alexametrics
27.7 C
Jember
Sunday, 3 July 2022

Masker Itu Dipakai, Bukan Dikantongi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Operasi yustisi terkait penegakan protokol kesehatan mengungkap sejumlah fakta baru, kemarin (5/1). Dari ratusan orang yang tepergok tidak bermasker, bukan karena tidak punya saja. Ada yang lupa membawa, ada yang menaruhnya dalam dompet, bahkan banyak warga yang justru mengantongi maskernya.

Fakta-fakta ini terungkap saat operasi gabungan dilakukan Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Satgas Penanganan Covid-19 di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates. Operasi gabungan ini menyasar siapa saja yang melintas di jalan setempat. “Pedagang, pegawai, atau warga yang tidak pakai masker langsung ambil jalur kiri,” kata seorang polisi melalui pelantang suara. Warga yang tidak pakai masker pun diarahkan untuk mendatangi petugas yang melakukan pendataan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, dari sekian banyak warga, ada saja yang terlihat enggan untuk mengikuti arahan Satgas Covid-19. Namun, banyaknya petugas yang turun dalam operasi gabungan tersebut membuat operasi mulus. Tidak satu pun warga yang tidak mengenakan masker lolos. Mereka yang tepergok tidak bermasker langsung diberi pembinaan, peringatan, sanksi sosial, serta didenda.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah satunya adalah Muhammad Fauzan. Warga Rambipuji itu menyebut, dirinya lupa membawa masker karena harus cepat-cepat berangkat kerja. Alasan yang sama juga disampaikan beberapa warga lain. “Tadi lupa karena terburu-buru,” ulasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Operasi yustisi terkait penegakan protokol kesehatan mengungkap sejumlah fakta baru, kemarin (5/1). Dari ratusan orang yang tepergok tidak bermasker, bukan karena tidak punya saja. Ada yang lupa membawa, ada yang menaruhnya dalam dompet, bahkan banyak warga yang justru mengantongi maskernya.

Fakta-fakta ini terungkap saat operasi gabungan dilakukan Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Satgas Penanganan Covid-19 di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates. Operasi gabungan ini menyasar siapa saja yang melintas di jalan setempat. “Pedagang, pegawai, atau warga yang tidak pakai masker langsung ambil jalur kiri,” kata seorang polisi melalui pelantang suara. Warga yang tidak pakai masker pun diarahkan untuk mendatangi petugas yang melakukan pendataan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, dari sekian banyak warga, ada saja yang terlihat enggan untuk mengikuti arahan Satgas Covid-19. Namun, banyaknya petugas yang turun dalam operasi gabungan tersebut membuat operasi mulus. Tidak satu pun warga yang tidak mengenakan masker lolos. Mereka yang tepergok tidak bermasker langsung diberi pembinaan, peringatan, sanksi sosial, serta didenda.

Salah satunya adalah Muhammad Fauzan. Warga Rambipuji itu menyebut, dirinya lupa membawa masker karena harus cepat-cepat berangkat kerja. Alasan yang sama juga disampaikan beberapa warga lain. “Tadi lupa karena terburu-buru,” ulasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Operasi yustisi terkait penegakan protokol kesehatan mengungkap sejumlah fakta baru, kemarin (5/1). Dari ratusan orang yang tepergok tidak bermasker, bukan karena tidak punya saja. Ada yang lupa membawa, ada yang menaruhnya dalam dompet, bahkan banyak warga yang justru mengantongi maskernya.

Fakta-fakta ini terungkap saat operasi gabungan dilakukan Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Satgas Penanganan Covid-19 di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan/Kecamatan Kaliwates. Operasi gabungan ini menyasar siapa saja yang melintas di jalan setempat. “Pedagang, pegawai, atau warga yang tidak pakai masker langsung ambil jalur kiri,” kata seorang polisi melalui pelantang suara. Warga yang tidak pakai masker pun diarahkan untuk mendatangi petugas yang melakukan pendataan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, dari sekian banyak warga, ada saja yang terlihat enggan untuk mengikuti arahan Satgas Covid-19. Namun, banyaknya petugas yang turun dalam operasi gabungan tersebut membuat operasi mulus. Tidak satu pun warga yang tidak mengenakan masker lolos. Mereka yang tepergok tidak bermasker langsung diberi pembinaan, peringatan, sanksi sosial, serta didenda.

Salah satunya adalah Muhammad Fauzan. Warga Rambipuji itu menyebut, dirinya lupa membawa masker karena harus cepat-cepat berangkat kerja. Alasan yang sama juga disampaikan beberapa warga lain. “Tadi lupa karena terburu-buru,” ulasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/