alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

POLIJE Kembangkan Moda Transportasi Masa Depan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seiring perkembangan zaman dan perkembangan teknologi otomotif yang beralih dari teknologi otomotif berbahan bakar fosil seperti bensin dan solar ke teknologi kendaraan listrik, Politeknik Negeri Jember juga menatap perkembangan transportasi masa depan. Tak hanya membuat mobil listrik, kampus vokasi ini juga mengembangkan sepeda motor listrik.

Dari penampilannya, motor itu mirip dengan motor konvensional pada umumnya. Namun, telah dimodifikasi di bagian rangka badannya. Untuk ban, velg, hingga suspensi sama, juga memakai rem cakram yang kerap dibenamkan di motor berbahan bakar BBM pada umumnya.

 

TATAP KENDARAAN MASA DEPAN: Direktur Polije Saiful Anwar saat mencoba motor listrik yang juga didampingi Ketua Laboratorium Otomotif Andik Irawan dan Ketua Program Studi Mesin Otomotif Aditya Wahyu Pratama.
Mobile_AP_Rectangle 2

Pengembangan moda transportasi motor yang menggunakan energi listrik dilakukan oleh Program Studi Mesin Otomotif Politeknik Negeri Jember. Dicky Yoga Pratama, mahasiswa Prodi Mesin Otomotif Polije, mengatakan, sepeda motor listrik yang dikembangkan bersama mahasiswa dan dosen tersebut setidaknya memiliki kecepatan 60 kilometer per jam.

Motor listrik digerakkan oleh dinamo dan akumulator yang terbagi dalam dua jenis arus. “Ada dua arus DC dan AC,” paparnya. Namun, dalam penggunaan secara massal di Indonesia, motor listrik yang beredar bertipe arus DC. Untuk dinamo di pasaran Indonesia sudah menggunakan tipe brushless atau tanpa sikat dan kawat.

Sementara itu, Direktur Polije Saiful Anwar mengaku bangga dengan kreasi yang inovatif berupa sepeda motor listrik tersebut. Dia menambahkan, dengan pengembangan sepeda motor listrik di Polije, perlu sinergi yang terkait antarprogram studi dan memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memaksimalkan produk sepeda motor listrik ini menjadi produk unggulan untuk pengembangan Teaching Factory (TeFa) kendaraan listrik Polije sebagai perguruan tinggi vokasi.

Dia menambahkan, bahan bakar fosil sebagai penunjang energi utama untuk menggerakkan otomotif kian tahun kian mengalami penurunan. Karena semakin berkurang jumlah kandungan minyak di dunia, maka manusia perlu beralih untuk menemukan energi baru sebagai penunjang guna menggerakkan otomotif sebagai moda transportasi di masa depan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seiring perkembangan zaman dan perkembangan teknologi otomotif yang beralih dari teknologi otomotif berbahan bakar fosil seperti bensin dan solar ke teknologi kendaraan listrik, Politeknik Negeri Jember juga menatap perkembangan transportasi masa depan. Tak hanya membuat mobil listrik, kampus vokasi ini juga mengembangkan sepeda motor listrik.

Dari penampilannya, motor itu mirip dengan motor konvensional pada umumnya. Namun, telah dimodifikasi di bagian rangka badannya. Untuk ban, velg, hingga suspensi sama, juga memakai rem cakram yang kerap dibenamkan di motor berbahan bakar BBM pada umumnya.

 

TATAP KENDARAAN MASA DEPAN: Direktur Polije Saiful Anwar saat mencoba motor listrik yang juga didampingi Ketua Laboratorium Otomotif Andik Irawan dan Ketua Program Studi Mesin Otomotif Aditya Wahyu Pratama.

Pengembangan moda transportasi motor yang menggunakan energi listrik dilakukan oleh Program Studi Mesin Otomotif Politeknik Negeri Jember. Dicky Yoga Pratama, mahasiswa Prodi Mesin Otomotif Polije, mengatakan, sepeda motor listrik yang dikembangkan bersama mahasiswa dan dosen tersebut setidaknya memiliki kecepatan 60 kilometer per jam.

