alexametrics
30.2 C
Jember
Tuesday, 9 August 2022

Kompetisi Berkebun untuk Genjot Semangat Bertanam

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyak masalah yang ditimbulkan selama pandemi. Salah satunya adalah kejenuhan mental lantaran harus berdiam diri di rumah selama pandemi. Juga merosotnya harga pertanian. Karena itulah, Komunitas Tanoker menggagas Lomba Berkebun bagi para warga di Ledokombo.

Kompetisi ini terbilang unik. Sebab, memiliki tujuan untuk menumbuhkan semangat bercocok tanam dari rumah masing-masing warga. Jika dirunut, Ledokombo menjadi daerah yang memiliki jumlah petani terbanyak. Sedangkan sektor perkebunan di rumah masing-masing masih belum sepenuhnya dilakukan oleh warga setempat.

Setidaknya ada 41 peserta dan kelompok komunitas yang ikut dalam kompetisi ini. Para peserta adalah mitra komunitas Tanoker Ledokombo. Yakni mereka yang mengikuti Fathers School dan Sekolah Bapak-Bapak, Sekolah Eyang, dan beberapa pesantren di Ledokombo. “Peserta awalnya hanya 38, sampai saat ini bertambah terus sampai mencapai 41 individu dan kelompok,” kata Dewi, staf di komunitas Tanoker Ledokombo.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kompetisi ini digelar pada triwulan ke-4, sehingga waktu untuk merawat tanaman adalah 4 bulan. Para peserta diwajibkan untuk menanam segala jenis tanaman di sekitar rumahnya. Panitia tidak membatasi jenis tanaman yang harus ditanam peserta.

Sistem penilaiannya yakni, nantinya panitia akan mendatangi rumah para peserta lomba. Untuk kemudian dinilai kerapian dalam berkebun dan kualitas tanam. Kunjungan yang dilakukan tidak berlangsung setiap hari. Namun, 2 kali dalam satu bulan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyak masalah yang ditimbulkan selama pandemi. Salah satunya adalah kejenuhan mental lantaran harus berdiam diri di rumah selama pandemi. Juga merosotnya harga pertanian. Karena itulah, Komunitas Tanoker menggagas Lomba Berkebun bagi para warga di Ledokombo.

Kompetisi ini terbilang unik. Sebab, memiliki tujuan untuk menumbuhkan semangat bercocok tanam dari rumah masing-masing warga. Jika dirunut, Ledokombo menjadi daerah yang memiliki jumlah petani terbanyak. Sedangkan sektor perkebunan di rumah masing-masing masih belum sepenuhnya dilakukan oleh warga setempat.

Setidaknya ada 41 peserta dan kelompok komunitas yang ikut dalam kompetisi ini. Para peserta adalah mitra komunitas Tanoker Ledokombo. Yakni mereka yang mengikuti Fathers School dan Sekolah Bapak-Bapak, Sekolah Eyang, dan beberapa pesantren di Ledokombo. “Peserta awalnya hanya 38, sampai saat ini bertambah terus sampai mencapai 41 individu dan kelompok,” kata Dewi, staf di komunitas Tanoker Ledokombo.

Kompetisi ini digelar pada triwulan ke-4, sehingga waktu untuk merawat tanaman adalah 4 bulan. Para peserta diwajibkan untuk menanam segala jenis tanaman di sekitar rumahnya. Panitia tidak membatasi jenis tanaman yang harus ditanam peserta.

Sistem penilaiannya yakni, nantinya panitia akan mendatangi rumah para peserta lomba. Untuk kemudian dinilai kerapian dalam berkebun dan kualitas tanam. Kunjungan yang dilakukan tidak berlangsung setiap hari. Namun, 2 kali dalam satu bulan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Banyak masalah yang ditimbulkan selama pandemi. Salah satunya adalah kejenuhan mental lantaran harus berdiam diri di rumah selama pandemi. Juga merosotnya harga pertanian. Karena itulah, Komunitas Tanoker menggagas Lomba Berkebun bagi para warga di Ledokombo.

Kompetisi ini terbilang unik. Sebab, memiliki tujuan untuk menumbuhkan semangat bercocok tanam dari rumah masing-masing warga. Jika dirunut, Ledokombo menjadi daerah yang memiliki jumlah petani terbanyak. Sedangkan sektor perkebunan di rumah masing-masing masih belum sepenuhnya dilakukan oleh warga setempat.

Setidaknya ada 41 peserta dan kelompok komunitas yang ikut dalam kompetisi ini. Para peserta adalah mitra komunitas Tanoker Ledokombo. Yakni mereka yang mengikuti Fathers School dan Sekolah Bapak-Bapak, Sekolah Eyang, dan beberapa pesantren di Ledokombo. “Peserta awalnya hanya 38, sampai saat ini bertambah terus sampai mencapai 41 individu dan kelompok,” kata Dewi, staf di komunitas Tanoker Ledokombo.

Kompetisi ini digelar pada triwulan ke-4, sehingga waktu untuk merawat tanaman adalah 4 bulan. Para peserta diwajibkan untuk menanam segala jenis tanaman di sekitar rumahnya. Panitia tidak membatasi jenis tanaman yang harus ditanam peserta.

Sistem penilaiannya yakni, nantinya panitia akan mendatangi rumah para peserta lomba. Untuk kemudian dinilai kerapian dalam berkebun dan kualitas tanam. Kunjungan yang dilakukan tidak berlangsung setiap hari. Namun, 2 kali dalam satu bulan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/