30.2 C
Jember
Friday, 2 December 2022

Penebangan Kayu di Kebun, Bukan Hutan Lindung

Mobile_AP_Rectangle 1

PAKIS, Radar Jember – Sumber mata pencarian masyarakat yang hidup di kawasan Kebun Ketajek, Desa Pakis, Kecamatan Panti, tidak lain berasal dari hasil kebun tersebut. Belum lama ini, terdapat isu dugaan penggundulan hutan lindung di kawasan Kebun Ketajek itu. Namun, para petani setempat membantah dugaan tersebut, bahwa penebangan kayu itu sebagai penataan lahan petani yang termasuk dalam Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

BACA JUGA : Karya Peserta Lomba Mewarnai di Tiga Kabupaten Sudah Terpusat

Para petani Kebun Ketajek yang berasal dari warga setempat, sejauh ini mulai membersihkan semak belukar lahan yang dinilai menganggur selama ini. Sejumlah kayu sengaja ditebang agar dapat dimanfaatkan dengan tanaman yang sesuai lokasi lahan. Hal itu menjadi sinyal baik bagi para petani, mengingat mereka dapat kembali menikmati hasil kebun dengan maksimal, setelah melalui berbagai dinamika konflik yang berkepanjangan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Munawaroh, salah seorang petani Kebun Ketajek, mengatakan, situasi di Perkebunan Ketajek saat ini menjadi harapan besar bagi masyarakat setempat. Sebab, sumber kehidupan mereka rata-rata berasal dari hasil bumi kebun tersebut. “Lahan di Kebun Ketajek sudah masuk TORA, dan itu menjadi harapan besar bagi petani sebagai satu-satunya jalan agar petani bisa menikmati hasil kebun sendiri,” katanya.

- Advertisement -

PAKIS, Radar Jember – Sumber mata pencarian masyarakat yang hidup di kawasan Kebun Ketajek, Desa Pakis, Kecamatan Panti, tidak lain berasal dari hasil kebun tersebut. Belum lama ini, terdapat isu dugaan penggundulan hutan lindung di kawasan Kebun Ketajek itu. Namun, para petani setempat membantah dugaan tersebut, bahwa penebangan kayu itu sebagai penataan lahan petani yang termasuk dalam Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

BACA JUGA : Karya Peserta Lomba Mewarnai di Tiga Kabupaten Sudah Terpusat

Para petani Kebun Ketajek yang berasal dari warga setempat, sejauh ini mulai membersihkan semak belukar lahan yang dinilai menganggur selama ini. Sejumlah kayu sengaja ditebang agar dapat dimanfaatkan dengan tanaman yang sesuai lokasi lahan. Hal itu menjadi sinyal baik bagi para petani, mengingat mereka dapat kembali menikmati hasil kebun dengan maksimal, setelah melalui berbagai dinamika konflik yang berkepanjangan.

Munawaroh, salah seorang petani Kebun Ketajek, mengatakan, situasi di Perkebunan Ketajek saat ini menjadi harapan besar bagi masyarakat setempat. Sebab, sumber kehidupan mereka rata-rata berasal dari hasil bumi kebun tersebut. “Lahan di Kebun Ketajek sudah masuk TORA, dan itu menjadi harapan besar bagi petani sebagai satu-satunya jalan agar petani bisa menikmati hasil kebun sendiri,” katanya.

PAKIS, Radar Jember – Sumber mata pencarian masyarakat yang hidup di kawasan Kebun Ketajek, Desa Pakis, Kecamatan Panti, tidak lain berasal dari hasil kebun tersebut. Belum lama ini, terdapat isu dugaan penggundulan hutan lindung di kawasan Kebun Ketajek itu. Namun, para petani setempat membantah dugaan tersebut, bahwa penebangan kayu itu sebagai penataan lahan petani yang termasuk dalam Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

BACA JUGA : Karya Peserta Lomba Mewarnai di Tiga Kabupaten Sudah Terpusat

Para petani Kebun Ketajek yang berasal dari warga setempat, sejauh ini mulai membersihkan semak belukar lahan yang dinilai menganggur selama ini. Sejumlah kayu sengaja ditebang agar dapat dimanfaatkan dengan tanaman yang sesuai lokasi lahan. Hal itu menjadi sinyal baik bagi para petani, mengingat mereka dapat kembali menikmati hasil kebun dengan maksimal, setelah melalui berbagai dinamika konflik yang berkepanjangan.

Munawaroh, salah seorang petani Kebun Ketajek, mengatakan, situasi di Perkebunan Ketajek saat ini menjadi harapan besar bagi masyarakat setempat. Sebab, sumber kehidupan mereka rata-rata berasal dari hasil bumi kebun tersebut. “Lahan di Kebun Ketajek sudah masuk TORA, dan itu menjadi harapan besar bagi petani sebagai satu-satunya jalan agar petani bisa menikmati hasil kebun sendiri,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/