alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Sekolah Eyang untuk Nenek-Nenek, di Ledokombo

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berbeda dengan biasanya, sekolah di Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Jember ini diikuti oleh kalangan nenek-nenek. Sekolah Eyang namanya.

Sekolah Eyang didirikan Februari tahun 2017 lalu. Kini, memiliki murid 48 orang, nenek-nenek semua.

Juhariyah, 65, seorang lansia asal Trenggalek inilah yang  memiliki ide untuk mengedukasi nenek-nenek setempat dalam merawat cucu-cucunya. ”Mayoritas nenek-nenek di Ledokombo mengurus cucu-cucunya untuk menggantikan orang tuanya yang sedang bekerja di luar kota,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Awalnya, Juhariyah mengadakan perkumpulan hanya berupa acara arisan setiap minggu. Namun, melihat banyaknya orang tua lanjut usia yang belum memahami perkembangan cucunya, Juhariyah pun mencoba meng-edukasi kalangan lansia tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berbeda dengan biasanya, sekolah di Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Jember ini diikuti oleh kalangan nenek-nenek. Sekolah Eyang namanya.

Sekolah Eyang didirikan Februari tahun 2017 lalu. Kini, memiliki murid 48 orang, nenek-nenek semua.

Juhariyah, 65, seorang lansia asal Trenggalek inilah yang  memiliki ide untuk mengedukasi nenek-nenek setempat dalam merawat cucu-cucunya. ”Mayoritas nenek-nenek di Ledokombo mengurus cucu-cucunya untuk menggantikan orang tuanya yang sedang bekerja di luar kota,” katanya.

Awalnya, Juhariyah mengadakan perkumpulan hanya berupa acara arisan setiap minggu. Namun, melihat banyaknya orang tua lanjut usia yang belum memahami perkembangan cucunya, Juhariyah pun mencoba meng-edukasi kalangan lansia tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Berbeda dengan biasanya, sekolah di Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, Jember ini diikuti oleh kalangan nenek-nenek. Sekolah Eyang namanya.

Sekolah Eyang didirikan Februari tahun 2017 lalu. Kini, memiliki murid 48 orang, nenek-nenek semua.

Juhariyah, 65, seorang lansia asal Trenggalek inilah yang  memiliki ide untuk mengedukasi nenek-nenek setempat dalam merawat cucu-cucunya. ”Mayoritas nenek-nenek di Ledokombo mengurus cucu-cucunya untuk menggantikan orang tuanya yang sedang bekerja di luar kota,” katanya.

Awalnya, Juhariyah mengadakan perkumpulan hanya berupa acara arisan setiap minggu. Namun, melihat banyaknya orang tua lanjut usia yang belum memahami perkembangan cucunya, Juhariyah pun mencoba meng-edukasi kalangan lansia tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/