka untuk beberapa waktu saat masa pemerintahan bupati sebelumnya. “Dulu memang tidak ada akses jalan langsung ke Jalan Sentot, kendaraan harus putar balik. Eh, ternyata sekarang kembali lagi,” tuturnya.

Akses Jalan Sentot tersebut terdapat titik untuk mempersingkat pengguna jalan. Sebab di sana, terdapat rumah dinas wakil bupati, RS Bina Sehat, Hotel Aston, dan Kampus UIJ, hingga mempermudah ke daerah Tegalbesar atau Talangsari. Terlebih, akses Jalan Sentot itu masih baru dibuka, sejak masa periode Bupati Faida.

Berkaitan dengan Pergantian Bupati?

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Leon Lazuardi menepis isu tersebut. Menurutnya, momen penutupan yang berbarengan dengan hari yang sama dengan pelantikan bupati hanya kebetulan. Menurutnya, penutupan akses jalan tersebut tidak ada kaitan dengan purnanya bupati sebelumnya dan diganti bupati baru. Tapi murni kepentingan manajemen rekayasa lalu lintas. Bahkan, kata dia, penutupan itu juga masih dalam uji coba dan akan ada evaluasi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pagar besi itu menutup akses dari Jalan Gajah Mada menuju Jalan Sentot Prawirodirdjo. Mau tidak mau, pengendara harus memutar lebih jauh lagi untuk menuju Kampus Universitas Islam Jember (UIJ) dan Rumah Sakit Bina Sehat itu. Penutupan akses jalan tersebut juga mulai jadi pertanyaan warga. Apalagi ditutup tepat setelah pelantikan Bupati Jember Hendy Siswanto, Jumat (26/2) lalu.

Teguh warga Bangsalsari mengira, penutupan akses jalan tersebut hanya untuk mempermudah bupati baru datang ke pendapa. “Awalny saya kira untuk kedatangan bupati baru saja. Ternyata terus ditutup,” ucapnya.

Sejatinya, sebagai warga yang kerap melintas di Jalan Gajah Mada sampai ke Jalan Sultan Agung, penutupan dua jalan itu adalah hal yang biasa. Apalagi pada momen Agustusan. “Saya sering sering melihat pagar penutup jalan di jalur itu. Misalnya saat event JFC, saya selalu menemukan pagar itu di jalan,” ungkapnya.

Namun, dia menilai, bila akses Jalan Sentot ditutup permanen juga aneh. Karena sebelumnya, jalur itu sempat dibuka untuk beberapa waktu saat masa pemerintahan bupati sebelumnya. “Dulu memang tidak ada akses jalan langsung ke Jalan Sentot, kendaraan harus putar balik. Eh, ternyata sekarang kembali lagi,” tuturnya.

Akses Jalan Sentot tersebut terdapat titik untuk mempersingkat pengguna jalan. Sebab di sana, terdapat rumah dinas wakil bupati, RS Bina Sehat, Hotel Aston, dan Kampus UIJ, hingga mempermudah ke daerah Tegalbesar atau Talangsari. Terlebih, akses Jalan Sentot itu masih baru dibuka, sejak masa periode Bupati Faida.

Berkaitan dengan Pergantian Bupati?

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Leon Lazuardi menepis isu tersebut. Menurutnya, momen penutupan yang berbarengan dengan hari yang sama dengan pelantikan bupati hanya kebetulan. Menurutnya, penutupan akses jalan tersebut tidak ada kaitan dengan purnanya bupati sebelumnya dan diganti bupati baru. Tapi murni kepentingan manajemen rekayasa lalu lintas. Bahkan, kata dia, penutupan itu juga masih dalam uji coba dan akan ada evaluasi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pagar besi itu menutup akses dari Jalan Gajah Mada menuju Jalan Sentot Prawirodirdjo. Mau tidak mau, pengendara harus memutar lebih jauh lagi untuk menuju Kampus Universitas Islam Jember (UIJ) dan Rumah Sakit Bina Sehat itu. Penutupan akses jalan tersebut juga mulai jadi pertanyaan warga. Apalagi ditutup tepat setelah pelantikan Bupati Jember Hendy Siswanto, Jumat (26/2) lalu.

Teguh warga Bangsalsari mengira, penutupan akses jalan tersebut hanya untuk mempermudah bupati baru datang ke pendapa. “Awalny saya kira untuk kedatangan bupati baru saja. Ternyata terus ditutup,” ucapnya.

Sejatinya, sebagai warga yang kerap melintas di Jalan Gajah Mada sampai ke Jalan Sultan Agung, penutupan dua jalan itu adalah hal yang biasa. Apalagi pada momen Agustusan. “Saya sering sering melihat pagar penutup jalan di jalur itu. Misalnya saat event JFC, saya selalu menemukan pagar itu di jalan,” ungkapnya.

Namun, dia menilai, bila akses Jalan Sentot ditutup permanen juga aneh. Karena sebelumnya, jalur itu sempat dibuka untuk beberapa waktu saat masa pemerintahan bupati sebelumnya. “Dulu memang tidak ada akses jalan langsung ke Jalan Sentot, kendaraan harus putar balik. Eh, ternyata sekarang kembali lagi,” tuturnya.

Akses Jalan Sentot tersebut terdapat titik untuk mempersingkat pengguna jalan. Sebab di sana, terdapat rumah dinas wakil bupati, RS Bina Sehat, Hotel Aston, dan Kampus UIJ, hingga mempermudah ke daerah Tegalbesar atau Talangsari. Terlebih, akses Jalan Sentot itu masih baru dibuka, sejak masa periode Bupati Faida.

Berkaitan dengan Pergantian Bupati?

Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Jember Leon Lazuardi menepis isu tersebut. Menurutnya, momen penutupan yang berbarengan dengan hari yang sama dengan pelantikan bupati hanya kebetulan. Menurutnya, penutupan akses jalan tersebut tidak ada kaitan dengan purnanya bupati sebelumnya dan diganti bupati baru. Tapi murni kepentingan manajemen rekayasa lalu lintas. Bahkan, kata dia, penutupan itu juga masih dalam uji coba dan akan ada evaluasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/