alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Jamaah Umrah Tunggu Kepastian Berangkat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali Tanah Suci Makkah untuk digunakan ibadah umrah pada awal November ini. Meski pembukaan masih tahap simulasi, namun hal itu disambut baik oleh biro penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) tiap daerah. Sebab, sejak awal pandemi hingga Oktober kemarin, nyaris tak ada keberangkatan umrah di semua tempat.

Mohammad Adam, salah satu pengurus PPIU asal Tegal Besar, Kaliwates, mengatakan, pembukaan kembali Tanah Suci itu sudah dinantikan sejak lama. Ia menilai, hal itu bisa jadi penyemangat para calon jamaah umrah (CJU) yang sempat tertunda. Sekaligus menggeliatkan kembali biro-biro perjalanan umrah yang sempat vakum. “Saat ini kami menantikan perkembangan terbaru dan informasi terkait keberangkatan. Baik dari pemerintah maupun dari asosiasi penyelenggara umrah pusat di Jakarta,” jelasnya.

Meski Tanah Suci telah kembali dibuka, namun para CJU Jember masih menantikan kepastian keberangkatan mereka. Terkait hal itu, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Jember Ahmad Tholabi menyebutkan, sedikitnya saat ini terdapat sekitar 67 CJU yang telah masuk daftar prioritas berangkat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Jumlah itu, kata dia, merupakan CJU yang keberangkatannya tertunda pada kurun periode akhir Februari 2020 lalu, atau sebelum pandemi. “Meski para calon jamaah ini dijadwalkan pertama berangkat, namun kepastian waktunya belum bisa diketahui,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (4/11).

Menurut Tholabi, belum adanya kepastian jadwal keberangkatan itu bisa dikarenakan bergantian dengan daerah lain. Karena saat Tanah Suci dibuka, pihak pemerintah Arab Saudi melakukan pembatasan. Termasuk pembatasan kelompok usia dan kuota. “Karena masih tahap simulasi, meski di daerah lain ada yang berangkat, Jember masih belum. Harus bergantian,” sambungnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali Tanah Suci Makkah untuk digunakan ibadah umrah pada awal November ini. Meski pembukaan masih tahap simulasi, namun hal itu disambut baik oleh biro penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) tiap daerah. Sebab, sejak awal pandemi hingga Oktober kemarin, nyaris tak ada keberangkatan umrah di semua tempat.

Mohammad Adam, salah satu pengurus PPIU asal Tegal Besar, Kaliwates, mengatakan, pembukaan kembali Tanah Suci itu sudah dinantikan sejak lama. Ia menilai, hal itu bisa jadi penyemangat para calon jamaah umrah (CJU) yang sempat tertunda. Sekaligus menggeliatkan kembali biro-biro perjalanan umrah yang sempat vakum. “Saat ini kami menantikan perkembangan terbaru dan informasi terkait keberangkatan. Baik dari pemerintah maupun dari asosiasi penyelenggara umrah pusat di Jakarta,” jelasnya.

Meski Tanah Suci telah kembali dibuka, namun para CJU Jember masih menantikan kepastian keberangkatan mereka. Terkait hal itu, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Jember Ahmad Tholabi menyebutkan, sedikitnya saat ini terdapat sekitar 67 CJU yang telah masuk daftar prioritas berangkat.

Jumlah itu, kata dia, merupakan CJU yang keberangkatannya tertunda pada kurun periode akhir Februari 2020 lalu, atau sebelum pandemi. “Meski para calon jamaah ini dijadwalkan pertama berangkat, namun kepastian waktunya belum bisa diketahui,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (4/11).

Menurut Tholabi, belum adanya kepastian jadwal keberangkatan itu bisa dikarenakan bergantian dengan daerah lain. Karena saat Tanah Suci dibuka, pihak pemerintah Arab Saudi melakukan pembatasan. Termasuk pembatasan kelompok usia dan kuota. “Karena masih tahap simulasi, meski di daerah lain ada yang berangkat, Jember masih belum. Harus bergantian,” sambungnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali Tanah Suci Makkah untuk digunakan ibadah umrah pada awal November ini. Meski pembukaan masih tahap simulasi, namun hal itu disambut baik oleh biro penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) tiap daerah. Sebab, sejak awal pandemi hingga Oktober kemarin, nyaris tak ada keberangkatan umrah di semua tempat.

Mohammad Adam, salah satu pengurus PPIU asal Tegal Besar, Kaliwates, mengatakan, pembukaan kembali Tanah Suci itu sudah dinantikan sejak lama. Ia menilai, hal itu bisa jadi penyemangat para calon jamaah umrah (CJU) yang sempat tertunda. Sekaligus menggeliatkan kembali biro-biro perjalanan umrah yang sempat vakum. “Saat ini kami menantikan perkembangan terbaru dan informasi terkait keberangkatan. Baik dari pemerintah maupun dari asosiasi penyelenggara umrah pusat di Jakarta,” jelasnya.

Meski Tanah Suci telah kembali dibuka, namun para CJU Jember masih menantikan kepastian keberangkatan mereka. Terkait hal itu, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Jember Ahmad Tholabi menyebutkan, sedikitnya saat ini terdapat sekitar 67 CJU yang telah masuk daftar prioritas berangkat.

Jumlah itu, kata dia, merupakan CJU yang keberangkatannya tertunda pada kurun periode akhir Februari 2020 lalu, atau sebelum pandemi. “Meski para calon jamaah ini dijadwalkan pertama berangkat, namun kepastian waktunya belum bisa diketahui,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Jember, kemarin (4/11).

Menurut Tholabi, belum adanya kepastian jadwal keberangkatan itu bisa dikarenakan bergantian dengan daerah lain. Karena saat Tanah Suci dibuka, pihak pemerintah Arab Saudi melakukan pembatasan. Termasuk pembatasan kelompok usia dan kuota. “Karena masih tahap simulasi, meski di daerah lain ada yang berangkat, Jember masih belum. Harus bergantian,” sambungnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/