alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Prokes Belum Jadi Kebutuhan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kesadaran warga menerapkan protokol kesehatan (prokes) sepertinya belum begitu masif. Meskipun operasi masker atau yustisi sudah marak digelar di berbagai tempat, namun masih banyak saja warga yang terjaring.

Seperti yang terpantau saat operasi yustisi di sekitar Kecamatan Wuluhan, kemarin (5/1). Cukup banyak warga yang keluyuran namun tak bermasker. “Pelanggar prokes kami hukum dengan scotch jump dan push up, lalu dikasih masker untuk dikenakan,” beber Heru Iskandar, petugas dari Forum Keamanan (Forkam) Wuluhan, saat giat yustisi.

Menurut dia, operasi seperti itu bukan kali pertama dilakukan, namun hampir tiap hari. Terlebih, sejak Jember beberapa kali ditetapkan zona merah. “Pokoknya tempat-tempat ramai kami sisir, tapi secara persuasif,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Sosiolog IAIN Jember Minan Jauhari mengulas, fenomena masyarakat yang abai protokol kesehatan itu sedianya bisa ditanggulangi dengan pendekatan. “Pertama, bisa menggunakan aturan main, sistem, atau hukum. Kedua, dibangun oleh masyarakat sendiri,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kesadaran warga menerapkan protokol kesehatan (prokes) sepertinya belum begitu masif. Meskipun operasi masker atau yustisi sudah marak digelar di berbagai tempat, namun masih banyak saja warga yang terjaring.

Seperti yang terpantau saat operasi yustisi di sekitar Kecamatan Wuluhan, kemarin (5/1). Cukup banyak warga yang keluyuran namun tak bermasker. “Pelanggar prokes kami hukum dengan scotch jump dan push up, lalu dikasih masker untuk dikenakan,” beber Heru Iskandar, petugas dari Forum Keamanan (Forkam) Wuluhan, saat giat yustisi.

Menurut dia, operasi seperti itu bukan kali pertama dilakukan, namun hampir tiap hari. Terlebih, sejak Jember beberapa kali ditetapkan zona merah. “Pokoknya tempat-tempat ramai kami sisir, tapi secara persuasif,” imbuhnya.

Sementara itu, Sosiolog IAIN Jember Minan Jauhari mengulas, fenomena masyarakat yang abai protokol kesehatan itu sedianya bisa ditanggulangi dengan pendekatan. “Pertama, bisa menggunakan aturan main, sistem, atau hukum. Kedua, dibangun oleh masyarakat sendiri,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kesadaran warga menerapkan protokol kesehatan (prokes) sepertinya belum begitu masif. Meskipun operasi masker atau yustisi sudah marak digelar di berbagai tempat, namun masih banyak saja warga yang terjaring.

Seperti yang terpantau saat operasi yustisi di sekitar Kecamatan Wuluhan, kemarin (5/1). Cukup banyak warga yang keluyuran namun tak bermasker. “Pelanggar prokes kami hukum dengan scotch jump dan push up, lalu dikasih masker untuk dikenakan,” beber Heru Iskandar, petugas dari Forum Keamanan (Forkam) Wuluhan, saat giat yustisi.

Menurut dia, operasi seperti itu bukan kali pertama dilakukan, namun hampir tiap hari. Terlebih, sejak Jember beberapa kali ditetapkan zona merah. “Pokoknya tempat-tempat ramai kami sisir, tapi secara persuasif,” imbuhnya.

Sementara itu, Sosiolog IAIN Jember Minan Jauhari mengulas, fenomena masyarakat yang abai protokol kesehatan itu sedianya bisa ditanggulangi dengan pendekatan. “Pertama, bisa menggunakan aturan main, sistem, atau hukum. Kedua, dibangun oleh masyarakat sendiri,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/