alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Cabuli Anak Tiri Sejak Kelas 6 SD

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Doni Nariyanto, 43, warga Dusun Bedengan, Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu, harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Ambulu, setelah dilaporkan Ayu Fitria Ningsih, 36, istrinya sendiri. Ayu tanpa ragu melaporkan suaminya sendiri, setelah terbukti melakukan pencabulan terhadap Bunga (nama samaran), 16, putri Ayu. Tak tanggung-tanggung, tindakan asusila ini sudah dilakukan oleh Doni sejak Bunga masih duduk di kelas 6 SD.

Doni dilaporkan telah mencabuli anak tirinya dua kali saat ditinggal ibunya berjualan aksesori di Pasar Ambulu pada 2016 lalu. Tindakan bejat ini rupanya sudah dilakukan hampir setiap hari, sejak Bunga masih berseragam putih merah.

Puncaknya, tindakan Doni semakin menjadi-jadi. Rabu (4/2) lalu, Ayu dan adiknya membuat laporan ke Polsek Ambulu setelah melihat tindak-tanduk Doni yang mencurigakan. Ini terjadi saat Bunga, yang kini duduk di kelas 1 SMA, baru pulang dan masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian. Saat itulah, Doni membuntutinya dan ikut masuk ke kamar Bunga. Di dalam kamar itulah, Doni melakukan tindakan tak senonoh kepada putri tirinya, salah satunya memegangi dada Bunga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Karena ketakutan, Bunga akhirnya mengakui perbuatan Doni kepada ibunya. Termasuk awal mula sikap tidak senonoh tersebut, yakni sejak dirinya masih kelas 6 SD hingga saat ini. “Awalnya, kami tidak menyangka kalau Doni yang menjadi ayah tiri akan berbuat bejat terhadap Bunga,” ujar Ayu.

Setelah mengumpulkan keterangan, baik dari korban maupun tersangka, diketahui bahwa kejadian ini bukan kali pertama terjadi. Kapolsek Ambulu AKP Sudaryanto melalui penyidik Reskrim Polsek Ambulu Bripka Hafi Syahroni mengungkapkan, korban pernah disetubuhi ayah tirinya pada Maret 2016 silam. Saat itu, korban sedang sendirian di rumahnya, sementara ibu dan ayah tirinya berjualan di Pasar Ambulu. “Menjelang Magrib, tersangka berpamitan kepada istrinya untuk pulang sebentar,” ujar Hafi.

Saat itu, korban yang sedang tidur-tiduran di kamar langsung menjadi sasaran nafsu ayah tirinya sendiri. Bahkan, tingkah laku tersangka tidak berhenti di sana. Namun, terus berlanjut sampai Bunga duduk di bangku SMP hingga kelas 1 SMA.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Doni Nariyanto, 43, warga Dusun Bedengan, Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu, harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Ambulu, setelah dilaporkan Ayu Fitria Ningsih, 36, istrinya sendiri. Ayu tanpa ragu melaporkan suaminya sendiri, setelah terbukti melakukan pencabulan terhadap Bunga (nama samaran), 16, putri Ayu. Tak tanggung-tanggung, tindakan asusila ini sudah dilakukan oleh Doni sejak Bunga masih duduk di kelas 6 SD.

Doni dilaporkan telah mencabuli anak tirinya dua kali saat ditinggal ibunya berjualan aksesori di Pasar Ambulu pada 2016 lalu. Tindakan bejat ini rupanya sudah dilakukan hampir setiap hari, sejak Bunga masih berseragam putih merah.

Puncaknya, tindakan Doni semakin menjadi-jadi. Rabu (4/2) lalu, Ayu dan adiknya membuat laporan ke Polsek Ambulu setelah melihat tindak-tanduk Doni yang mencurigakan. Ini terjadi saat Bunga, yang kini duduk di kelas 1 SMA, baru pulang dan masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian. Saat itulah, Doni membuntutinya dan ikut masuk ke kamar Bunga. Di dalam kamar itulah, Doni melakukan tindakan tak senonoh kepada putri tirinya, salah satunya memegangi dada Bunga.

