alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Aniaya Anak sampai Mati Ditengarai karena Depresi Bukan Psikopat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – ENTAH apa yang membuat Iva Rustiyana tega memukuli anaknya hingga menyebabkan putrinya tersebut meninggal. Apalagi peristiwa itu bukan yang pertama. Putra sulungnya juga dikabarkan mati setelah digebuki olehnya pada 2016 lalu. Apakah pelaku mengalami depresi?

Dosen psikologi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Indah Roziah, menjelaskan, pemukulan dalam bentuk apa pun tentu ada pemicunya. Bisa dari faktor ekonomi, tekanan pikiran, atau pemicu dari luar lainnya. “Bisa jadi pemicunya dari luar diri si ibu yang menjadikan ibu depresi hingga nekat menganiaya sang anak,” ungkapnya.

Menurut dia, pemukulan hingga berujung kematian termasuk perilaku abnormal yang muncul karena ada pemicunya. Kemungkinan terbesar bisa dari perasaan depresi yang tak mampu lagi ditahan oleh pelaku. Meskipun pada kondisi normal, seorang anak seharusnya menjadi sosok yang dilindungi oleh orang yang lebih tua, terutama orang tua kandungnya. Sebab, anak merupakan sosok yang lemah dan tidak berdaya. Apalagi masih berusia enam tahun.

Mobile_AP_Rectangle 2

Diketahui, Iva merupakan orang tua tunggal. Dia memiliki dua anak dengan almarhum suaminya yang meninggal pada 2020 lalu akibat kecelakaan lalu lintas. Anak pertamanya meninggal pada 2016 lalu, sedangkan putri keduanya mati pekan ini. Penyebab kematian dua anaknya tersebut ditengarai akibat kekerasan dari sang ibu. “Sasaran kemarahan orang tua sering kali pada anaknya. Bisa jadi pemicunya karena stres yang berkepanjangan. Sampai pada perasaan depresi. Akhirnya sang ibu melakukan tindakan di luar kewajaran,” duganya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – ENTAH apa yang membuat Iva Rustiyana tega memukuli anaknya hingga menyebabkan putrinya tersebut meninggal. Apalagi peristiwa itu bukan yang pertama. Putra sulungnya juga dikabarkan mati setelah digebuki olehnya pada 2016 lalu. Apakah pelaku mengalami depresi?

Dosen psikologi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Indah Roziah, menjelaskan, pemukulan dalam bentuk apa pun tentu ada pemicunya. Bisa dari faktor ekonomi, tekanan pikiran, atau pemicu dari luar lainnya. “Bisa jadi pemicunya dari luar diri si ibu yang menjadikan ibu depresi hingga nekat menganiaya sang anak,” ungkapnya.

Menurut dia, pemukulan hingga berujung kematian termasuk perilaku abnormal yang muncul karena ada pemicunya. Kemungkinan terbesar bisa dari perasaan depresi yang tak mampu lagi ditahan oleh pelaku. Meskipun pada kondisi normal, seorang anak seharusnya menjadi sosok yang dilindungi oleh orang yang lebih tua, terutama orang tua kandungnya. Sebab, anak merupakan sosok yang lemah dan tidak berdaya. Apalagi masih berusia enam tahun.

Diketahui, Iva merupakan orang tua tunggal. Dia memiliki dua anak dengan almarhum suaminya yang meninggal pada 2020 lalu akibat kecelakaan lalu lintas. Anak pertamanya meninggal pada 2016 lalu, sedangkan putri keduanya mati pekan ini. Penyebab kematian dua anaknya tersebut ditengarai akibat kekerasan dari sang ibu. “Sasaran kemarahan orang tua sering kali pada anaknya. Bisa jadi pemicunya karena stres yang berkepanjangan. Sampai pada perasaan depresi. Akhirnya sang ibu melakukan tindakan di luar kewajaran,” duganya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – ENTAH apa yang membuat Iva Rustiyana tega memukuli anaknya hingga menyebabkan putrinya tersebut meninggal. Apalagi peristiwa itu bukan yang pertama. Putra sulungnya juga dikabarkan mati setelah digebuki olehnya pada 2016 lalu. Apakah pelaku mengalami depresi?

Dosen psikologi Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Indah Roziah, menjelaskan, pemukulan dalam bentuk apa pun tentu ada pemicunya. Bisa dari faktor ekonomi, tekanan pikiran, atau pemicu dari luar lainnya. “Bisa jadi pemicunya dari luar diri si ibu yang menjadikan ibu depresi hingga nekat menganiaya sang anak,” ungkapnya.

Menurut dia, pemukulan hingga berujung kematian termasuk perilaku abnormal yang muncul karena ada pemicunya. Kemungkinan terbesar bisa dari perasaan depresi yang tak mampu lagi ditahan oleh pelaku. Meskipun pada kondisi normal, seorang anak seharusnya menjadi sosok yang dilindungi oleh orang yang lebih tua, terutama orang tua kandungnya. Sebab, anak merupakan sosok yang lemah dan tidak berdaya. Apalagi masih berusia enam tahun.

Diketahui, Iva merupakan orang tua tunggal. Dia memiliki dua anak dengan almarhum suaminya yang meninggal pada 2020 lalu akibat kecelakaan lalu lintas. Anak pertamanya meninggal pada 2016 lalu, sedangkan putri keduanya mati pekan ini. Penyebab kematian dua anaknya tersebut ditengarai akibat kekerasan dari sang ibu. “Sasaran kemarahan orang tua sering kali pada anaknya. Bisa jadi pemicunya karena stres yang berkepanjangan. Sampai pada perasaan depresi. Akhirnya sang ibu melakukan tindakan di luar kewajaran,” duganya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/