alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Terdakwa Korupsi RTLH Dituntut Berbeda

- Pemilik Toko Bangunan 1 Tahun 6 Bulan - Penyuplai Material 3 Tahun Penjara

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Skandal korupsi program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Karangrejo, Sumbersari, terus bergulir. Dua terdakwa telah mengikuti serangkaian persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Sidoarjo. Kemarin (5/3), para terdakwa menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan.

Dua terdakwa, Diyan Lucki Puspitasari dan M Ridwan Sidiq, hadir dalam persidangan itu. Mereka didampingi penasihat hukumnya masing-masing. Sementara, jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember yang hadir adalah Triyono Yulianto dan Siti Sumartiningsih.

Jaksa menuntut kedua terdakwa dengan tuntutan berbeda. Ridwan mendapat tuntutan lebih ringan daripada Diyan Lucki. Pemilik toko bahan material bangunan itu dituntut satu tahun enam bulan dan denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan penjara. Sementara, Diyan Lucki mendapat tuntutan tiga tahun dengan denda Rp 50 juta, subsider enam bulan, dan ditambah uang pengganti Rp 400 juta lebih.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dede Suryaman itu ditunda pekan depan dengan agenda pembacaan pleidoi atau pembelaan dari kedua terdakwa. Sementara itu, Kepala Kejari (Kajari) Jember Prima Idwan Mariza mengatakan, ada potensi pihaknya mengembangkan kasus tersebut. Termasuk menetapkan tersangka baru atas kasus yang merugikan keuangan negara lebih dari Rp 476 juta tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Skandal korupsi program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Karangrejo, Sumbersari, terus bergulir. Dua terdakwa telah mengikuti serangkaian persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Sidoarjo. Kemarin (5/3), para terdakwa menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan.

Dua terdakwa, Diyan Lucki Puspitasari dan M Ridwan Sidiq, hadir dalam persidangan itu. Mereka didampingi penasihat hukumnya masing-masing. Sementara, jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember yang hadir adalah Triyono Yulianto dan Siti Sumartiningsih.

Jaksa menuntut kedua terdakwa dengan tuntutan berbeda. Ridwan mendapat tuntutan lebih ringan daripada Diyan Lucki. Pemilik toko bahan material bangunan itu dituntut satu tahun enam bulan dan denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan penjara. Sementara, Diyan Lucki mendapat tuntutan tiga tahun dengan denda Rp 50 juta, subsider enam bulan, dan ditambah uang pengganti Rp 400 juta lebih.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dede Suryaman itu ditunda pekan depan dengan agenda pembacaan pleidoi atau pembelaan dari kedua terdakwa. Sementara itu, Kepala Kejari (Kajari) Jember Prima Idwan Mariza mengatakan, ada potensi pihaknya mengembangkan kasus tersebut. Termasuk menetapkan tersangka baru atas kasus yang merugikan keuangan negara lebih dari Rp 476 juta tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Skandal korupsi program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kelurahan Karangrejo, Sumbersari, terus bergulir. Dua terdakwa telah mengikuti serangkaian persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Sidoarjo. Kemarin (5/3), para terdakwa menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan.

Dua terdakwa, Diyan Lucki Puspitasari dan M Ridwan Sidiq, hadir dalam persidangan itu. Mereka didampingi penasihat hukumnya masing-masing. Sementara, jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember yang hadir adalah Triyono Yulianto dan Siti Sumartiningsih.

Jaksa menuntut kedua terdakwa dengan tuntutan berbeda. Ridwan mendapat tuntutan lebih ringan daripada Diyan Lucki. Pemilik toko bahan material bangunan itu dituntut satu tahun enam bulan dan denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan penjara. Sementara, Diyan Lucki mendapat tuntutan tiga tahun dengan denda Rp 50 juta, subsider enam bulan, dan ditambah uang pengganti Rp 400 juta lebih.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Dede Suryaman itu ditunda pekan depan dengan agenda pembacaan pleidoi atau pembelaan dari kedua terdakwa. Sementara itu, Kepala Kejari (Kajari) Jember Prima Idwan Mariza mengatakan, ada potensi pihaknya mengembangkan kasus tersebut. Termasuk menetapkan tersangka baru atas kasus yang merugikan keuangan negara lebih dari Rp 476 juta tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/