alexametrics
28.7 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Merinding! Lewat Jembatan Darurat di Sukorambi

Mobile_AP_Rectangle 1

KLUNGKUNG, Radar Jember – Jembatan darurat di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, belum ada tanda-tanda diperbaiki oleh Pemkab Jember. Padahal jembatan itu kini dalam kondisi mengkhawatirkan. Membuat warga dari tiga desa dan dua kecamatan merinding ketika melintasi jembatan tersebut.

Jembatan permanen tersebut ambrol saat air Kalijompo meluap pada 2020 lalu. Penduduk sekitar membuat jembatan darurat dari bambu dan papan agar bisa dilalui kendaraan roda dua. Namun, saat musim hujan seperti sekarang ini, pemotor harus ekstra hati-hati karena jembatan terasa bergetar.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi, seusai hujan deras terlihat debit air sungai itu melebihi batas normal. Sementara itu, pemotor terus silih berganti melewati jembatan. Karena sempit, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan dari dua arah sekaligus. Harus bergantian.

- Advertisement -

KLUNGKUNG, Radar Jember – Jembatan darurat di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, belum ada tanda-tanda diperbaiki oleh Pemkab Jember. Padahal jembatan itu kini dalam kondisi mengkhawatirkan. Membuat warga dari tiga desa dan dua kecamatan merinding ketika melintasi jembatan tersebut.

Jembatan permanen tersebut ambrol saat air Kalijompo meluap pada 2020 lalu. Penduduk sekitar membuat jembatan darurat dari bambu dan papan agar bisa dilalui kendaraan roda dua. Namun, saat musim hujan seperti sekarang ini, pemotor harus ekstra hati-hati karena jembatan terasa bergetar.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi, seusai hujan deras terlihat debit air sungai itu melebihi batas normal. Sementara itu, pemotor terus silih berganti melewati jembatan. Karena sempit, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan dari dua arah sekaligus. Harus bergantian.

KLUNGKUNG, Radar Jember – Jembatan darurat di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, belum ada tanda-tanda diperbaiki oleh Pemkab Jember. Padahal jembatan itu kini dalam kondisi mengkhawatirkan. Membuat warga dari tiga desa dan dua kecamatan merinding ketika melintasi jembatan tersebut.

Jembatan permanen tersebut ambrol saat air Kalijompo meluap pada 2020 lalu. Penduduk sekitar membuat jembatan darurat dari bambu dan papan agar bisa dilalui kendaraan roda dua. Namun, saat musim hujan seperti sekarang ini, pemotor harus ekstra hati-hati karena jembatan terasa bergetar.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi, seusai hujan deras terlihat debit air sungai itu melebihi batas normal. Sementara itu, pemotor terus silih berganti melewati jembatan. Karena sempit, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan dari dua arah sekaligus. Harus bergantian.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/