alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Blended Learning, Sudahkah Efektif?

Mobile_AP_Rectangle 1

Dampak lainnya melakukan pembelajaran daring maupun blended learning adalah terbatasnya pembelajaran melalui tahapan diskusi. Misalnya, berupa focus group discussion (FGD). Padahal metode ini sangat dibutuhkan di jenjang sekolah lanjut.

Dengan tatap muka, lanjut dia, guru bisa melakukan penilaian dengan authentic assessment. “Sehingga pembelajaran tatap muka itu tidak bisa dihilangkan. Siswa butuh role model untuk membentuk sebuah karakter,” ungkap Dafik.

Dosen FTIK IAIN Jember, Muiz Thabrani menilai bahwa blended learning yang lebih banyak berbasis digital ini bakal menjadi acuan sistem pembelajaran di masa yang akan datang. Namun, masalah utama adalah siswa ataupun guru masih rendah dalam penguasaan teknologi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kendati demikian, menurut Muiz, pembelajaran online masih membutuhkan pembelajaran tatap muka. Sehingga blended learning menjadi alternatif yang cukup ideal. “Konsep ini memadukan antara pembelajaran online dengan pembelajaran tatap muka,” katanya.

Pembelajaran blended learning dapat meningkatkan hasil belajar serta dapat meningkatkan minat belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran penuh menggunakan pembelajaran online. Sistem pembelajaran blended learning dirasa sangat perlu sebagai upaya pemanfaatan information, communication, and technology (ICT) dalam pendidikan.

Hal ini juga sebagai bentuk mengubah cara belajar dari pembelajaran konvensional atau pembelajaran tradisonal yang mengedepankan tatap muka menjadi pembelajaran yang berbasis digital dengan pemanfaatan teknologi dan informasi.

- Advertisement -

Dampak lainnya melakukan pembelajaran daring maupun blended learning adalah terbatasnya pembelajaran melalui tahapan diskusi. Misalnya, berupa focus group discussion (FGD). Padahal metode ini sangat dibutuhkan di jenjang sekolah lanjut.

Dengan tatap muka, lanjut dia, guru bisa melakukan penilaian dengan authentic assessment. “Sehingga pembelajaran tatap muka itu tidak bisa dihilangkan. Siswa butuh role model untuk membentuk sebuah karakter,” ungkap Dafik.

Dosen FTIK IAIN Jember, Muiz Thabrani menilai bahwa blended learning yang lebih banyak berbasis digital ini bakal menjadi acuan sistem pembelajaran di masa yang akan datang. Namun, masalah utama adalah siswa ataupun guru masih rendah dalam penguasaan teknologi.

Kendati demikian, menurut Muiz, pembelajaran online masih membutuhkan pembelajaran tatap muka. Sehingga blended learning menjadi alternatif yang cukup ideal. “Konsep ini memadukan antara pembelajaran online dengan pembelajaran tatap muka,” katanya.

Pembelajaran blended learning dapat meningkatkan hasil belajar serta dapat meningkatkan minat belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran penuh menggunakan pembelajaran online. Sistem pembelajaran blended learning dirasa sangat perlu sebagai upaya pemanfaatan information, communication, and technology (ICT) dalam pendidikan.

Hal ini juga sebagai bentuk mengubah cara belajar dari pembelajaran konvensional atau pembelajaran tradisonal yang mengedepankan tatap muka menjadi pembelajaran yang berbasis digital dengan pemanfaatan teknologi dan informasi.

Dampak lainnya melakukan pembelajaran daring maupun blended learning adalah terbatasnya pembelajaran melalui tahapan diskusi. Misalnya, berupa focus group discussion (FGD). Padahal metode ini sangat dibutuhkan di jenjang sekolah lanjut.

Dengan tatap muka, lanjut dia, guru bisa melakukan penilaian dengan authentic assessment. “Sehingga pembelajaran tatap muka itu tidak bisa dihilangkan. Siswa butuh role model untuk membentuk sebuah karakter,” ungkap Dafik.

Dosen FTIK IAIN Jember, Muiz Thabrani menilai bahwa blended learning yang lebih banyak berbasis digital ini bakal menjadi acuan sistem pembelajaran di masa yang akan datang. Namun, masalah utama adalah siswa ataupun guru masih rendah dalam penguasaan teknologi.

Kendati demikian, menurut Muiz, pembelajaran online masih membutuhkan pembelajaran tatap muka. Sehingga blended learning menjadi alternatif yang cukup ideal. “Konsep ini memadukan antara pembelajaran online dengan pembelajaran tatap muka,” katanya.

Pembelajaran blended learning dapat meningkatkan hasil belajar serta dapat meningkatkan minat belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran penuh menggunakan pembelajaran online. Sistem pembelajaran blended learning dirasa sangat perlu sebagai upaya pemanfaatan information, communication, and technology (ICT) dalam pendidikan.

Hal ini juga sebagai bentuk mengubah cara belajar dari pembelajaran konvensional atau pembelajaran tradisonal yang mengedepankan tatap muka menjadi pembelajaran yang berbasis digital dengan pemanfaatan teknologi dan informasi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/