Karena ketakutan, Bunga akhirnya mengakui perbuatan Doni kepada ibunya. Termasuk awal mula sikap tidak senonoh tersebut, yakni sejak dirinya masih kelas 6 SD hingga saat ini. “Awalnya, kami tidak menyangka kalau Doni yang menjadi ayah tiri akan berbuat bejat terhadap Bunga,” ujar Ayu.

Setelah mengumpulkan keterangan, baik dari korban maupun tersangka, diketahui bahwa kejadian ini bukan kali pertama terjadi. Kapolsek Ambulu AKP Sudaryanto melalui penyidik Reskrim Polsek Ambulu Bripka Hafi Syahroni mengungkapkan, korban pernah disetubuhi ayah tirinya pada Maret 2016 silam. Saat itu, korban sedang sendirian di rumahnya, sementara ibu dan ayah tirinya berjualan di Pasar Ambulu. “Menjelang Magrib, tersangka berpamitan kepada istrinya untuk pulang sebentar,” ujar Hafi.

Saat itu, korban yang sedang tidur-tiduran di kamar langsung menjadi sasaran nafsu ayah tirinya sendiri. Bahkan, tingkah laku tersangka tidak berhenti di sana. Namun, terus berlanjut sampai Bunga duduk di bangku SMP hingga kelas 1 SMA.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Doni Nariyanto, 43, warga Dusun Bedengan, Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu, harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Ambulu, setelah dilaporkan Ayu Fitria Ningsih, 36, istrinya sendiri. Ayu tanpa ragu melaporkan suaminya sendiri, setelah terbukti melakukan pencabulan terhadap Bunga (nama samaran), 16, putri Ayu. Tak tanggung-tanggung, tindakan asusila ini sudah dilakukan oleh Doni sejak Bunga masih duduk di kelas 6 SD.

Doni dilaporkan telah mencabuli anak tirinya dua kali saat ditinggal ibunya berjualan aksesori di Pasar Ambulu pada 2016 lalu. Tindakan bejat ini rupanya sudah dilakukan hampir setiap hari, sejak Bunga masih berseragam putih merah.

Puncaknya, tindakan Doni semakin menjadi-jadi. Rabu (4/2) lalu, Ayu dan adiknya membuat laporan ke Polsek Ambulu setelah melihat tindak-tanduk Doni yang mencurigakan. Ini terjadi saat Bunga, yang kini duduk di kelas 1 SMA, baru pulang dan masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian. Saat itulah, Doni membuntutinya dan ikut masuk ke kamar Bunga. Di dalam kamar itulah, Doni melakukan tindakan tak senonoh kepada putri tirinya, salah satunya memegangi dada Bunga.

Karena ketakutan, Bunga akhirnya mengakui perbuatan Doni kepada ibunya. Termasuk awal mula sikap tidak senonoh tersebut, yakni sejak dirinya masih kelas 6 SD hingga saat ini. “Awalnya, kami tidak menyangka kalau Doni yang menjadi ayah tiri akan berbuat bejat terhadap Bunga,” ujar Ayu.

Setelah mengumpulkan keterangan, baik dari korban maupun tersangka, diketahui bahwa kejadian ini bukan kali pertama terjadi. Kapolsek Ambulu AKP Sudaryanto melalui penyidik Reskrim Polsek Ambulu Bripka Hafi Syahroni mengungkapkan, korban pernah disetubuhi ayah tirinya pada Maret 2016 silam. Saat itu, korban sedang sendirian di rumahnya, sementara ibu dan ayah tirinya berjualan di Pasar Ambulu. “Menjelang Magrib, tersangka berpamitan kepada istrinya untuk pulang sebentar,” ujar Hafi.

Saat itu, korban yang sedang tidur-tiduran di kamar langsung menjadi sasaran nafsu ayah tirinya sendiri. Bahkan, tingkah laku tersangka tidak berhenti di sana. Namun, terus berlanjut sampai Bunga duduk di bangku SMP hingga kelas 1 SMA.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/