alexametrics
24.4 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Banyak yang Anggap Remeh Pemilu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember menganggap, tingkat partisipasi warga wilayah Puger soal pemilu masih rendah. Penyebabnya, banyak masyarakat menganggap remeh pergelaran pemilihan umum.

Maka dari itu, KPU Jember gencar melakukan sosialisasi untuk masyarakat setempat. Targetnya tak hanya menyasar kalangan nelayan. Namun, juga masyarakat berprofesi lainnya yang ada di Puger.

“Sasarannya adalah perkumpulan masyarakat yang perlu informasi terkait penyelenggaraan Pilbub 2020. Dan ini kali kedua kami, setelah sebelumnya sosialisasi ke nelayan,” kata Ketua KPU Jember Muhammad Syai’in, Minggu, (4/10).

Mobile_AP_Rectangle 2

Sosialisasi ini dihadiri oleh sekitar 40 warga setempat. Rata-rata, mereka sambat perihal keberadaan TPS yang tidak mudah dijangkau. Ini pula yang menyebabkan warga sekitar Puger tidak begitu antusias untuk berpartisipasi memberikan suara.

“Warga kami biasanya enggan berangkat ke TPS, karena lokasinya jauh,” keluh Johan, salah satu warga setempat dalam sesi dialog dengan KPU Jember.

Menanggapi hal tersebut, pihak KPU kembali mengimbau untuk melakukan tahapan pemutakhiran data coklit dengan benar. Tak lupa, wajib mengkroscek data diri melalui website KPU secara daring. “Jadi, memang saat kami melakukan pemutakhiran, gimana agar pemilih tidak jauh dari TPS. Tapi, warga juga harus lihat lagi data dirinya melalui website,” tambah Muhamad Syaiin.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember menganggap, tingkat partisipasi warga wilayah Puger soal pemilu masih rendah. Penyebabnya, banyak masyarakat menganggap remeh pergelaran pemilihan umum.

Maka dari itu, KPU Jember gencar melakukan sosialisasi untuk masyarakat setempat. Targetnya tak hanya menyasar kalangan nelayan. Namun, juga masyarakat berprofesi lainnya yang ada di Puger.

“Sasarannya adalah perkumpulan masyarakat yang perlu informasi terkait penyelenggaraan Pilbub 2020. Dan ini kali kedua kami, setelah sebelumnya sosialisasi ke nelayan,” kata Ketua KPU Jember Muhammad Syai’in, Minggu, (4/10).

Sosialisasi ini dihadiri oleh sekitar 40 warga setempat. Rata-rata, mereka sambat perihal keberadaan TPS yang tidak mudah dijangkau. Ini pula yang menyebabkan warga sekitar Puger tidak begitu antusias untuk berpartisipasi memberikan suara.

“Warga kami biasanya enggan berangkat ke TPS, karena lokasinya jauh,” keluh Johan, salah satu warga setempat dalam sesi dialog dengan KPU Jember.

Menanggapi hal tersebut, pihak KPU kembali mengimbau untuk melakukan tahapan pemutakhiran data coklit dengan benar. Tak lupa, wajib mengkroscek data diri melalui website KPU secara daring. “Jadi, memang saat kami melakukan pemutakhiran, gimana agar pemilih tidak jauh dari TPS. Tapi, warga juga harus lihat lagi data dirinya melalui website,” tambah Muhamad Syaiin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember menganggap, tingkat partisipasi warga wilayah Puger soal pemilu masih rendah. Penyebabnya, banyak masyarakat menganggap remeh pergelaran pemilihan umum.

Maka dari itu, KPU Jember gencar melakukan sosialisasi untuk masyarakat setempat. Targetnya tak hanya menyasar kalangan nelayan. Namun, juga masyarakat berprofesi lainnya yang ada di Puger.

“Sasarannya adalah perkumpulan masyarakat yang perlu informasi terkait penyelenggaraan Pilbub 2020. Dan ini kali kedua kami, setelah sebelumnya sosialisasi ke nelayan,” kata Ketua KPU Jember Muhammad Syai’in, Minggu, (4/10).

Sosialisasi ini dihadiri oleh sekitar 40 warga setempat. Rata-rata, mereka sambat perihal keberadaan TPS yang tidak mudah dijangkau. Ini pula yang menyebabkan warga sekitar Puger tidak begitu antusias untuk berpartisipasi memberikan suara.

“Warga kami biasanya enggan berangkat ke TPS, karena lokasinya jauh,” keluh Johan, salah satu warga setempat dalam sesi dialog dengan KPU Jember.

Menanggapi hal tersebut, pihak KPU kembali mengimbau untuk melakukan tahapan pemutakhiran data coklit dengan benar. Tak lupa, wajib mengkroscek data diri melalui website KPU secara daring. “Jadi, memang saat kami melakukan pemutakhiran, gimana agar pemilih tidak jauh dari TPS. Tapi, warga juga harus lihat lagi data dirinya melalui website,” tambah Muhamad Syaiin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/