alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Kronologi Bocah SD Mati di Tangan Ibunya Sendiri

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sepekan lalu, Reva Saputri, bocah kelas 1 SD di Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru Jember, mendapatkan perlakuan kasar dari sang ibu. Bocah enam tahun tersebut dipukul menggunakan sapu. Gara-garanya sepele. Anak perempuan ini sering berak di celana tanpa memberi tahu ibunya. Ibundanya geram. Gagang sapu melayang. Tangan dan kaki bocah itu memar.

Rupanya, peristiwa yang berlangsung seminggu lalu ini menyisakan duka. Tak berselang lama, anak itu demam. Perutnya sakit tak bisa menerima makanan. Bahkan, ketika ada sesuap nasi yang masuk ke mulutnya, ia muntahkan kembali. Sang ibu mulai bingung. Dibawanya anak keduanya itu ke bidan. Beberapa jam kemudian, sekembalinya di rumah, Selasa (4/1) dini hari lalu, sekitar pukul 02.30, bocah itu meninggal.

Awalnya, kematian itu tak mengundang kecurigaan. Ia dianggap meninggal secara wajar lantaran sakit. Kedatangan kepala desa di rumah duka menjadi mula terungkapnya kasus tersebut. Kades Jamintoro Soheb kemudian melaporkan peristiwa itu ke polisi. Hasil pemeriksaan polisi, luka memar yang diderita bocah itu akibat kekerasan. Ditengarai, sang ibu, Iva Rustiyana, yang menjadi pelakunya. Anak tersebut menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Mobile_AP_Rectangle 2

Kematian bocah itu kontan membuat warga Dusun Krajan, Desa Jamintoro, gempar. Sebab, kabar itu berembus begitu saja tanpa tahu apa yang menyebabkan sang ibu menganiaya hingga mengakibatkan korban tewas. Kini pelaku sudah menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember.

Kapolsek Sumberbaru AKP Fatchur Rahman mengatakan, kasus ini terungkap setelah ibu korban membawa anaknya ke salah satu bidan di kecamatan setempat. Dia menjelaskan, korban ini awalnya mengalami muntah-muntah. Kemudian, oleh ibunya dibawa ke bidan. Selanjutnya, korban dibawa pulang dan meninggal di rumahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sepekan lalu, Reva Saputri, bocah kelas 1 SD di Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru Jember, mendapatkan perlakuan kasar dari sang ibu. Bocah enam tahun tersebut dipukul menggunakan sapu. Gara-garanya sepele. Anak perempuan ini sering berak di celana tanpa memberi tahu ibunya. Ibundanya geram. Gagang sapu melayang. Tangan dan kaki bocah itu memar.

Rupanya, peristiwa yang berlangsung seminggu lalu ini menyisakan duka. Tak berselang lama, anak itu demam. Perutnya sakit tak bisa menerima makanan. Bahkan, ketika ada sesuap nasi yang masuk ke mulutnya, ia muntahkan kembali. Sang ibu mulai bingung. Dibawanya anak keduanya itu ke bidan. Beberapa jam kemudian, sekembalinya di rumah, Selasa (4/1) dini hari lalu, sekitar pukul 02.30, bocah itu meninggal.

Awalnya, kematian itu tak mengundang kecurigaan. Ia dianggap meninggal secara wajar lantaran sakit. Kedatangan kepala desa di rumah duka menjadi mula terungkapnya kasus tersebut. Kades Jamintoro Soheb kemudian melaporkan peristiwa itu ke polisi. Hasil pemeriksaan polisi, luka memar yang diderita bocah itu akibat kekerasan. Ditengarai, sang ibu, Iva Rustiyana, yang menjadi pelakunya. Anak tersebut menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kematian bocah itu kontan membuat warga Dusun Krajan, Desa Jamintoro, gempar. Sebab, kabar itu berembus begitu saja tanpa tahu apa yang menyebabkan sang ibu menganiaya hingga mengakibatkan korban tewas. Kini pelaku sudah menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember.

Kapolsek Sumberbaru AKP Fatchur Rahman mengatakan, kasus ini terungkap setelah ibu korban membawa anaknya ke salah satu bidan di kecamatan setempat. Dia menjelaskan, korban ini awalnya mengalami muntah-muntah. Kemudian, oleh ibunya dibawa ke bidan. Selanjutnya, korban dibawa pulang dan meninggal di rumahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sepekan lalu, Reva Saputri, bocah kelas 1 SD di Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru Jember, mendapatkan perlakuan kasar dari sang ibu. Bocah enam tahun tersebut dipukul menggunakan sapu. Gara-garanya sepele. Anak perempuan ini sering berak di celana tanpa memberi tahu ibunya. Ibundanya geram. Gagang sapu melayang. Tangan dan kaki bocah itu memar.

Rupanya, peristiwa yang berlangsung seminggu lalu ini menyisakan duka. Tak berselang lama, anak itu demam. Perutnya sakit tak bisa menerima makanan. Bahkan, ketika ada sesuap nasi yang masuk ke mulutnya, ia muntahkan kembali. Sang ibu mulai bingung. Dibawanya anak keduanya itu ke bidan. Beberapa jam kemudian, sekembalinya di rumah, Selasa (4/1) dini hari lalu, sekitar pukul 02.30, bocah itu meninggal.

Awalnya, kematian itu tak mengundang kecurigaan. Ia dianggap meninggal secara wajar lantaran sakit. Kedatangan kepala desa di rumah duka menjadi mula terungkapnya kasus tersebut. Kades Jamintoro Soheb kemudian melaporkan peristiwa itu ke polisi. Hasil pemeriksaan polisi, luka memar yang diderita bocah itu akibat kekerasan. Ditengarai, sang ibu, Iva Rustiyana, yang menjadi pelakunya. Anak tersebut menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kematian bocah itu kontan membuat warga Dusun Krajan, Desa Jamintoro, gempar. Sebab, kabar itu berembus begitu saja tanpa tahu apa yang menyebabkan sang ibu menganiaya hingga mengakibatkan korban tewas. Kini pelaku sudah menjalani pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jember.

Kapolsek Sumberbaru AKP Fatchur Rahman mengatakan, kasus ini terungkap setelah ibu korban membawa anaknya ke salah satu bidan di kecamatan setempat. Dia menjelaskan, korban ini awalnya mengalami muntah-muntah. Kemudian, oleh ibunya dibawa ke bidan. Selanjutnya, korban dibawa pulang dan meninggal di rumahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/