Motor listrik digerakkan oleh dinamo dan akumulator yang terbagi dalam dua jenis arus. “Ada dua arus DC dan AC,” paparnya. Namun, dalam penggunaan secara massal di Indonesia, motor listrik yang beredar bertipe arus DC. Untuk dinamo di pasaran Indonesia sudah menggunakan tipe brushless atau tanpa sikat dan kawat.

Sementara itu, Direktur Polije Saiful Anwar mengaku bangga dengan kreasi yang inovatif berupa sepeda motor listrik tersebut. Dia menambahkan, dengan pengembangan sepeda motor listrik di Polije, perlu sinergi yang terkait antarprogram studi dan memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memaksimalkan produk sepeda motor listrik ini menjadi produk unggulan untuk pengembangan Teaching Factory (TeFa) kendaraan listrik Polije sebagai perguruan tinggi vokasi.

Dia menambahkan, bahan bakar fosil sebagai penunjang energi utama untuk menggerakkan otomotif kian tahun kian mengalami penurunan. Karena semakin berkurang jumlah kandungan minyak di dunia, maka manusia perlu beralih untuk menemukan energi baru sebagai penunjang guna menggerakkan otomotif sebagai moda transportasi di masa depan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seiring perkembangan zaman dan perkembangan teknologi otomotif yang beralih dari teknologi otomotif berbahan bakar fosil seperti bensin dan solar ke teknologi kendaraan listrik, Politeknik Negeri Jember juga menatap perkembangan transportasi masa depan. Tak hanya membuat mobil listrik, kampus vokasi ini juga mengembangkan sepeda motor listrik.

Dari penampilannya, motor itu mirip dengan motor konvensional pada umumnya. Namun, telah dimodifikasi di bagian rangka badannya. Untuk ban, velg, hingga suspensi sama, juga memakai rem cakram yang kerap dibenamkan di motor berbahan bakar BBM pada umumnya.

 

TATAP KENDARAAN MASA DEPAN: Direktur Polije Saiful Anwar saat mencoba motor listrik yang juga didampingi Ketua Laboratorium Otomotif Andik Irawan dan Ketua Program Studi Mesin Otomotif Aditya Wahyu Pratama.

Pengembangan moda transportasi motor yang menggunakan energi listrik dilakukan oleh Program Studi Mesin Otomotif Politeknik Negeri Jember. Dicky Yoga Pratama, mahasiswa Prodi Mesin Otomotif Polije, mengatakan, sepeda motor listrik yang dikembangkan bersama mahasiswa dan dosen tersebut setidaknya memiliki kecepatan 60 kilometer per jam.

Motor listrik digerakkan oleh dinamo dan akumulator yang terbagi dalam dua jenis arus. “Ada dua arus DC dan AC,” paparnya. Namun, dalam penggunaan secara massal di Indonesia, motor listrik yang beredar bertipe arus DC. Untuk dinamo di pasaran Indonesia sudah menggunakan tipe brushless atau tanpa sikat dan kawat.

Sementara itu, Direktur Polije Saiful Anwar mengaku bangga dengan kreasi yang inovatif berupa sepeda motor listrik tersebut. Dia menambahkan, dengan pengembangan sepeda motor listrik di Polije, perlu sinergi yang terkait antarprogram studi dan memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memaksimalkan produk sepeda motor listrik ini menjadi produk unggulan untuk pengembangan Teaching Factory (TeFa) kendaraan listrik Polije sebagai perguruan tinggi vokasi.

Dia menambahkan, bahan bakar fosil sebagai penunjang energi utama untuk menggerakkan otomotif kian tahun kian mengalami penurunan. Karena semakin berkurang jumlah kandungan minyak di dunia, maka manusia perlu beralih untuk menemukan energi baru sebagai penunjang guna menggerakkan otomotif sebagai moda transportasi di masa depan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/