23.9 C
Jember
Friday, 3 February 2023

Kadishub Jember Larang Jukir Minta Uang

Mobile_AP_Rectangle 1

Dia mengaku, saat ini kondisi ekonomi beberapa masyarakat memang masih belum stabil. Namun, tidak sewajarnya meminta uang kepada pengendara jalan secara paksa. “Jika masyarakat wilayah Jember melihat pungli, sebaiknya dilaporkan saja ke Dishub,” katanya.

Dishub sudah menugaskan kepada Kepala UPT Parkir dan staf-staf yang bertugas, jika masih ada pungli segera lapor. Apalagi pemilik kendaraan bermotor juga sudah membayar parkir setiap satu tahun sekali atau yang biasa disebut retribusi parkir. “Jika ada petugas parkir yang masih menarik uang pengendara jalan yang sudah membayar retribusi parkir itu dikategorikan sebagai pungli,” katanya.

Upaya Dishub terus dilakukan agar Jember bebas dari pungli, terutama pungli parkir. Meskipun nominal uang parkir tidak besar, namun tetap dikategorikan sebagai pungli. “Nantinya akan ditindaklanjuti, jika masih ada saja juru parkir yang menarik uang dari kendaraan bermotor,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Harapan ke depannya semoga pungli di wilayah Jember benar-benar tidak ada. Bukan hanya pungli parkir, namun juga pungli kategori lainnya. Oknum-oknum yang biasanya menarik uang secara paksa akan dikenakan sanksi dan bisa dijerat hukum pidana. Memang, kata dia, perlu sosialisasi terkait pungli, terutama bagi juru parkir yang tidak menggunakan seragam.

Agus mengingatkan, walau parkir itu gratis, tapi juga tetap mematuhi peraturan yang berlaku. Kendaraan juga tidak boleh seenaknya saja parkir di jalan. Salah satu contohnya tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Bila ada rambu larangan parkir, maka jangan parkir di bahu jalan tersebut. (mg1/c2/dwi)

- Advertisement -

Dia mengaku, saat ini kondisi ekonomi beberapa masyarakat memang masih belum stabil. Namun, tidak sewajarnya meminta uang kepada pengendara jalan secara paksa. “Jika masyarakat wilayah Jember melihat pungli, sebaiknya dilaporkan saja ke Dishub,” katanya.

Dishub sudah menugaskan kepada Kepala UPT Parkir dan staf-staf yang bertugas, jika masih ada pungli segera lapor. Apalagi pemilik kendaraan bermotor juga sudah membayar parkir setiap satu tahun sekali atau yang biasa disebut retribusi parkir. “Jika ada petugas parkir yang masih menarik uang pengendara jalan yang sudah membayar retribusi parkir itu dikategorikan sebagai pungli,” katanya.

Upaya Dishub terus dilakukan agar Jember bebas dari pungli, terutama pungli parkir. Meskipun nominal uang parkir tidak besar, namun tetap dikategorikan sebagai pungli. “Nantinya akan ditindaklanjuti, jika masih ada saja juru parkir yang menarik uang dari kendaraan bermotor,” katanya.

Harapan ke depannya semoga pungli di wilayah Jember benar-benar tidak ada. Bukan hanya pungli parkir, namun juga pungli kategori lainnya. Oknum-oknum yang biasanya menarik uang secara paksa akan dikenakan sanksi dan bisa dijerat hukum pidana. Memang, kata dia, perlu sosialisasi terkait pungli, terutama bagi juru parkir yang tidak menggunakan seragam.

Agus mengingatkan, walau parkir itu gratis, tapi juga tetap mematuhi peraturan yang berlaku. Kendaraan juga tidak boleh seenaknya saja parkir di jalan. Salah satu contohnya tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Bila ada rambu larangan parkir, maka jangan parkir di bahu jalan tersebut. (mg1/c2/dwi)

Dia mengaku, saat ini kondisi ekonomi beberapa masyarakat memang masih belum stabil. Namun, tidak sewajarnya meminta uang kepada pengendara jalan secara paksa. “Jika masyarakat wilayah Jember melihat pungli, sebaiknya dilaporkan saja ke Dishub,” katanya.

Dishub sudah menugaskan kepada Kepala UPT Parkir dan staf-staf yang bertugas, jika masih ada pungli segera lapor. Apalagi pemilik kendaraan bermotor juga sudah membayar parkir setiap satu tahun sekali atau yang biasa disebut retribusi parkir. “Jika ada petugas parkir yang masih menarik uang pengendara jalan yang sudah membayar retribusi parkir itu dikategorikan sebagai pungli,” katanya.

Upaya Dishub terus dilakukan agar Jember bebas dari pungli, terutama pungli parkir. Meskipun nominal uang parkir tidak besar, namun tetap dikategorikan sebagai pungli. “Nantinya akan ditindaklanjuti, jika masih ada saja juru parkir yang menarik uang dari kendaraan bermotor,” katanya.

Harapan ke depannya semoga pungli di wilayah Jember benar-benar tidak ada. Bukan hanya pungli parkir, namun juga pungli kategori lainnya. Oknum-oknum yang biasanya menarik uang secara paksa akan dikenakan sanksi dan bisa dijerat hukum pidana. Memang, kata dia, perlu sosialisasi terkait pungli, terutama bagi juru parkir yang tidak menggunakan seragam.

Agus mengingatkan, walau parkir itu gratis, tapi juga tetap mematuhi peraturan yang berlaku. Kendaraan juga tidak boleh seenaknya saja parkir di jalan. Salah satu contohnya tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Bila ada rambu larangan parkir, maka jangan parkir di bahu jalan tersebut. (mg1/c2/dwi)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca